Sumut Memilih

Sosok Desi Pohan, Mantan Jurnalis Perempuan Maju Wakil Bupati Batubara

Mantan jurnalis perempuan disalah satu televisi nasional itu pun telah bulat tekat maju sebagai wakil bupati Batubara. 

Tayang:
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ANUGRAH
Ramdeswati Pohan menjadi satu satunya perempuan yang mengikuti wawancara di DPD PDIP Sumut sebagai calon kepala daerah Kabupaten Batubara.  

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Ramdeswati Pohan menjadi satu satunya perempuan yang mengikuti wawancara di DPD PDIP Sumut sebagai calon kepala daerah Kabupaten Batubara. 

Desi adalah dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P) Medan. 

Mantan jurnalis perempuan disalah satu televisi nasional itu pun telah bulat tekat maju sebagai wakil bupati Batubara. 

Desi membawa visi membangun sumber daya manusia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kampung halamannya. 

"Saya sudah mendaftar sebagai calon wakil bupati Batubara ke partai PDIP dan PPP. Alasan saya karena Batubara adalah kampung halaman saya.

Besar lahir di sana, keluarga juga. Saya punya tanggungjawab dan terpanggil untuk membangun Batubara lebih baik pembangunan manusianya, dan sejahtera masyarakatnya," kata Desi saat ditemui tribun, Jumat (14/6/2024). 

Desi menilai, Batubara adalah daerah kaya. Sumber daya alamnya melimpah dan berada di posisi strategis.

Batubara memiliki garis pantai yang luas. Di sana terdapat pelabuhan internasional  Kuala Tanjung. 

"Batubara memiliki pantai, pelabuhan internasional, di sana ada Inalum sebagai penghasilan aluminium. Ada perusahaan bertaraf internasional.

Tapi yang menjadi kegelisahan kita bagaimana itu kemudian tidak berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya mereka yang tidak mampu," kata Desi. 

Desi mengatakan, Batubara perlu pembenahan agar pemerintah daerah mendorong peningkatan sumber daya manusia lebih cepat. 

Sektor pendidikan adalah hal yang penting. Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat Batubara hingga tingkat sarjana menyedihkan kata Desi. 

Hal itu menjadi faktor utama masyarakat setempat tidak memiliki ruang menempati posisi strategis di perusahaan yang ada di Batubara. 

"Jadi masyarakat hanya menjadi buruh, karena hanya sedikit sekali yang mengenyam pendidikan sarjana sebagai salah satu persyaratan. Lewat pendidikan kualitas masyarakat juga meningkat.

Pemerintah harus membantu meningkatkan jumlah anak di sana yang bisa kuliah. Kemudian mendorong perusahaan yang ada memberikan beasiswa kepada masyarakat Batubara," kata Desi. 

Jumlah pengangguran terbuka di Batubara juga masih perlu ditekan.

Pemerintah sebut Desi juga harus dapat meramu bagaimana menciptakan penghasilan masyarakat Batubara. 

Misal dengan merangkul para nelayan, pemerintah kata Desi dapat mengelola potensi hasil laut, pertanian dan perkebunan di Batubara agar mendapatkan nilai lebih. 

"Misal pada hasil laut seperti ikan dan lain-lain, pemerintah bisa mengelola hasil laut untuk bisa dijual dalam bentuk jadi, dengan mendirikan pabrik ikan kemudian bisa dijual dalam dan menjadi usaha milik pemerintah. Juga pemerintah memastikan sektor pertanian yang perlu ditopang dengan menjamin pupuk yang terjangkau dan tersedia untuk para petani. Batubara dengan luas perkebunan,sawah adalah potensi yang begitu besar," sambungnya. 

Terakhir Desi mengemukakan perlunya sosok perempuan untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada. 

Mantan  Komisioner Komisi Informasi Sumatera Utara itu pun mengaku siap jika harus dipasangkan PDIP dengan mantan Bupati Batubara Zahir untuk Pilkada 27 November mendatang. 

"Saya adalah satu-satunya perempuan yang ikut wawancara sebagai calon wakil bupati Batubara di PDIP kemarin. Sebagai perempuan saya sampaikan Batubara perlu dibangun untuk masyarakat di sana. Tentu jika saya dipercaya membantu Zahir untuk membangun Batubara ke arah yang lebih saya siap," tutup Desi. 

Profil Desi Pohan

Desi adalah mantan jurnalis perempuan di TV One sejak 2004.

Dia juga pernah menjabat sebagai Komisioner Komisi Informasi Sumatera Utara dan Ketua Forum

Desi juga pernah menjadi Ketua Jurnalis Perempuan Sumut pada 2015- 2018 serta Koordinator Advokasi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). 

Desi adalah alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P) Medan Alumni. 

Sejak 2012 Desi menjadi dosen di sana. 

Kemudian mengambil S2 di USU dan selesai pada 2008.

Desi kemudian menyelesaikan program Doktor Komunikasi Penyiaran di UINSU pada 2022.

(cr17/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved