Berita Viral
TERKUAK Peran 3 Teman Asep Saepudin Bantu Bunuh Irma Novitasari, Ikut Eksekusi Tapi tak Dibayar
Terkuak peran 3 teman Asep Saepuddin bantu bunuh Irma Novitasari (24), mantan istri siri Asep. Ternyata, aksi pembunuhan terhadap Irma Novitasari tel
TRIBUN-MEDAN.com - Terkuak peran 3 teman Asep Saepuddin bantu bunuh Irma Novitasari (24), mantan istri siri Asep.
Ternyata, aksi pembunuhan terhadap Irma Novitasari telah sejak lama direncanakan Asep sejak Desember 2023.
Pria 23 tahun itu mengajak salah seorang temannya yang kini berstatus sebagai saksi untuk mengeksekusi Irma Novitasari pada Desember 2023 lalu.
Namun rencana tersebut batal dilaksanakan lantaran temannya enggan menerima permintaan Asep Saepudin.
"Rencananya awal Desember saya mau bunuh dia, karena cemburu dan sakit hati, karena dia gak mau, jadi rencananya gagal," katanya saat gelar perkara di Mapolresta Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/8/2024) dilansir dari Tribunjabar.id.
Kemudian, Asep kembali menawarkan ajakan kepada ketiga temannya di kediamannya.
Asep menjalankan aksi kejinya itu dibantu dengan tiga temannya, yakni Abdul Gani (22), Usman Soleh (30) dan Agus Kurnia (21).
Ternyata, ia telah menyiapkan senjata tajam berupa golok untuk mengeksekusi korban, serta cangkul untuk menggali kuburan korban.
"Niatnya memang akan dibunuh kemudian dikubur dengan menggunakan peralatan yang sudah dipinjam ini," tuturnya.
Alasan Asep Saepudin membunuh Irma Novitasari dengan cara digorok agar korban lebih cepat meninggal.
Ia pun menjelaskan detik-detik pembunuhan Irma Novitasari itu terjadi.
Dia menjelaskan, pukul 21.00 WIB, dia dan tiga pelaku lainnya mengeksekusi korban. Kemudian pukul 23.00 WIB, keempat pelaku menguburkan korban dan selesai pukul 24.00 WIB.
Diketahui, nyawa Irma dihabisi pada Januari 2024.
Meski dibantu temannya, Asep Saepudin tidak memberikan upah atau hadiah kepada tiga pelaku lainnya.
Setelah membunuh, keempat pelaku pun kembali ke rumah masih-masing.
Setelah tiga minggu, Asep Saepudin melarikan diri ke Kabupaten Bogor.
"Enggak nakut-nakutin temen saya juga, saya juga gak ngasih apa-apa," katanya.
Berdasarkan keterangan polisi, ketiga temannya itu memiliki peran yang berbeda saat mengeksekusi korban.
Asep Saepudin menghabisi Irma dengan cara menggorok menggunakan korban.
Adapun, peran tiga rekannya itu mulai dari memegang tangan, kaki dan membungkam Irma.
"Sedangkan yang lainnya membantu AS seperti memegang tangan, kaki, dan membungkam korban, saat AS menggorok korban dengan menggunakan golok," ujar Kusworo saat jumpa pers di Mapolresta Bandung, Kabupaten Bandung, Jumat (2/8/2024) dilansir dari Tribunjabar.id.
Asep Saepudin kemudian mengubur jasad Irma Novitasari di Kampung Ciburial, Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Lebih lanjut, Kusworo mengatakan bahwa pelaku Asep Saepudin sebenarnya sudah merencanakan jauh-jauh hari.
Bulan Januari 2024, adalah bulan terakhir Irma hidup.
"Sebetulnya satu bulan sebelum kejadian di bulan Januari itu, di mana yang bersangkutan juga sudah meminta kepada salah seorang warga, yang warga tersebut juga sudah kami jadikan saksi untuk diajak melakukan perbuatan pembunuhan," katanya
Namun aksinya gagal pada Desember 2023.
"Namun demikian yang bersangkutan (saksi) tidak mau dan gagal aksi di bulan Desember (2023). Dan barulah kejadian pembunuhan tersebut terjadi bulan Januari," ucapnya.
Selain itu, Kusworo mengatakan pihaknya dari Satreskrim Polresta Bandung dengan tim Inafis melakukan proses ekshumasi kepada tempat yang dijadikan lokasi penguburan jenazah Irma oleh para tersangka.
Asep Saepudin mengaku tega melakukan tindakan keji tersebut lantaran terpicu cemburu mendengar rumor korban berselingkuh.
Pembunuhan tersebut baru terungkap setelah Irma Novitasari dinyatakan hilang sejak tujuh bulan yang lalu.
Korban Sering Bertengkar dengan Pelaku
Ilyas Tari (30) paman dari Irma mengatakan bahwa Irma sempat dijemput oleh Asep Saepudin.
Keluarga diketahui sempat melarang Irma dengan Asep Saepudin.
"Terakhir itu INS disuruh jangan pulang sama mantan suaminya, katanya mau dijemput. Terus malemmnya ditelepon, tapi nomornya tidak aktif. Lalu diteleponlah mantan suaminya. Katanya INS kabur di jalan," ujar Ilyas saat ditemui pada Jumat (2/8/2024).
Ilyas dan keluarga pun kebingungan mencari keberadaan Irma.
Paman dari Irma Novitasari itu mengaku terakhir berkomunikasi dengan keponakannya itu pada tanggal 13 Januari 2024.
Ia mengatakan bahwa keponakannya itu mengaku pulang kerja dan akan dijemput oleh mantan suaminya.
Sedangkan, mantan suami Irma Novitasari menyebut bahwa keponakan Ilyas itu kabur.
Ia juga menegaskan saat itu tidak percaya dengan ucapan Asep Saepudin.
"Kok bisa kabur. Kata dia, INS bawa kabur uang dan HP-nya. Jelas saya tidak percaya 100 persen, tapi dia tidak ngaku. Dia bilang, 'Ya sudah kalau tidak percaya, lapor saja polisi'," katanya.
Ilyas menuturkan, setelah mendapatkan informasi itu dari mantan suaminya tersebut, dia langsung menanyakan informasi tentang INS kepada semua teman-teman di tempat kerjanya.
"Saya cari tahu-cari tahu dulu, sampai ada informasi kalau dia katanya kerja (lagi training), dan nomornya memang tidak aktif, itu kata temannya. Makannya saya tidak curiga ke dia. Soalnya informasi dari temannya juga gitu, dia kerja ke Bali," ucapnya.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, Ilyas kembali menanyakan kepada teman-teman INS lagi setelah tiga bulan.
Bahkan, kata Ilyas, pihak keluarga sempat mendapatkan kabar bahwa korban bekerja di Bali.
Ilyas mengaku khawatir karena nomor Irma tetap tak bisa dihubungi.
"Tetap sebagian juga bilangnya kerja. Katanya entar sudah mau enam bulan baru ada kabar. Jadi saya enggak nyari terus," ujarnya.
Namun setelah itu, Ilyas terkejut dengan adanya laporan dari seseorang yang mengabarkan bahwa INS sudah meninggal dan dikuburkan.
Mendengar itu, dia langsung melaporkan ke pihak kepolisian.
Ilyas menjelaskan bahwa Irma dan mantan suaminya memang sering bertengkar. Menurutnya, hubungan keduanya tidak baik-baik saja.
"Makanya saat pulang kerja tidak boleh pulang ke rumah. Meskipun kata keluarga pulang saja ke rumah. Tapi tetap, katanya ada yang mau ngejemput," katanya.
Atas perbuatannya tersebut kepada Irma, para pelaku yakni AS, AG, US, dan AK dikenakan pasal berlapis, yakni pasal 340 tentang pembunuhan berencana, dan pasal 170 dengan ancaman hukuman seumur hidup.
(*/Tribun Medan)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com
PEMICU Asnawi Mangkualam Ikutan Dihujat Usai Pratama Arhan dan Azizah Salsha Cerai |
![]() |
---|
PRABOWO Tunjuk Dada: Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Dapat Diganti Bila Melakukan Pelanggaran |
![]() |
---|
MA Ungkap Alasan Itong Isnaeni Eks Hakim Terpidana Korupsi Diangkat Kembali Jadi ASN: Cuma Syarat |
![]() |
---|
PRESIDEN Prabowo Subianto Mengaku Malu dan Prihatin Atas Kasus Immanuel Ebenezer alias Noel |
![]() |
---|
SINDIRAN Prabowo ke Noel: Tangan Diborgol Pakai Baju Oranye, Apakah Tidak Ingat Istri dan Anak? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.