Berita Viral
PENGAKUAN R, Terpaksa Bohong Sakit Kanker Gegara Takut dengan Ibu, Nyaris Terima Donasi Warganet
R lalu mengaku kala itu ia sedang demam. Namun R membantah kalau dirinya baru saja menjalani operasi yang seperti disampaikan oleh Suherna.
TRIBUN-MEDAN.com - Inilah pengakuan R, anak yang terpaksa bohong sakit kanker gegara takut dengan ibu.
R nyaris terima donasi dari warganet.
Ia dan sang ibu menipu pengunjung rumah sakit di Jakarta Pusat.
Baca juga: Terus Jadi Andalan, Gojek Swadaya Sediakan Ragam Program Kebaikan di Bulan Ramadan
Seperti diketahui sebelumnya, video mereka tengah melakukan aksinya viral di media sosial.
Dalam aksinya Suherna dan sang anak berinisial R menyebut jika anaknya baru saja menjalani operasi dan membutuhkan kursi roda baru kepada sejumlah pengunjung rumah sakit.
Pengunjung rumah sakit yang iba kemudian memberikan sejumlah uang kepada ibu dan anak tersebut.
Baca juga: VIRAL Camillia Azzahra, Putri Ridwan Kamil Umumkan Lepas Kerudung, Atalia Mohon Doa Untuk sang Anak
Namun ternyata hal tersebut hanya akal-akalan Suherna saja.
Didatangi YouTuber Pratiwi Noviyanthi di rumahnya, R membuat pengakuan.
Mulanya Suherna seolah mencegah R untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Kemarin di rumah sakit kenapa pukul-pukul kepala?" tanya Novi dikutip tribun-medan.com dari TribunSumsel.com.
"Karena badannya lagi panas," jawab Suherna.

"Sebentar bu saya nanya anaknya," imbuh Novi.
R lalu mengaku kala itu ia sedang demam.
Namun R membantah kalau dirinya baru saja menjalani operasi yang seperti disampaikan oleh Suherna.
"Lagi panas," ucap R.
"Katanya kamu bilang habis operasi? Disuruh siapa?" tanya Novi.
Baca juga: 50 Nama Anggota DPRD Kendal Jawa Tengah Periode 2024-2029, Caleg ini Berhasil Raup Suara Terbanyak
"Disuruh Mama, disuruh pura-pura," jawab R.
R menjelaskan jika tak menuruti perintah sang ibu maka, dirinya akan dimarahi.
"Mau aja takut dimarahin Mama," kata R.
Nyaris Terima Donasi
Dugaan penipuan ini diungkap oleh pengguna TikTok @telimsartan pada Senin (25/3/2024).
Dalam video pertamanya, ia membagikan momen ketika bertemu dengan seorang ibu bernama Suherna dan anaknya, Rizal.
Rizal nampak duduk di kursi roda dengan kain jarik yang menutupi tubuhnya.
Ia juga memukul-mukul kepalanya seolah merasa sangat kesakitan.
Baca juga: PENAMPAKAN Hadiah SBY Bikin Prabowo Terharu, Rela Habiskan 10 Jam, Janji Dipajang di Istana Baru
Perekam video dan Suherna pun berbincang-bincang mengenai penyakit yang dialami Rizal tersebut.
Kendati demikian, pemilik akun justru merasa Suherna melakukan tindakan penipuan.
"Modusnya menipu di rumah sakit, yang ada di sekitaran jakarta. Di mana pun ada rumah sakit akan dia datangi," kata pemilik akun dalam keterangan videonya.
Pemilik akun bercerita, awalnya ia sedang bersama temannya mendatangi salah satu rumah sakit di Jakarta.
Kemudian, Suherna datang meminta tolong untuk dipesankan taksi online.

"Sambil menunggu gocar datang ,bertanyalah kami anaknya sakit apa," kata pemilik akun.
Kepada pemilik akun, Suherna bercerita bahwa anaknya baru saja operasi baypass jantung dan sudah menderita gagal ginjal.
Selain itu, Suherna juga mengatakan anaknya itu mengidap kanker di kepala sehingga akan dilakukan tindakan operasi.
"Ibu Suherna bilang after operasi anaknya butuh kursi roda agar nanti waktu kontrol tidak kesulitan, karna anaknya harus dipasang oksigen," katanya.
"Kemudian ada salah satu pasien disana memberikan uang tunai sebesar 300rb rupiah, tujuannya agar Rizal bisa membeli kursi roda second," tambahnya.
Melihat kondisi Rizal yang memprihatinkan, pemilik akun pun berinisiatif untuk mengadakan open donasi agar bisa mendapatkan kursi roda yang layak.
Namun, keanehan pun dilihat langsung oleh pemilik akun.
Baca juga: NASIB Sandra Dewi Terancam Diseret, 7 Tahun Suami Korupsi Timah, Kamaruddin:Gak Mungkin Dia Tak Tahu
Anak yang disebut oleh ibunya baru menjalani operasi dan mengidap kanker itu berlari-lari layaknya orang sehat.
"Tapi ternyata, setelah alamat yang bersangkutan saya konfirmasi. Betapa kagetnya melihat Rizal bermain sambil berlari lari seperti anak yang sehat," tuturnya.
Berdasarkan penelusuran pemilik akun, ini bukan pertama kalinya ibu tersebut melakukan dugaan penipuan.
"Keterangan dari wakil RT setempat Bapak Gunadi, Ibu Suherna ini sudah beberapa kali mendapat kasus yang sama," katanya.
"Terakhir ibu suherna kedapatan mencuri 2 buah ponsel di salah satu RS yang ada di Ciledug, hingga mendatangkan aparat kepolisian," tambahnya.
Selain itu, lanjut pemilik akun, Suherna juga kerap menjebak ojol yang ia pesan ke rumahnya.
"Bu suherna juga kerap kali menjebak ojol yang dia pesan dari rumahnya dengan dalih di-carter PP," bebernya.
"Tapi begitu sudah ditunggu berjam-jam Ibu Erna dan rizal malah pulang menggunakan gocar yang di pesankan orang lain. Seperti kasus saya di atas," tukasnya.
Diduga Akting
Dalam unggahan lainnya, pemilik akun bercerita saat dirinya menelusuri tempat tinggal Suherna dan Anaknya.
"Pencarian rumah Izan gue dibantu wakil ketua RT setempat, dan menurut keterangan beliau, kita bukan orang yang pertama," ujarnya.
"Tetangga sekitar juga menuturkan bahwa Izan sangat jago akting, begitu melihat video dari handphone gue," tambahnya.
Baca juga: VIRAL Lagi Curhat Sandra Dewi Dipaksa Harvey Moeis Belanja Gegara Terlalu Hemat, Kini Jadi Tersangka
Pemilik akun pun bertemu dengan Erna di rumahnya dan berbincang.
Ia sempat mengatakan bahwa dirinya bisa mengetahui jika Erna berbohong, tetapi Erna tetap dengan pengakuannya.
Selain itu, pemilik akun juga mengetahui bahwa Erna memiliki ponsel, padahal sebelumnya mengaku tidak.
Adapun, mengenai uang donasi yang telah diberikan padanya, pemilik akun bersedia untuk mengembalikan uang tersebut atau menyalurkannya untuk kebutuhan lain.
(*/TRIBUN-MEDAN.com)
Baca juga: Rumy Alqahtani Kepedean? Miss Universe Bantah Keikutsertaan Arab Saudi Tahun Ini
Baca juga: TERKUAK Asal Uang Kades Wunut hingga Bisa Bagi-bagi THR Rp400 Ribu ke Warga, Sudah 2 Tahun Jalan
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.