Viral Medsos
IRAN vs ISRAEL Pecah, Kapal Perang Rusia Dilengkapi Rudal Hipersonik Meluncur ke Laut Mediterania
Serangan Iran tersebut sebagai balasan atas serangan Israel terhadap konsulat mereka di Damaskus, Suriah, pada 1 April 2024.
TRIBUN-MEDAN.COM - Iran menggempur Israel dengan serangan drone dan rudal pada Sabtu (13/4/2024) malam.
Serangan Iran tersebut sebagai balasan atas serangan Israel terhadap konsulat mereka di Damaskus, Suriah, pada 1 April 2024.
Terekam video detik-detik Israel kewalahan menghadapi 200 rudal yang ditembakan Iran ke wilayah Israel hingga menghancurkan pemukiman.
Iran setidaknya meluncurkan sebanyak 200 rudal dan drone yang berlangsung sekitar lima jam ke arah Israel yang sebagian besar diklaim berhasil dijatuhkan.
Dikutip dari Tribunnews.com, dilaporkan serangan ini menyebabkan negara zionis sangat kewalahan menangkal serangan.
Segenap sistem pertahanan Iron Dome bekerja keras menembaki drone dan roket-roket yang menyerang negeri itu.
Sebagian besar rudal dicegat di luar wilayah Israel oleh sistem pertahanan udara, menurut militer Israel.
Saat ini belum ada laporan mengenai korban luka akibat serangan Iran.
Sistem Pertahanan Udara Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah juga mencegat beberapa drone Iran.
Menyusul serangan Iran, kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon juga meluncurkan lusinan roket ke Israel.
Lebih dari 55 roket telah ditembakkan dari Lebanon ke Israel selama satu jam terakhir, menurut juru bicara militer Israel.
Hal ini terjadi setelah sekitar 40 roket ditembakkan ke Israel dari Lebanon Selatan pada hari Jumat.
Hizbullah mengatakan mereka telah menembakkan roket ke posisi artileri Israel sebagai tanggapan atas serangan Israel baru-baru ini dan untuk mendukung rakyat Palestina di Gaza.
Israel Klaim 99 Persen Tembak Jatuh Rudal Iran
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu buka suara terhadap serang Iran ke negaranya. Dia meyakini Israel akan menang.
"Kami mencegat, kami memukul mundur, bersama-sama kami akan menang," ungkap Netanyahu, dikutip dari Reuters, Minggu (14/04/2024).
Netanyahu menyatakan negaranya siap menghadapi serangan dari Iran. Dia juga menegaskan "bahwa siapa pun yang mencelakai kami, kami akan mencelakai mereka".
"Dalam beberapa tahun terakhir, dan khususnya dalam beberapa pekan terakhir, Israel telah bersiap menghadapi serangan langsung oleh Iran. Sistem pertahanan kami telah dikerahkan, kami siap menghadapi skenario apa pun, baik secara defensif maupun ofensif," tegas dia.
"Negara Israel kuat. IDF (Angkatan Bersenjata Israel) kuat. Masyarakat juga kuat," pungkasnya.
"Kami telah menetapkan prinsip yang jelas: Siapa pun yang mencelakai kami, kami akan mencelakai mereka. Kami akan mempertahankan diri kami terhadap ancaman apa pun dan akan melakukannya dengan tenang dan penuh tekad."
Militer Israel mengklaim angkatan bersenjata berhasil menembak jatuh lebih dari 99 persen drone dan rudal Iran.
Mereka juga menyatakan tengah menyusun tindakan lanjutan atas serangan ini.
TV Channel 12 Israel menyebut seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya menyatakan akan ada respons signifikan terhadap serangan drone Iran tersebut.
Kepala juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, menyebut tindakan Iran sangat serius dan mendorong kawasan itu menuju eskalasi.
"Iran meluncurkan puluhan rudal darat ke Israel, termasuk lebih dari 10 rudal jelajah, dan sebagian besar dicegat di luar perbatasan Israel,"kata Hagari.
"Salvo Iran menyebabkan kerusakan ringan pada satu fasilitas militer Israel,"lanjutnya.
Sementara itu Presiden AS Joe Biden, yang bertemu dengan tim keamanan nasionalnya di Washington pada hari Sabtu, mengatakan dalam sebuah postingan di media sosial bahwa komitmen AS terhadap keamanan Israel terhadap ancaman Iran sangat kuat. Joe Biden pun mengutuk keras serangan Iran terhadap Israel.
Biden menyatakan komitmen AS membantu Israel menghancurkan seluruh drone hingga rudal kiriman Iran.
Dilansir BBC, Minggu (14/4/2024), Biden mengatakan ia telah mengarahkan pesawat militer AS beserta kapal perusak pertahanan rudal balistik ke wilayah tersebut selama sepekan terakhir.
"Berkat pengerahan ini dan keterampilan luar biasa dari anggota militer kami, kami membantu Israel menghancurkan hampir semua drone dan rudal yang masuk," kata Biden.
"Saya mengutuk keras serangan-serangan ini," sambungnya.
Namun demikian, Biden menegaskan Washington tidak mendukung segala bentuk serangan balasan Israel terhadap Iran.
Penegasan itu disampaikan oleh Biden saat berbicara via telepon dengan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu pada Sabtu (13/4/2024) waktu AS atau Minggu (14/4/2024) WIB, setelah serangan udara Iran menghujani wilayah Israel.
"Saya mengatakan kepadanya (Netanyahu) bahwa Israel menunjukkan kapasitas luar biasa untuk bertahan, melawan dan mengalahkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahwa mereka tidak bisa secara efektif mengancam keamanan Israel," ujar Biden.
Iran telah menegaskan bahwa rentetan serangan udara yang dilancarkan terhadap wilayah Israel itu merupakan respons terhadap apa yang disebutnya sebagai "tindakan agresif rezim Zionis terhadap Kedutaan Besar Iran di Damaskus" -- merujuk pada serangan Tel Aviv pada awal bulan ini.
Iran juga menyebut serangannya terhadap Israel sebagai "pertahanan diri yang sah" berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pesan Iran Jelas, Setiap Jengkal Israel Kini Bisa Dijangkau Rudal Mereka
Para pemimpin Iran menyatakan operasi ‘Janji Kebenaran’ ke Israel telah dituntaskan dalam satu gelombang serangan rudal dan drone kamikaze, Minggu (14/4/2024).
Operasi pembalasan atas serangan Israel ke konsulat Iran di Damaskus itu dinyatakan berhasil mencapai sasaran secara presisi.
Mantan inspektur senjata PBB yang juga purnawirawan Marinir AS, Scott Ritter, memuji keberhasilan aksi Iran yang dinilainya sangat bagus.
Bukan kerusakan dan korban di pihak Israel yang ia pandang sangat luar biasa. Tapi pesan yang disampaikan Iran sangat jelas dan dibaca warga dunia.
Teheran mengirimkan pesan bahwa kini tak ada sejengkalpun tanah di Israel yang aman dari jangkauan rudal balistik Iran.
Jika selama ini ancaman Iran ke Israel dipahami hanya gertak sambal, pasukan rudal Iran telah membuktikan kemampuan mereka.
Pesan yang sama juga ditujukan ke AS. Bahkan Pentagon sudah merasakan secara langsung kehebatan rudal Iran saat pangkalan militer AS di Irak dihantam telak beberapa tahun lalu.
Serangan 300 rudal dan drone Iran, yang juga serentak diikuti aksi Houthi Yaman serta Hizbullah Lebanon, praktis bukan pemantik perang skala kawasan.
Ini tampak dari pernyataan militer Iran yang menegaskan operasi balasan ke Israel sudah berakhir. Hanya ada satu gelombang serangan pada dini hari itu.
Pernyataan pengakhiran serangan itu disertai peringatan ke Israel, jika mereka membalas akan menerima balasan jauh lebih dahsyat.
Sejumlah pengamat geopolitik Timur Tengah membaca, rencana serangan Iran sebenarnya telah diinformasikan ke pihak lain, terutama AS melalui Kedubes Swiss di Teheran.
Ini mirip dengan serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Erbil. Pentagon telah mendapat informasi lebih awal, yang memberi waktu mereka mengamankan aset penting dan para prajuritnya.
Israel pasti juga telah menerima informasi ini lebih awal, yang memberi kesempatan pasukan Iron Dome bersiaga di unit-unit rudal pencegatnya.
Informasi serangan Iran juga membuat pasukan AS di Irak dan Suriah serta skuadron udaranya di Timur Tengah mengetahui melintasnya rudal dan drone Iran di Irak dan Yordania.
Inggris pun menerbangkan jet-jet tempurnya dari Siprus Utara guna membantu mencegat rudal-rudal Iran saat melesat menuju Israel.
Yordania Tembak Jatuh Rudal Israel sebelum Memasuki Israel
Di sisi lain, Yordania turut menembak jatuh puluhan drone Iran yang melintasi wilayah udaranya menuju Israel dengan jet tempur.
Mengutip The Jerusalem Post, hal itu seakan menjadi pertanda transformasi Angkatan Udara Yordania dari yang mulanya merupakan musuh menjadi sekutu penting bagi Israel.
Diketahui, sejak Israel membantu Raja Hussein menumpas pemberontakan Palestina pada 1970, kedua angkatan udara tersebut pun tak pernah terlibat lagi dalam pertempuran.
Yordania pun meneken perjanjian damai dengan Israel pada akhir 1994.
Setelahnya, Amerika Serikat meremajakan angkatan udara Yordania dengan mengganti jet yang telah lama dengan memasok lusinan unit jet F-16 yang diperbaharui.
Lalu sekitar satu dekade lalu, Israel mengirimkan 16 pesawat Kobra nonaktif ke Yordania untuk melawan kelompok ISIS.
Sebanyak 12 unit helikopter ditugaskan, sedangkan sisanya digunakan untuk suku cadang.
Dalam beberapa tahun terakhir, Yordania pun melanjutkan untuk menyerang perdagangan narkoba yang terkait dengan Iran di Suriah.
Pertahanan udara Yordania masih mengandalkan sistem rudal Hawk yang berusia puluhan tahun dan kini tak digunakan lagi untuk mencegat pesawat nirawak Iran menggunakan F-16.
Kapal Perang Rusia Meluncur ke Laut Mediterania
Diwartakan Reuters, sebuah kapal perang milik Angkatan Laut Rusia yang dilengkapi dengan rudal hipersonik Kinzhal memasuki Laut Mediterania melalui Terusan Suez pada Minggu (14/4/2024).
Merapatnya kapal perang yang dilengkapi udal hipersonik itu setelah Iran meluncurkan serangan ke Israel pada Sabtu (13/4/2024) malam waktu setempat.
Namun, pihak Kementerian Pertahanan Rusia menjelaskan, kapal perang Marshal Shaposhnikov hadir sebagai bagian dari latihan yang telah direncanakan, laporan Reuters.
Pihak Rusia mengatakan kapal perang ini akan terus melaksanakan tugas yang diberikan berdasarkan rencana ekspedisi. Namun tidak memberikan lebih rinci.
Kapal perang Marshal Shaposhnikov merupakan kapal perusak kelas yang dimodernisasi sebagai fregat.
Kapal ini bertugas di Armada Pasifik Angkatan Laut Rusia sejak tahun 1985 silam.
Kapal ini sempat menggelar latihan anti-kapal selam di Laut China Selatan (LCS) pada awal Februari 2024 lalu.
Tanggapan Hamas
Kelompok Hamas buka suara mengenai serangan drone dan rudal yang dilancarkan Iran ke wilayah Israel pada Sabtu malam (13/04/2024).
Hamas menyebut serangan itu adalah hak kodrati yang dimiliki oleh Iran. "Operasi militer yang dilakukan Iran terhadap entitas Zionis adalah hak kodrati dan merupakan respons terhadap kejahatan yang menargetkan konsulat di Damaskus," kata kelompok Palestina itu dalam sebuah postingan di Telegram, dikutip dari Aljazeera, Minggu (14/04/2024).
Hamas menegaskan, setiap negara dan masyarakat di kawasan tersebut memiliki hak membela diri terhadap serangan Israel.
Mereka menyerukan negara Arab untuk bersatu dan melanjutkan langkah untuk 'membanjiri' Al-Aqsa. "Kami menyerukan kepada negara Arab dan Islam kami, masyarakat bebas di dunia dan kekuatan perlawanan di kawasan untuk melanjutkan dukungan mereka terhadap Al-Aqsa," kata mereka mengacu pada serangan 7 Oktober terhadap Israel.
Tanggapan Negara-negara di Dunia
1. Iran
Presiden Iran Ebrahim Raisi menegaskan, serangan udara yang diluncurkan pihaknya merupakan bentuk pertahanan diri yang sah.
Presiden Raisi pun memuji IRGC sebagai "orang-orang pemberani" yang "memberikan pelajaran kepada rezim Zionis".
"Hukuman terhadap agresor yang merupakan janji sebenarnya dari pemimpin tertinggi telah dipenuhi," kata Ebrahim, seperti dilansir Al Jazeera.
Dia menambahkan bahwa operasi tersebut "dalam kerangka hak pembelaan diri yang sah" sebagai tanggapan atas tindakan agresif Israel.
2. China
Dilansir BBC, Minggu (14/4/2024), China menyerukan 'pengendalian diri' dalam menyikapi konflik usai serangan tersebut.
China menyatakan pihaknya "sangat prihatin dengan eskalasi yang terjadi saat ini", dan menambahkan bahwa pihaknya meminta "pihak-pihak terkait untuk tetap tenang dan menahan diri untuk menghindari peningkatan ketegangan lebih lanjut".
China dikenal memiliki hubungan diplomatik dan ekonomi yang erat dengan Iran.
Sementara AS dalam sepekan terakhir telah menyerukan China untuk mendesak Iran agar tidak melancarkan serangan balasan terhadap Israel.
"Namun, para pejabat AS secara pribadi mengatakan mereka tidak melihat bukti bahwa China telah memberikan tekanan terhadap Iran," menurut laporan BBC.
3. Arab Saudi
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi lewat akun X resminya menyampaikan rasa keprihatinannya atas eskalasi kawasan Timur Tengah, Minggu (14/4/2024).
"Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan keprihatinan mendalam atas perkembangan eskalasi militer di kawasan dan dampak seriusnya serta mendesak semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan melindungi kawasan dan rakyatnya dari bahaya perang," tulis Kemlu Arab Saudi.
Saudi meminta semua pihak menahan diri demi keselamatan warga dari bahaya yang timbul akibat konflik antarnegara.
Kemlu Saudi juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk menjaga perdamaian.
"Kemlu Saudi menegaskan kembali sikap Kerajaan Saudi, mendesak DK PBB untuk memenuhi kewajibannya menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Kawasan ini penting untuk perdamaian dan keamanan global, dan DK PBB harus bertindak untuk mencegah peningkatan krisis, yang dapat menimbulkan konsekuensi serius," tulis Kemlu Saudi.
4. Qatar
Qatar, salah satu negara Arab yang dekat dengan Iran, menyampaikan perhatiannya terhadap kondisi terbaru ini.
Dilansir CNN, Qatar menyerukan semua pihak untuk "menghentikan eskalasi, meredakan ketegangan, dan menahan diri secara maksimal."
5. Mesir
Mesir, negara Arab di Afrika Utara yang berbatasan dengan Israel, menyatakan kondisi saat ini adalah hasil akibat dari perang oleh Israel di Jalur Gaza.
6. Pakistan
Pakistan, negara mayoritas Islam terbesar di dunia yang juga tetangga Iran, mengatakan serangan Iran ke Israel adalah konsekuensi gagalnya diplomasi.
6. Inggris
Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, mengatakan akan melindungi keamanan Israel dan negara-negara tetangganya.
Inggris mengupayakan stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah untuk mencegah pertumpahan darah. "Saya mengutuk sekeras-kerasnya terhadap serangan sembrono rezim Iran terhadap Israel. Iran sekali lagi maksudnya untuk menuai kekacauan di halaman belakang rumahnya sendiri," cuit Sunak di akun X-nya, Mingu (14/4/2024).
"Inggris (UK) akan terus membela keamanan Israel dan semua sahabat regional kami, termasuk Yordania dan Irak," sambungnya.
7. Jerman
Dilansir BBC, Jerman juga mengutuk sekeras-kerasnya serangan Iran terhadap Israel. Hal ini disampaikan oleh Kanselir Olaf Scholz lewat juru bicara.
"Dengan serangan yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat dibenarkan ini, Iran mempertaruhkan konflik regional. Jerman berada di sisi Israel," kata juru bicara tersebut.
8. Prancis
Dilansir AFP, pernyataan disampaikan oleh Menteri Luar negeri Prancis, Stephane Sejourne.
"Prancis menegaskan kembali ikatan terhadap keamanan Israel dan menjamin solidaritasnya," cuit Stephane Sejourne di akun X-nya.
Menurut Stephane Sejourne, aksi Iran telah membuat Timur Tengah menjadi tidak stabil.
Prancis mengecam Iran yang menyerang Israel. "Prancis mengutuk keras serangan yang dilancarkan Iran terhadap Israel," cuitnya.
"Dengan memutuskan tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, Iran mengambil langkah baru dalam tindakan destabilisasi dan mengambil risiko peningkatan militer," jelasnya lagi.
9. Kanada
Dilansir CNN, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan negaranya mendukung Israel.
Trudeau mengutuk aksi serangan Iran. "Kanada tegas mengutuk serangan udara Iran terhadap Israel," tegas Trudeau.
"Kami mendukung Israel. Setelah mendukung serangan brutal Hamas pada 7 Oktober, aksi terbaru rezim Iran dapat mendestabilitasi kawasan dan membuat perdamaian semakin sulit," kata Trudeau.
"Kami mendukung hak mempertahankan diri Israel dan warganya dari serangan-serangan itu,"pungkas Trudeau.
10. Jepang
Jepang menilai serangan Iran tersebut justru semakin memperburuk situasi di Timur Tengah.
"Serangan ini semakin memperburuk situasi Timur Tengah saat ini," kata pernyataan menteri luar negeri Jepang seperti dilansir Al Jazeera.
Jepang mengaku prihatin atas serangan tersebut. Jepang turut mengutuk keras serangan yang memicu eskalasi.
"Kami sangat prihatin dan mengutuk keras eskalasi semacam ini,"tegasnya.
11. Rusia
Rusia turut prihatin atas eskalasi di Timur Tengah setelah serangan Iran terhadap Israel.
Rusia lantas menyerukan agar seluruh pihak dapat menahan diri. "Kami sangat prihatin dengan eskalasi berbahaya lainnya di Timur Tengah dan menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri," kata Kementerian Luar Negeri Rusia, menurut sebuah unggahan di Telegram oleh kantor berita Rusia TASS, seperti dilansir Al Jazeera.
Rusia berharap ketegangan di Timur Tengah dapat diselesaikan antar-negara secara diplomatik.
"Kami berharap masalah-masalah di Timur Tengah akan diselesaikan oleh negara-negara melalui cara-cara politik dan diplomatik," tambah kementerian tersebut.
12. Indonesia
Indonesia turut prihatin dengan konflik yang terjadi antara Iran dan Israel.
Indonesia menyerukan semua pihak menahan diri.
"Indonesia sangat prihatin atas eskalasi situasi keamanan di Timur Tengah dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri," demikian keterangan Kemlu.
Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB segera bertindak menurunkan ketegangan tersebut. Termasuk melakukan gencatan senjata Israel terhadap Palestina.
"Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB segera bertindak untuk menurunkan ketegangan dan terus berupaya menciptakan perdamaian di Timur Tengah, termasuk menghentikan pendudukan ilegal Palestina dan berbagai pelanggaran hukum internasional oleh Israel," ujar Kemlu.
Kemlu kembali menyerukan solusi dua negara. Menurutnya, solusi tersebut menjadi kunci stabilitas keamanan kawasan.
"Penyelesaian masalah Palestina yang adil melalui Two-State Solution akan menjadi kunci terciptanya stabilitas keamanan Kawasan,"jelasnya.
(*/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Baca juga: RESMI PENAMAAN KKB Papua Menjadi OPM, Ini Alasan Panglima TNI dan Dampaknya terhadap Masyarakat
Baca juga: DAFTAR NAMA 6 Prajurit TNI Membelot ke KKB Papua/OPM, Di Antaranya Lukius dan Yotam Bugiangge
Iran Vs Israel
rudal
Kapal Perang Rusia
rudal hipersonik rusia
Iran gempur Israel dengan rudal
Tribun-medan.com
| REKAM JEJAK Brigjen Yusri Yunus, Daftar Jabatan Penting di Polri Pernah Diemban Yusri Yunus |
|
|---|
| DUDUK PERKARA Oknum TNI Prada SA Ngamuk di Tempat Hiburan Malam, TNI AD Usut Asal Senjata Api |
|
|---|
| SOSOK Brigjen Yusri Yunus Petinggi Polri Meninggal Tadi Malam, Yusri Rekan Seangkatan Kapolri |
|
|---|
| Nasib Oknum Polisi M Yunus Tendang Pengendara, Kapolres Prabumulih Diminta Bertindak, Kronologinya |
|
|---|
| Paniknya Pejabat Ini Tiba-tiba Didatangi Petugas dan Ditangkap, Puluhan Juta Uang di Bawah Meja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Serangan-rudal-dan-drone-Iran-ke-Israel-berlangsung-selama-5-jam.jpg)