Berita Viral

Sosok Sumedi Madasik Caleg Gagal Putus Aliran Air Bersih ke Warga: Saya Berharap Itu Cuma 100 Suara

Seorang caleg dari PKS bernama Sumedi Madasik menghentikan saluran air bersih yang dibangunnya

HO
Seorang caleg dari PKS bernama Sumedi Madasik menghentikan saluran air bersih yang dibangunnya 

TRIBUN-MEDAN.com - Caleg gagal kembali berulah. Seorang caleg dari PKS bernama Sumedi Madasik menghentikan saluran air bersih yang dibangunnya di Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. 

Warga yang sudah menikmati air bersih dari penggunungan itu selama empat tahun kini menelan kekecewaan. 

Caleg gagal itu merasa kesal lantaran tidak meraup 100 suara di daerah tersebut. 

Padahal, dia telah membangun saluran air bersih yang mengalir ke seuluruh rumah warga. 

Kini, warga pun kesulitan mencari air bersih. Mereka terpaksa mengambil air di sumur resapan yang jaraknya sejauh hampir 1 km.

Caleg dari PKS itu gagal meraih kursi DPRD Kota Cilegon pada Pemilu 2024.

"Diputusnya setelah pemilu, sekitar tanggal 18 Februari 2024 kemarin," kata warga bernama Buki saat ditemui di kampunya pada Selasa (12/3/2024).

"Beliau minta supaya dapat 100 suara dari kampung ini, berhubung suaranya ngga nyampe pas pemilu, akhirnya diputus sama dia," ucapnya.

Warga di Kelurahan Suralaya
Warga di Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon tak bisa lagi menikmati air bersih setelah saluran dihentikan caleg yang gagal.

Buki mengungkapkan tidak ada perjanjian warga untuk mendukung si pemilik air bersih dalam urusan politik pada saat pepenyaluran air bersih.

Buki mengakui warga membayar setiap bulan selama air bersih mengalir di setiap rumah warga setempat.

"Sudah empat tahun ngalir, mungkin butuh bayar listriknya atau apa, kita diminta biaya Rp 10 ribu per kubik," ungkapnya.

Pembayaran tersebut dilakukan oleh warga setiap bulan, dengan harga sesuai banyaknya volume air yang mereka ambil.

Warga lainnya, Satriah mengakui adanya kesepakatan warga dengan si pemilik sumur bor pada saat pemilu 2024.

Namun dikarenakan banyak warga kampung yang awam, kata dia, sehingga banyak warga tidak memilih caleg yang bersangkutan.

"Inginnya orang sini milih ke situ (caleg PKS,-red) tapi orang sini ngga milih ke situ, akhirnya kecewa," ungkapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved