Ibadah Haji

3 Jemaah Haji Asal Sumut Meninggal Dunia di Mekkah, Berikut Daftar Namanya

Kabar duka kembali diumumkan Embarkasi Medan, bertambah satu jemaah haji asal Sumatera Utara meninggal dunia di Tanah Suci, Rabu (12/6/2024).

|
TRIBUN MEDAN/HUSNA FADILLA TARIGAN
Pemberangkatan jemaah haji kloter 25 yang merupakan kloter terakhir melalui Embarkasi Medan, Senin (10/6/2024). (Tribun Medan/Husna) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kabar duka kembali diumumkan Embarkasi Medan, bertambah satu jemaah haji asal Sumatera Utara meninggal dunia di Tanah Suci, Rabu (12/6/2024).

Sekretaris PPIH Embarkasi Medan Zulfan Efendi mengatakan, jemaah haji yang wafat atas nama Ramdansyah Kocik Mahmud Pohan (63 tahun) Kloter 12 asal Kabupaten Deli Serdang wafat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Mekah.

Sebelumnya jemaah wafat atas nama Aurisnayati Abdul Jalil (61 tahun) Kloter 12 asal Kabupaten Deli Serdang, wafat di Rumah Sakit Arab Saudi Mekah tanggal 7 Juni 2024 dan Ruhum Hasibuan (61 tahun) Kloter 10 asal Kabupaten Padang Lawas, wafat di Rumah Sakit King Faisal Mekah tanggal 9 Juni 2024.

Sekretaris PPIH embarkasi Medan menyebutkan, Kementerian Agama memastikan jemaah haji yang wafat akan dibadalhajikan dan mendapat asuransi.

“Asuransi diberikan sejak jemaah masuk asrama, waktu pemberangkatan, dan ketika mereka masih di asrama saat pemulangan," jelasnya.

Zulpan Efendi menyampaikan bahwa ada dua jenis asuransi yang disediakan, yaitu asuransi jiwa dan kecelakaan. Jemaah wafat diberikan asuransi sebesar minimal Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) per embarkasi.

"Jemaah wafat karena kecelakaan diberikan dua kali Bipih per embarkasi. Sementara jemaah kecelakaan yang mengalami cacat tetap, diberikan santunan dengan besaran yang bervariasi antara 2,5 persen sampai 100 persen Bipih per embarkasi,” ungkapnya.

Berikut rangkaian puncak ibadah haji:
Rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna, akan berlangsung pada 8 Zulhijah pukul 07.00 - 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Pada waktu tersebut proses mobilisasi jemaah dari hotel di Mekkah menuju Arafah. Selanjutnya jemaah diarahkan untuk menempati tenda-tenda yang telah disediakan di Arafah.

Kemudian di malam hari dilaksanakan mabit atau malam bina iman dan taqwa atau bermalam di Arafah.

Pada 9 Zulhijah dilakukan wukuf di Arafah yang dimulai dengan pelaksanaan khutbah wukuf dan salat dzuhur berjemaah secara jamak qasar dengan salat ashar.

Setelah itu secara bertahap, para jemaah haji diberangkatkan ke Muzdalifah dan bermalam di Muzdalifah untuk mengambil batu kerikil.

Secara bertahap para jemaah haji diberangkatkan ke Mina untuk mabit sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Pada 10 Zulhijah, para jemaah haji beristirahat di Mina, selanjutnya, berangkat menuju Jamarat untuk melaksanakan lempar Jumrah Aqobah sebanyak 7 kali sesuai jadwal yang ditetapkan PPIH.

Kemudian melakukan tahalul atau mencukur rambut dan kembali ke tenda di Mina untuk selanjutnya beristirahat dan para jemaah haji sudah bisa mengganti pakaian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved