Viral Medsos
BERIKUT DAFTAR 20 Kepala Negara dan Pemerintahan Telah Mengucapkan Selamat kepada Prabowo
Sudah ada 20 kepala negara dan pemerintahan yang telah mengucapkan selamat kepada Prabowo Subianto.
TRIBUN-MEDAN.COM - Sejak Rabu (21/2/2024) lalu sudah ada 20 kepala negara dan pemerintahan yang telah mengucapkan selamat kepada Prabowo Subianto.
Namun berbeda dengan Amerika Serikat. Pihak Washington telah memberikan selamat atas penyelenggaraan Pemilu 2024 di Indonesia berjalan dengan lancar.
Namun, masih memilih menunggu hasil resmi yang dirilis KPU RI dan kemudian Presiden Joe Biden memberikan selamat.
Padahal, sejumlah pemimpin negara, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan perwakilan China telah memberikan selamat kepada Prabowo Subianto, meski hasil resmi dari KPU RI belum keluar.
Tetapi yang pasti, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sudah unggul dalam perolehan suara pemilu 2024 baik lewat quick count dan real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia.
Oleh karena itu, Pengamat Amerika Serikat (AS) menegaskan Presiden AS Joe Biden sudah seharusnya segera menyelamati Prabowo Subianto yang kini unggul dalam perolehan suara pemilihan presiden 2024.
Ernest Z. Bower, pengamat asal AS dan CEO BowerGroupAsia, perusahaan penasihat strategis di Indo-Pasfik, lewat tulisannya di The Diplomat, yang dikutip pada Sabtu (2/3/2024) menegaskan Presiden Biden harus segera menyelamati Prabowo.
Ia menilai keputusan Washington untuk tak segera menyelamati Prabowo akan menimbulkan kerugian strategis.
“Menunggu hasil resmi pemilu untuk ucapan selamat kepada presiden adalah hal yang masuk akal ketika hasil itu keluar dalam beberapa hari, namun tidak ketika hal itu memakan waktu enam pekan, dan mitra regional serta pesaing AS telah melakukannya,” tulis Bower.
Bower berpatokan pada hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada 27 Februari, yang menyatakan Prabowo hanya sedikit di bawah 59 persen suara dari tiga perempat surat suara yang telah dihitung.
Ia menilai margin ini membuat putaran pemilu kedua amat mungkin tak diperlukan, karena salah satu kandidat sudah ada yang memperoleh lebih dari 50 persen suara.
“Ini sudah selesai, dan keputusan Washington menunggu (memberi selamat ke Prabowo) adalah bunuh diri secara strategis,” tulisnya.
Ia mengatakan bahwa Prabowo telah memiliki banyak rencana pro-bisnis untuk Indonesia, dan China telah merebut kesempatan AS untuk berbicara dengan calon kuat presiden selanjutnya itu sebelum hasil resmi keluar.
“Dalam konteks persaingan ekonomi dan geopolitik yang tajam dan kita hadapi di Asia, AS berkepentingan untuk menjangkau dan melakukan hal tersebut sekarang. Kita sudah terlambat,” ujarnya.
Menurutnya, keragu-raguan yang ada di Washington dapat merugikan hubungan AS-Indonesia dalam waktu dekat dan bisa merugikan perusahaan-perusahaan AS.
| REKAM JEJAK Brigjen Yusri Yunus, Daftar Jabatan Penting di Polri Pernah Diemban Yusri Yunus |
|
|---|
| DUDUK PERKARA Oknum TNI Prada SA Ngamuk di Tempat Hiburan Malam, TNI AD Usut Asal Senjata Api |
|
|---|
| SOSOK Brigjen Yusri Yunus Petinggi Polri Meninggal Tadi Malam, Yusri Rekan Seangkatan Kapolri |
|
|---|
| Nasib Oknum Polisi M Yunus Tendang Pengendara, Kapolres Prabumulih Diminta Bertindak, Kronologinya |
|
|---|
| Paniknya Pejabat Ini Tiba-tiba Didatangi Petugas dan Ditangkap, Puluhan Juta Uang di Bawah Meja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Jenderal-penuh-prabowo-subianto.jpg)