Sumut Terkini
Update Kasus Mobil Pengangkut BBM Terbakar di Lubuk Pakam, Polisi Sebut Belum Ada Tindak Pidana
Polisi menilai saat ini belum melihat ada tindak pidana. Sampai kini polisi pun masih terus melakukan penyelidikan.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Satreskrim Polresta Deli Serdang belum menemukan dugaan tindak pidana atas peristiwa terbakarnya mobil pick up pengangkut BBM di Jln Lubuk Pakam Galang Desa Pasar Melintang Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Selasa (2/7/2024) malam.
Meski ada ditemukan fakta-fakta bahwa BBM baru saja dibeli dari SPBU dan kemudian dimasukkan dalam beberapa jerigen namun polisi menilai saat ini belum melihat ada tindak pidana.
Sampai kini polisi pun masih terus melakukan penyelidikan.
"Sementara ini belum ada kita temukan tindak pidananya. Mungkin hari ini kami koordinasi sama Labfor untuk menentukan apa penyebab kebakaran. Harus secara ilmiah juga kita tahu apa penyebabnya," ujar Kanit Tipiter Satreskrim Polresta Deli Serdang, Iptu David Erikson Jumat, (5/7/2024).
Pada saat kejadian banyak warga yang mengenali kalau mobil yang terbakar adalah milik F warga Desa Tanjung Mulia Kecamatan Pagar Merbau yang sekaligus merangkap sopir.
Sementara kernetnya adalah R yang merupakan seorang anak dibawah umur yang tinggal di Desa Jati Baru. Selama ini mereka dikenal warga sebagai pengecer BBM di desa-desa.
Mengenai identitas sopir dan kernet ini, David menyebut mereka baru bisa berkomunikasi dengan sang kernet saja.
Sejauh ini ia tidak tahu ada orang lain yang juga terlibat.
Padahal sebelumnya Kapolsek Lubuk Pakam, AKP Rusdi sempat mengatakan kepada awak media bahwa setelah kejadian sopir melarikan diri dan kernet dibawa ke rumah sakit karena mengalami sedikit luka bakar.
"Kalau memang ada yang lain nanti kami dalami lagi. Kami masih wawancara saja sama yang luka ini, karena belum sembuh ya cuma tanya-tanya sambil duduk saja. Nanti kalau sudah sembuh baru kita periksa.
Ya memang mobil yang terbakar itu bukan punya dia. Untuk memastikan mobil siapa nanti kami cek lagilah ke Samsat mobil siapa itu," kata David.
Disampaikan David untuk sementara dari pengakuan sang anak pada petugas, BBM bisa didapatkan setelah membeli dari SPBU.
Kemudian setelah diisi ditangki mobil baru kemudian disedot dengan menggunakan selang dan dipindahkan ke jerigen agar bisa dijual kembali di rumah-rumah.
"Kalau kata dia hanya sendiri dia belanja, memang bukan mobil dia. Dia bilang saat melintas di jalan itu dia mendengar ada lemparan ke bak belakangnya. Setelah berhenti dan dilihat kemudian terbakar. Singkron memang dengan dia cerita.
Barang bukti sudah kita amankan dari TKP dan sudah di gudang kita. Inafis jugakan sudah turun. Tim Labfor lah nanti yang tau apa penyebab kebakaran," ucap David.
| Kejatisu Periksa Pihak BPN hingga Penerima Ganti Rugi Lahan Tol Medan-Binjai Usut Korupsi |
|
|---|
| Baleg DPR RI Serap Aspirasi di Tano Batak, Dorong Percepatan Pengesahan RUU Masyarakat Adat |
|
|---|
| Sentuhan Spiritual Penyuluh Agama Sipispis, Dampingi Lansia Belajar Al-Qur’an |
|
|---|
| Soal Perubahan SPBU Signature, Pemko Siantar Tunggu Keterangan Pertamina Patra Niaga |
|
|---|
| Kesbangpol Klaim, Indeks Kerukunan dan Demokrasi Sumut Meningkat Setiap Tahunnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pemadam-kebakaran-berupaya-memadamkan-api-yang-melahap-mobil-pick-up.jpg)