Museum Tjong A Fie, Jejak Peninggalan Saudagar Medan Asal Tiongkok

Sejarah Kota Medan tak bisa lepas dari sosok saudagar asal Tiongkok, Tjong A Fie. Ia dikenal sebagai pengusaha yang sukses membangun kerajaan bisnis

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/SEPTRIMA
Pengunjung tengah berada di dalam Museum Tjong A Fie Mansion di Jalan Ahmad Yani Medan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sejarah Kota Medan tak bisa lepas dari sosok saudagar asal Tiongkok, Tjong A Fie.

Sosok Tjong A Fie dikenal sebagai pengusaha yang sukses membangun kerajaan bisnis di Sumatra.

Kerajaan bisnisnya meliputi perkebunan, pabrik minyak kelapa sawit, pabrik gula, bank, dan perusahaan kereta api.

Di era kejayaannya, perkebunan Tjong A Fie memiliki karyawan yang mencapai 10 ribu orang.

Tjong A Fie meninggal dunia di Medan pada 4 Februari 1921, di usia 61 tahun.

Untuk mengenang jasanya, rumah Tjong A Fie di Jl Ahmad Yani, Kesawan, kini dijadikan sebagai salah satu bangunan bersejarah di Kota Medan.

Pengunjung Tjong A Fie Mansion mendengarkan penjelasan pemandu tentang sejarah hidup saudagar Tjong A Fie, Minggu (26/7). Obyek wisata andalan Kota Medan ini kembali dibuka setelah tiga bulan tutup karena pandemi Covid-19.  
Pengunjung Tjong A Fie Mansion mendengarkan penjelasan pemandu tentang sejarah hidup saudagar Tjong A Fie, Minggu (26/7). Obyek wisata andalan Kota Medan ini kembali dibuka setelah tiga bulan tutup karena pandemi Covid-19.   (Tribun Medan)

Rumah Tjong A Fie merupakan sebuah bangunan berbentuk mansion yang memiliki banyak ruangan.

Rumah ini sekarang menjadi museum di Kota Medan. Pengunjung bisa berfoto-foto dan mempelajari sejarah rumah ini beserta isinya.

Rumah ini memiliki banyak ruangan yang vintage dan dijadikan tempat para pengunjung untuk berfoto-foto.

Meskipun begitu, ada beberapa tempat yang tidak bisa difoto, seperti ruangan galeri, tempat sembahyang leluhur dan dewa serta kamar Tjong A Fie.

Rumah ini juga menjadi tempat untuk para pengunjung mempelajari sejarahnya rumah Tjong A Fie dan melihat barang-barang bersejarah di rumah itu.

Rumah Tjong A Fie bergaya perpaduan China, Melayu, dan Eropa. Rumah itu dibangun pada tahun 1985 dan selesai tahun 1900.

Rumah ini merupakan kado pernikahan Tjong A Fie kepada istri ketiganya yang berdarah Melayu-China, Lim Koei-Yap.

Atas inisiatif cucu Tjong A Fie, Fon Prawira, rumah ini dijadikan sebagai museum pada tahun 2009 dengan alasan agar tidak terbengkalai seperti rumah Tjong A Fie yang berada di China.

Pada tahun 2010, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meresmikan Rumah Tjong A Fie sebagai cagar budaya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved