Sumut Terkini

Berdampingan dengan Gereja, Masjid Bhakti Jadi Warna Keguyuban Masyarakat Siantar

Nyaris tak ada tantangan apapun bagi kedua jemaat berbeda agama ini dalam menjalankan ibadahnya. 

Tayang:
Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ALIJA
Penampakan Masjid Bhakti yang saat ini sedang mengalami rehabilitasi peningkatan kapasitas jemaat, Kamis (21/3/2024) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Toleransi yang dijaga berabad-abad dijaga penuh oleh masyarakat Kota Pematangsiantar.

Hal ini tercermin dari berdirinya Masjid Bhakti yang bersebelahan dengan Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Jemaat Khusus Bongbongan di Simpang Pertamina, Jalan Tanjugpinggir, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar. 

Kedua rumah ibadah bagi umat Islam dan Kristiani ini menjadi refleksi bagi dua agama besar yang dipeluk masyarakat Kota Pematangsiantar. 

Lurah Pondok Sayur, Susan Ulpasari pada Kamis (21/3/2024) mengatakan bahwa masyarakatnya hidup secara guyub.

Penampakan Masjid Bhakti yang saat ini sedang
Penampakan Masjid Bhakti yang saat ini sedang mengalami rehabilitasi peningkatan kapasitas jemaat, Kamis (21/3/2024)

Nyaris tak ada tantangan apapun bagi kedua jemaat berbeda agama ini dalam menjalankan ibadahnya. 

"Seperti hari Minggu, jemaat yang ke gereja ya datang ke gereja. Yang IsIam datang ke Masjid Bhakti salat zuhur, ashar.

Semuanya jalan beriringan, nggak ada kesulitan," kata Susan yang mengaku tujuh bulan memimpin daerah tersebut. 

Susan mengaku, puncak harmonisasi yang terlihat mana kala lingkungan tempat kedua rumah ibadah itu mengadakan gotongroyong membersihkan sampah, parit dan rerumputan. 

"Di sini selalu harmonis. Menurut kesaksian warga di sana, mereka bilang sering merangkul saat kerjasama. Tidak pernah lah saling menyinggung soal agama. Mereka saling bahu membahu. Tidak ada hambatan apapun," kata Susan. 

Tak ada detail pasti sejarah kedua rumah ibadah ini berdiri secara beriringan.

Namun berdasarkan penelusuran reporter Tribun-medan.com, pembangunan kedua rumah ibadah hingga seperti saat ini dilakukan secara bertahap. 

"Kalau sekitar tahun 1950 udah ada masjid ini. Teruslah berkembang sampai sekarang ini sedang dilakukan rehabilitasi," ujar warga setempat. 

Amatan reporter Tribun-medan.com, Masjid Bhakti saat ini mengalami perbaikan pada bagian teras dan atap.

Perbaikan ini akan meningkatkan kapasitas jemaat. 

Terkait toleransi yang terbangun di rumah ibadah, termasuk di Tanjungpinggir, Ketua Dewan Masjid Kota Pematangsiantar, Armaya Siregar memastikan bahwa toleransi di Siantar berjalan dengan penuh rahmat. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved