Berita Viral

Hans dan Rita Tomasoa Sudah 7 Tahun Tak Dikunjungi Anak, Pasrah Dibohongi, Datang Usai Penguburan

Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa pasutri lansia yang tewas membusuk dalam kamar di Bogor ternyata sudah 7 tahun tak dikunjungi anak dan kini baru muncul

KOLASE/TRIBUN MEDAN
Hans dan Rita Tomasoa Sudah 7 Tahun Tak Dikunjungi Anak, Pasrah Dibohongi, Datang Usai Penguburan 

TRIBUN-MEDAN.COMHans Tomasoa (83) dan Rita Tomasoa (73) pasutri lansia yang tewas membusuk dalam kamar di Bogor ternyata sudah 7 tahun tak dikunjungi anak.

Perjuangan pilu dijalani Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa pasangan lansia yang tewas membusuk dalam kamar karena tak pernah dikunjungi tiga anaknya.

Bahkan baru-baru ini terkuak, Opa Hans dan Oma Rita Tomasoa diketahui sudah 7 tahun tak dikunjungi tiga anak laki-lakinya itu.

Hal itu diungkap pengurus RT yang mengatakan sejak opa dan oma tinggal di rumah tersebut sejak tahun 2017/

Ternyata selama itu pula lah tiga anak laki-lakinya tak pernah menjenguk.

Bahkan terungkap, pasutri lansia itu juga pasrah saat dibohongi anaknya.

Dimana Opa Hans pernah dibohongi oleh anak kandungnya sendiri.

Sudah tak pernah datang menjengung, sang anak malah tega membohongi pria yang kondisinya sudah reta tersebut.

Saat itu, Opa Hans sempat mendapat kabar gembira lantaran sang anak mengirimkan uang untuknya.

Ia pun bergegegas berangkat ke ATM untuk mengambil uang kiriman sang anak.

Pengakuan Ciro Juliano Anak Bungsu Pasutri Lansia Tewas Membusuk di Bogor, Ucap Terima Kasih
Pengakuan Ciro Juliano Anak Bungsu Pasutri Lansia Tewas Membusuk di Bogor, Ucap Terima Kasih (KOLASE/TRIBUN MEDAN)

Pengurus RT Jonathan Tobing yang melihat Opa Hans berjalan kaki dengan tergopoh-gopoh, ia pun langsung mengantarnya ke ATM. 

"Opa bilang, saya mau cek ke ATM katanya anak saya ada transfer Rp100 ribu, ngomong begitu kemudian saya antar ke ATM," ungkapnya.

Namun nahas, uang yang kabarnya sudah di transfer oleh sang anak rupanya hanya tipuan.

Sebab, saat di cek ternyata isi ATM Opa Hans masih tetap kosong.

"Sampai di ATM (ternyata) nol. Bayangin kalo Opa jalan sendiri siang-siang sampai ke lokasi ATM ternyata tidak ada harus balik lagi," katanya.

Saat itu, Opa Hans hanya bisa pasrah dan kembali pulang kerumahnya dengan tanpa hampa.

Perjuangan hidup Opa Hans dan Oma Rita inipun memilukan hati.

Kini setelah pasangan lansia tersebut dikubur, ketiga anaknya muncul.

Anak Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa muncul usai penguburan.

Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk masuk ke rumah orangtuanya.

Mendengar permintaannya, pak RT pun geram dan menjawab dengan ketus.

Baca juga: Suami Jualan di Pasar, Sang Istri Malah Nekat Open BO di Rumah Berakhir Digrebek Warga Bogor

"Hanya menyampaikan keinginan, ingin ke rumah (Hans)," kata Jonathan Tobing.

Namun permintaan itu langsung dijawab ketus oleh Jonathan.

"Saya bilang, 'buat apalagi ke rumah ?'. Sudah sampaikan jujur, 'kami pengurus kecewa terhadap kalian. Kalau sekarang buat apa lagi ?'" kata Jonathan Tobing.

Ia kemudian menyuruh anak Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa untuk datang ke kantor polisi.

"Mending selesaikan urusan, karena ini pesan dari Polsek Jonggol, dari penyidik. Urusin saja, bereskan saja di Kepolisian, beri keterangan," ucap Jonathan Tobing pada anak Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa.

Sebelumnya cerita perjuangan Hans Tomasoa atau yang akrap disapa Opa Hans merawat sang istri, Rita Tomasoa cukup mengurai air mata.

Bahkan, kedua pasangan suami istri ini ditemukan wafat bersama dirumahnya yang berlokasi di Perumahan Citra Indah Bukit Raflesia, Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

Dirumah yang dihuni Oppa Hans dan Oma Rita itu, mereka hanya tinggal berdua.

Sedangkan, anak-anak mereka sudah tak tinggal lagi bersama Opa Hans dan Oma Rita.

Bahkan, saat detik-detik terakhir Opa Hans wafat, lelaki mantan pelaut ini hanya ditemani istrinya Oma Rita yang tengah sakit stroke.

Kemudian, Oma Rita pun wafat menyusul suaminya karena diduga tak ada lagi yang mengurus Oma Rita saat Opa Hans wafat.

Hingga akhirnya, kakek berusia 83 tahun dan nenek berusia 73 tahun itu ditemukan dalam kondisi membusuk dirumahnya sendiri olehpara tetangganya.

Baca juga: VIRAL Pengendara Motor Pakai Gas LPG 3 Kg Gantikan Bensin, Klaim Bisa Tempuh Jarak Sampai 300 Km

Kapolsek Jonggol, Kompool Wagiman mengatakan, selama ini kakek nenek meninggal di Jonggol tersebut pasangan lansia ini hanya tinggal berdua di rumah mereka.

"Jadi dia hidup hanya berdua, jadi tidak ada anaknya, tidak ada siapa-siapa," kata Wagiman pada Rabu, (17/07/2024).

Opa Hans dan Oma Rita diketahui memiliki tiga orang anak.

Namun, dimasa tuanya mereka tak diperhatikan anak-anaknya.

Bahkan diusianya yang sudah tak lagi muda, Opa Hans harus berjuang seorang diri merawat sang istri yang sakit stroke.

Keduanya bertahan hidup dengan sisa tenaga yang dimiliki.

"Setiap hari Opa Hans merawat istrinya yang sakit seorang diri," kata Pengurus RT setempat, Jonathan Tobing.

Dengan sisa tenaga yang dimiliki, Opa Hans melakukan segala kegiatannya seorang diri dari mulai membeli makan hingga membersihkan tubuh sang istri yang sudah tak kuat lagi untuk berjalan.

Jonathan Tobing melanjutkan, warga sekitar pun tak tutup mata melihat kondisi Opa Hans dan Oma Rita.

Para tetangga kadang bergantian untuk membantu Opa Hans membeli makanan.

"Warga di sini kalo udah ngelihat opa pasti udah tersentuh aja engga akan dibiarin jalan keluar sendiri, maksudnya ketika opa mau ngapa-ngapain biar sama warga saja," pungkasnya.

(*/Tribun-Medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter   dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved