Makam di Medan Deli Dibongkar

Polisi Selidiki Kasus Tewasnya Wanita yang Makamnya Diekshumasi, Penyebabnya Keluarga Merasa Janggal

Septi merupakan seorang baby sitter yang diduga meninggal tak wajar, usai terjatuh dari sepeda motor saat berboncengan dengan pacarnya bernama Andi.

|
TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH
Septi Yolanda, semasa hidupnya, Rabu (5/6/2024). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Personel Polsek Medan Deli dan Tim Forensik Polda Sumut, melakukan ekshumasi di makam seorang wanita bernama Septi Yolanda (25) di TPU Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli.

Ekshumasi dapat diartikan sebagai menggali kubur untuk keperluan kedokteran kehakiman, jadi jenazah akan dikeluarkan dari kubur kemudian dilanjutkan dengan tindakan autopsi. Seringnya ekshumasi dilakukan karena beberapa waktu setelah penguburan. Timbul kecurigaan bahwa korban meninggal secara tidak wajar.

Septi merupakan seorang baby sitter yang diduga meninggal tak wajar, usai terjatuh dari sepeda motor saat berboncengan dengan pacarnya bernama Andi Setiawan.

Suasana di TPU Tanjung Mulia Hilir, saat pembongkaran makam berlangsung, Rabu (5/6/2024).
Suasana di TPU Tanjung Mulia Hilir, saat pembongkaran makam berlangsung, Rabu (5/6/2024). (TRIBUN-MEDAN/ALFIANSYAH)

Kejadian itu, terjadi di kawasan Pasar IV Mabar, Kecamatan Medan Deli, pada Minggu (26/5/2024) malam.

Menurut Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Panggil Sarianto Simbolon, pembongkaran makam tersebut didasari oleh keinginan pihak keluarga yang merasa janggal atas meninggalnya korban.

"Kalau itu ada kecurigaan dari pihak keluarga pada saat memandikan mayat, katanya ada kurang ditubuh korban ada tanda-tanda yang kurang pas," kata Simbolon kepada Tribun-medan, Rabu (5/6/2024).

Ia menjelaskan bahwa, saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan jenazah korban dari tim Forensik.

Simbolon juga mengaku, belum bisa menyimpulkan penyebab pastinya kematian korban.

"Karena yang bisa menentukan itu, apakah itu ada benturan atau bagaimana, itu dari pihak forensik," sebutnya.

Dikatakannya, setelah Ekshumasi itu dilakukan pihaknya akan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi termasuk melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

Sebab, awalnya laporan yang diterima oleh pihak kepolisian bahwa korban meninggal dunia karena mengalami kecelakaan.

"Informasinya seperti itu (kecelakaan), dari pihak keluarga sendiri. Kita akan memeriksa saksi-saksi dulu, dan mengecek TKP kembali," ujarnya.

Selain itu, Simbolon menyampaikan bahwa pihaknya juga telah memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di lokasi korban terjatuh.

"CCTV juga sudah kita ambil, memang ada korban jatuh tapi kita nggak tahu apa sebelumnya ada terjadi pidana lain," bebernya.

Kedepannya, petugas juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pacar korban yang ketika itu memboncengnya.

"Kita nggak bisa masuk ke yang diduga dulu (pacarnya), karena semua ada tahapan-tahapannya," pungkasnya.

(cr11/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter   dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved