Tribun Wiki
Perbedaan Ular Weling, Ular Welang, dan Ular Cincin Emas, Balita Tewas Dalam Sekali Gigit
Simak perbedaan antara ular weling, ular welang, dan ular cincin emas yang rupa dan bentuknya mirip
"Bedanya ular welang dan weling dari ekornya. Ekor welang tumpul, ekor weling lancip, warna hitam putihnya, bagian perutnya polos, kalau welang hitamnya melingkar sampai bawah," katanya.
Penjelasan Panji Petualang terkait ciri fisik ini juga sesuai dengan yang disampaikan peneliti reptil dan amfibi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy, seperti yang dimuat Kompas.com
Pertama, ia menyebut pola belangnya memang berbeda. Ular welang, warna hitam putih atau hitam kuning sampai ke bagian perut, sedangkan ular weling warna hitam putihnya hanya sampai punggung, dan perutnya putih.
Baca juga: Lantai Terpaksa Dibongkar, Ular Piton Berukuran Empat Meter Diamankan dari Rumah Warga
Kedua, sesuai juga dengan kata Panji, bahwa bentuk ujung ekor ular welang tumpul, sedangkan ular weling justru lancip.
Ketiga, ciri lain yang disebutkan Amir adalah welang memiliki tanda V terbalik pada kepalanya, sedang ular weling tak memiliki tanda tersebut.
Peneliti LIPI itu juga menyebut, ular welang jarang ditemukan manusia karena kebanyakan hidup di area hutan. Berbeda dengan ular weling yang justru lebih banyak ditemukan di permukiman dan persawahan.
Ia juga menyebut, kedua ular itu sangat berbahaya karena memiliki bisa yang tinggi.
"Kalau didekati orang pun, mereka (weling dan welang) tidak lari karena punya bisa yang tinggi sehingga tidak takut dengan manusia," katanya.
Baca juga: Ular Penis, Meski Menyeramkan Tapi Tidak Berbahaya
Oleh karena itu, jangan sampai mendekati dan mengganggu ular tersebut agar tak terkena gigitan mematikannya.
Hal ini juga sempat disampaikan Panji Petualang dalam vlog yang dilansir sebelumnya. Ia menyebut, kedua ular itu sangat berbahaya.
"Racunnya sama aja karena satu kerabat, satu family," katanya.
Pada video itu, Panji juga menjelaskan soal ular weling yang ditemukannya. Ia menyebut, bisa ular yang ditemukannya itu enam kali lebih mematikan dari ular kobra.
"Bisanya enam kali lebih mematikan daripada kobra," ujarnya.
Menurutnya, karakternya tak seagresif ular kobra, tapi gigitannya bisa menyebabkan kematian.
"Walaupun tergolong ular yang tidak agresif seperti kobra, lebih santai lebih kalem, tapi satu gigitannya bisa membunuh manusia dalam hitungan hari," kata Panji Petualang.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.