Berita Viral

MOMEN Megawati Akui Dirinya Ratu PDIP di Depan Kader: Mungkin Aku Cantik, Pintar, Tapi Ratu Preman

Inilah momen saat Megawati akui dirinya ratu PDIP di depan para kadernya. Diketahui, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawat

Editor: Liska Rahayu
KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat berpidato dalam penutupan rakernas kelima PDI-P, Minggu (26/5/2024). 

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah momen saat Megawati akui dirinya ratu PDIP di depan para kadernya.

Diketahui, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri kembali menyebut bahwa dirinya “Ratu Preman” saat menutup rapat kerja nasional (rakernas) ke-5 PDI-P, Minggu (26/5/2024).

Sebelumnya, Megawati juga sempat menceritakan julukan tersebut dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PDI-P pada 10 Januari 2023.

Kali ini, di hadapan peserta rakernas ke-5 PDI-P, Megawati kembali mengatakan bahwa dirinya “Ratu Preman” karena sebagai pemimpin tidak mudah percaya begitu saja.

Lalu, berani turun ke masyarakat dan mencari tahu perihal masalah yang dihadapi rakyat.

“Mungkin tampangku cantik, pintar seperti baik hati, ratunya PDI Perjuangan, eh tapi aku ya 'ratu preman’ lho,” katanya di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta, Minggu.

Megawati menceritakan hal tersebut saat memberi pengarahan kepada semua kader PDI-P untuk turun ke masyarakat dalam momen pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.

Bukan hanya untuk mencari elektabilitas, dia menegaskan bahwa para kader PDI-P harus memberikan pengetahuan yang benar kepada masyarakat tentang memilih pemimpin yang benar.

Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat berpidato dalam penutupan rakernas kelima PDI-P, Minggu (26/5/2024).
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat berpidato dalam penutupan rakernas kelima PDI-P, Minggu (26/5/2024). (KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)

Presiden ke-5 RI ini lantas menyinggung perihal realita pemberian amplop kepada masyarakat saat kontestasi politik.

Dia meminta agar masyarakat diberi pengetahuan jangan sampai dibohongi.

Kemudian, Megawati menceritakan pengalamannya mendengarkan curahan hati dari masyarakat yang dibohongi perihal isi uang dalam amplop.

“Turun ke akar rumput untuk persiapan Pilkada. Digalang rakyat, dikasih pengetahuan. Kasih tahu kalau di amplop ada Rp 1 juta, umpanya dalam amplop nilainya Rp 300.000 terus di-seal, terus dibilang ini jumlahnya Rp 1 juta loh. Terus KTP difoto, yang bahaya pakai KTP karena katanya tanda terima,” ujarnya.

Namun, dia melanjutkan, ternyata setelah dibuka isi amplop tersebut hanya Rp 300.000.

Menurut Megawati, hal seperti itu harus diberi tahu kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya apalagi menggunakan bukti foto KTP.

Hanya saja, dia mengungkapkan bahwa saat itu dia kesal karena rakyatnya dibohongi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved