Ramadan 2024

3 Penyebab Sembelit saat Puasa Ramadan beserta Cara Mengatasinya,

Pada umumnya sembelit saat berpuasa disebabkan oleh usus besar yang menyerap terlalu banyak air dari makanan.

Tayang:
Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Randy P.F Hutagaol
MedicalNewsToday.com
Ilustrasi sembelit. 

TRIBUN-MEDAN.com – Saat berpuasa di bulan Ramadan, Anda mengalami perubahan kebiasaan makan, termasuk waktu makan dan ukuran porsi, sehingga masalah pencernaan seperti sembelit adalah keluhan yang sangat umum terjadi selama berpuasa.

Pada umumnya sembelit saat berpuasa disebabkan oleh usus besar yang menyerap terlalu banyak air dari makanan.

Semakin lambat makanan bergerak melalui saluran pencernaan, semakin banyak air yang diserap usus besar. Hal ini menyebabkan tinja menjadi lebih kering, sehingga buang air besar menjadi lebih sedikit.

Jumlah feses yang dibutuhkan untuk setiap orang sebenarnya sangat berbeda. Secara umum, jika Anda tidak buang air besar selama lebih dari tiga hingga tujuh hari, Anda mengalami sembelit.

Setelah tiga hari, struktur feses biasanya menjadi semakin keras dan sulit untuk dikeluarkan.

Berikut penyebab sembelit saat berpuasa Ramadan:

1. Kurang serat

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, puasa mengubah kebiasaan makan Anda. Hal ini menyebabkan beberapa orang makan "sembarangan" atau hanya makan sebanyak yang membuat mereka kenyang.

Salah satu makanan yang sering hilang dari menu sahur dan berbuka puasa, padahal sangat penting untuk meningkatkan gerak peristaltik usus, adalah serat. Serat juga membuat dinding usus menjadi lebih pulen, sehingga sisa makanan dapat dicerna dengan baik.

2. Kurang minum air putih

Beberapa orang masih bingung bagaimana cara untuk tetap terhidrasi saat berpuasa. Kebanyakan orang hanya minum air putih saat merasa haus dan berharap tidak mengalami dehidrasi saat berpuasa.

Kekurangan air saat berpuasa dapat menyebabkan sembelit. Hal ini dikarenakan air berfungsi untuk melarutkan makanan dan mengangkut sisa makanan ke sistem ekskresi tubuh.

Saat tubuh mengalami dehidrasi, sisa makanan akan sulit diangkut ke sistem ekskresi tubuh sehingga menyebabkan sembelit.

3. Banyak makan makanan berlemak

Makanan berlemak tinggi yang dapat menyebabkan sembelit antara lain gorengan, yang merupakan menu buka puasa favorit masyarakat Indonesia.

Makanan ini banyak disajikan dalam menu berbuka puasa bukan hanya karena harganya yang murah, tapi juga karena gorengan memang enak dan mengenyangkan. Namun, makanan berlemak tinggi sulit dicerna oleh usus, sehingga makan terlalu banyak gorengan dan makanan berlemak lainnya dapat menyebabkan sembelit.

Cara Mengatasi Sembelit saat Berpuasa di Bulan Ramadan

Sembelit saat berpuasa tentu saja membuat tidak nyaman. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan penderita jarang buang air besar, tetapi juga menimbulkan gejala-gejala yang tidak nyaman.

Misalnya, feses kering, perut kembung, nyeri perut, feses berdarah, dan lain-lain. Berikut ini cara mengatasi sembelit saat berpuasa:

1. Makanlah makanan berserat, seperti serat dari buah-buahan dan sayuran, saat sahur, berbuka puasa, atau makan malam.

2. Minumlah setidaknya 8 gelas air sehari untuk memenuhi kebutuhan hidrasi Anda saat berpuasa. Aturan praktisnya adalah minum dua gelas air saat sahur, dua gelas air saat berbuka puasa, dan empat gelas air di malam hari.

3. Batasi atau hindari makanan berlemak tinggi (seperti gorengan) dan produk susu.

4. Minumlah kafein secukupnya karena dapat memicu keinginan untuk buang air besar, tetapi jangan berlebihan karena dapat meningkatkan asam lambung.

5. Berolahragalah setidaknya 15 hingga 30 menit sehari untuk meningkatkan sistem pencernaan Anda. Anda dapat berolahraga mendekati waktu alami tubuh Anda untuk menghindari kelelahan.

6. Jangan menunda-nunda keinginan untuk buang air besar karena dapat menyebabkan sembelit.

(cr30/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved