Jembatan Sei Deli Ambruk

MIRIS! Jembatan Sei Deli Bekas Rel Kereta Api Jaman Belanda Penghubung 3 Kecamatan di Medan Ambruk!

Jembatan Sei Deli Medan Pangkalan Masyhur, penghubung tiga kecamatan di Kota Medan, ambruk.

Editor: M.Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Jembatan Sei Deli Medan Pangkalan Masyhur, penghubung tiga kecamatan di Kota Medan, ambruk.

Lokasi tersebut terletak di Jalan Brigjend Katamso, Gang Perbatasan, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun.

Menurut salah seorang warga, Rahmat (60), jembatan tersebut ambruk dan tidak bisa dilalui lagi, sejak Selasa (16/7/2024) sekira pukul 13.00 WIB.

Katanya, saat jembatan tersebut ambruk para siswa sedang melintas di lokasi tersebut.

"Kejadiannya kemarin, jam satu siang pas anak sekolah pulang dan mengenjot-enjot jembatan itu," kata Rahmat kepada Tribun-medan, Rabu (17/7/2024).

Ia mengatakan, kondisi besi jembatan tersebut memang sudah keropos dimakan usia dan sempat terima pohon tumbang.

"Kondisinya memang sudah miring, karena sudah pernah tertimpa pohon. Jembatan ini sudah ada sejak tahun 1973," sebutnya.

Rahmat menjelaskan, jembatan tersebut memang merupakan akses warga setempat dan anak sekolah.

Jembatan yang ambruk itu menghubungkan tiga kecamatan yakni, Kecamatan Medan Polonia, Kecamatan Medan Johor dan Kecamatan Medan Maimun.

"Untuk akses warga lewat di sini, pejalan kaki saja, kalau sepeda motor nggak boleh lewat," ujarnya.

Lebih dari, ia menyampaikan beruntungnya tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam kejadian ambruknya jembatan ini.

"Terjatuh ke bawah nggak ada. Tergeletak saja di lantai dan warga segera menolongnya," ungkapnya.

Katanya, sejak jembatan tersebut ambruk para warga dan anak sekolah yang sering melintas di lokasi tersebut harus mencari jalan lain yang jaraknya jauh dan memakan waktu.

"Harus mutar, naik angkot anak-anak sekolah ini kalau mau pergi sekolah. Mutarnya jauh, jadi ibu-ibu juga pada resah kalau jembatan ini rusak," katanya.

Ia mengungkapkan, jembatan yang ambruk ini begitu berarti bagi warga sekitar untuk memudahkan akses.

Lebih lanjut, dijelaskannya bahwa dia dan warga lainnya berharap agar jembatan yang dibangun diatas rel kereta api itu segera diperbaiki.

"Jembatan ini penting sekali bagi kami, untuk menunjang kegiatan anak sekolah untuk belajar, mulai dari SD, SMP, SMA di sini ada. Harapannya semoga cepat diperbaiki, karena ini jalur lewat anak sekolah," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan III, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Deka Hamdani, jembatan yang ambruk itu merupakan akses penghubung antar tiga kecamatan.

"Iya benar ambruk, setelah dilintasi pelajar sekitar jam satu siang. Anak-anak ini pulang sekolah sekitar lima orang, lewat sambil menggenjot-genjot. Kondisi jembatannya memang sudah miring, sudah nggak gak layak juga," katanya.

Katanya, sebenarnya jembatan merupakan perlintasan kereta api yang dengan inisiatif warga menyulapnya menjadi jembatan, agar memudahkan akses jalan bagi para warga dan juga para pelajar.

"Sebetulnya dulu itu rel kereta api dan dimanfaatkan masyarakat. Itu swadaya, dibuat papan untuk jalan akses anak sekolah. biar bisa ke seberang dan bukan jembatan permanen," sebutnya.

"Kalau jembatan relnya itu sudah lama sekali, sejak zaman Belanda sudah ada. Swadaya masyarakat yang jadikan lintasan jadi jembatan, dikasih papan udah sekitar dua tahun lalu lah," sambungnya.

Deka menyampaikan, pasca ambruknya jembatan tersebut, walikota Medan, Bobby Nasution sempat datang ke lokasi.

Sat itu, walikota Medan sempat menjelaskan bahwa jembatan tersebut akan segera diperbaiki.

Namun, pihak pemerintah kota Medan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak PT KAI, karena jembatan itu berdiri di atas rel kereta api.

"Pas pak wali datang, memang ada rencana memperbaiki. Tapi harus koordinasi dengan PT KAI, karena ini bukan ranah Pemko," ucapnya.

Ia selaku Kepling setempat juga menghimbau kepada seluruh warga, agar tidak nekat mempergunakan jembatan yang ambruk tersebut.

"Imbauan dari saya kepada warga, berhati-hati jangan melintas di situ lagi untuk sementara di tutup total," tuturnya.

Sebelumnya, Beredar sebuah rekaman video amatir, yang memperlihatkan sebuah jembatan ambruk.

Kejadian itu terjadi di Jalan Brigjend Katamso, Gang Perbatasan, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun.

Dari rekaman video yang beredar di media sosial, dampak dari ambruknya jembatan ini tidak bisa dilalui oleh warga termasuk anak sekolah.

Beberapa orang warga dan juga anak sekolah terlihat, tidak bisa melintasi jembatan tersebut lagi.

"Jembatan yang ambruk biasanya dipakai untuk lalu lintas anak sekolah yang tinggal di sekitarnya. Kejadian tersebut akan menganggu aktivitas sehari-hari," tulis dalam keterangan video yang dilihat, pada Rabu (17/7/2024).

Di dalam video tersebut juga terdengar keluhan warga, yang tidak bisa menyebrang akibat ambruknya jembatan itu.

"Miring sudah ini, gimana aku pulang ini," kata perekaman video.

Informasi yang diperoleh oleh Tribun-Medan, peristiwa ambruknya jembatan ini terjadi, pada Selasa (16/7/2024) kemarin.

Sampai saat ini, akses jembatan tersebut telah ditutup sementara oleh pemerintah sempat dan tidak bisa lagi di lalui oleh masyarakat.

(cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved