Meriyawaty Amelia Prasetio

Perjuangan Meriyawaty Amelia Prasetio Beri Vaksin Gratis untuk Warga Sumut

Bendahara DPD Gerindra Sumut, Meriyawaty Amelia Prasetio menceritakan perjuangannya melakukan sosialisasi vaksin untuk masyarakat

Editor: Jefri Susetio
TRIBUNMEDAN.COM/Husna Fadilla
Bendahara DPD Gerindra Sumut, Meriyawaty Amelia Prasetio menceritakan perjuangannya melakukan sosialisasi vaksin untuk masyarakat. Bahkan ia turun langsung menggelar vaksinasi di sejumlah daerah. 

TRIBUNMEDAN.COM, MEDAN - Bendahara DPD Gerindra Sumut, Meriyawaty Amelia Prasetio menceritakan perjuangannya melakukan sosialisasi vaksin untuk masyarakat. Bahkan ia turun langsung menggelar vaksinasi di sejumlah daerah.

"Setelah Presiden vaksin, kami semua petugas gugus tugas divaksin. Kami menjadi contoh pertama kali vaksin. Kami vaksin di posko meski awalnya masyarakat belum bisa terima (banyak belum mau divaksin)" ujarnya saat podcast bersama Tribun-Medan.com.

Ia menjelaskan, seluruh petugas gugus tugas divaksin terlebih dahulu agar memberikan kepercayaan terhadap masyarakat.

Baca juga: Cerita Meriyawaty Amelia Prasetio alias Ayin Terjangking Covid-19, Merasa Was-was dan Matikan Ponsel

 

Vaksin harus diberikan dan disebarkan kepada masyarakat supaya imunitas warga terjamin.

Setelah divaksin, ia gencar melakukan sosialisasi vaksin bahkan membentuk relawan untuk mengajak orang.

"Setelah vaksin, bulan berikutnya saya sosialisasi kerja untuk membentuk relawan dan mengajak orang vaksin. Dulu kesadaran masyarakat untuk vaksin masih sedikit. Jadi mengajak orang vaksin itu susah sehingga buat di komunitas dan organisasi," katanya.

Kala itu, ia menawarkan seluruh organisasi untuk menggelar vaksin. Jadi ia menyediakan lokasi dan tenaga kesehatannya.

Baca juga: Cerita Meriyawaty Amelia Prasetio alias Ayin Terjun ke Politik hingga Bendahara Satgas Covid-19

Baca juga: Turun ke Masyarakat, Meriyawaty Amelia Prasetio Dengarkan Langsung Aspirasi Warga Medan Polonia

 

"Lama-lama banyak yang mau vaksin. Mereka sudah merasakan manfaat dari vaksin ini. Banyak rumor dulu tentang vaksin. Seperti rumor orang divaksin bisa mati. Padahal tidak. Mengajak orang divaksin memang tidak mudah," ujarnnya.

Menurutnya, bukan pekerjaan mudah mengajak orang divaksin. Maka dari itu, saban hari ia mempengaruhi orang agar bersedia divaksin.

"Harus diajak pentolan organisasi dulu. Pentolan organisasi sudah bersedia baru buat vaksin massal. Makin lama makin banyak yang bisa diajak. Tiap hari saya mempengaruhi orang agar bersedia divaksin," ungkapnya.

(*)

 

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved