Berita Medan

Menikmati Kesawan di Malam Hari, Daerah Wisata dengan Jalan Tertua di Medan

Bagaimana tidak, jejak sejarah kota tua di Medan terlihat dari berbagai bangunan bersejarah yang terletak di sana.

Penulis: liskarahayu | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/LISKA
Sejumlah warga sedang menikmati pemandangan di depan Rumah Tjong A Fie di Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan, Kamis (7/3/2024). Kawasan Kesawan merupakan daerah bersejarah di Kota Medan yang kini dijadikan sebagai pusat kebudayaan dan pariwisata. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Jika sedang berkunjung ke Kota Medan, salah satu hal yang harus dilakukan adalah menikmati pemandangan malam di daerah Kesawan.

Bagi Anda yang ingin bertamasya sejarah, maka Kesawan adalah tujuan yang tepat.

Bagaimana tidak, jejak sejarah kota tua di Medan terlihat dari berbagai bangunan bersejarah yang terletak di sana.

Salah satunya adalah rumah Tjong A Fie, Gedung Lonsum dan restoran legendaris Tip Top.

Kawasan Kesawan merupakan daerah bersejarah di Kota Medan yang kini dijadikan sebagai pusat kebudayaan dan pariwisata.

Sejumlah warga sedang menikmati pemandangan
Sejumlah warga sedang menikmati pemandangan di depan Rumah Tjong A Fie di Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan, Kamis (7/3/2024). Kawasan Kesawan merupakan daerah bersejarah di Kota Medan yang kini dijadikan sebagai pusat kebudayaan dan pariwisata.

Jalan Tertua di Kota Medan

Tak hanya bangunan bersejarah, jalan di daerah Kesawan juga bersejarah. Mengutip dari Kompas.com,

Kesawan merupakan jalan tertua dan pusat pemukiman masyarakat Cina.

Sebagian besar adalah kuli Cina yang semula bekerja di Pekan Labuhan. Saa kontrak kerja sudah habis dan modal sudah terkumpul, mereka pindah ke kota dan mulai berdagang.

Dijelaskan dalam catatan mereka, pada tahun 1590-1837 di kawasan Jalan Kesawanterdapat banyak sawah serta rumah dan kedai yang berderet. Serta ada Masjid Bengkok yang sekarang berada di Jalan Masjid.

Di antara yahun 1838-1887, jalan setapak di kawasan tersebut mulai diperkeras dengan batu dan rumah kedai dibangun lebih baik dengan menggunakan bahan papan.

Kesawan pada awalnya merupakan Kampung Melayu. Tetapi pada tahun 1880 orang Cina dari Malaka dan langsung dari Negeri Cina tinggal di kawasan tersebut. Kesawan pun menjadi pemukiman etnis Cina.

Pada tahun 1889 sempat terjadi kebakaran besar yang menghancurkan 67 rumah dan toko dari bahan kayu.

Setelah kebakaran tersebut, dilakukan pembangunan dalam tempo cepat untuk menggantikan bangunan-bangunan yang telah terbakar dengan bangunan yang terbuat dari bata.

Pada 1913-1937 Kesawan semakin berkembang pesat dengan munculnya bangunan rumah tinggal dan toko, pemerintahan, perdagangan, dan pusat hiburan.

Kawasan Kesawan
Sejumlah warga sedang menikmati pemandangan di depan Rumah Tjong A Fie di Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan, Kamis (7/3/2024). Kawasan Kesawan merupakan daerah bersejarah di Kota Medan yang kini dijadikan sebagai pusat kebudayaan dan pariwisata.

Tahun 1938-1962, Kesawan mulai dipenuhi dengan bangunan-bangunan lebih modern. Pada 1963-1995, Kesawan semakin berkembang dan didirikan berbagai macam kantor pemerintahan atau swasta dan pusat-pusat hiburan.

Periode 1996-2004, di Kesawan mulai dibangun ruko hingga lima lantai yang tidak mengikuti struktur lama dan merusak citra lama. Ruko ini berfungsi pula sebagai sarang walet.

Pada tahun 2002, Kesawan diubah fungsinya menjadi pusat makanan. Lalu dibangunlah pintu gerbang raksasa yang menjadi penanda batas Kesawan. Lalu pada 15 Januari 2003, Kesawan Square diresmikan menjadi pusat jajanan.

Sayangnya hal tersebut tak berlangsung lama. Pada 16 November 2007, Kesawan Square ditutup dan tidak difungsikan lagi.

Pada tahun 2013, Jalan Kesawan yang berubah menjadi nama Jalan Ahmad Yani berfungsi sebagai pusat perdagangan dengan ruko dua lantai.

(Yui/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved