Sumut Terkini

Deli Serdang Jadi Kabupaten Paling Tinggi Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Hal ini lantaran Kabupaten ini berada diposisi tertinggi dalam hal kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak untuk di tahun 2024.

Tayang:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Ayu Prasandi
HO
Pj Bupati Deli Serdang, Wiriya Alrahman berfoto bersama dengan anak-anak yang hadir memeriahkan peringatan hari anak nasional Kabupaten Deli Serdang tahun 2024 di Taman Buah Lubuk Pakam Senin, (5/8/2024). 

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memberi rapot merah kepada Kabupaten Deli Serdang.

Hal ini lantaran Kabupaten ini berada diposisi tertinggi dalam hal kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak untuk di tahun 2024.

Dari 33 Kabupaten Kota di Sumatera Utara, Deli Serdang menjadi Kabupaten yang teratas. 

Ketua Lembaga Perlingan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang, Junaidi Malik menyebut saat ini Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) sudah mencatat prestasi negative Kabupaten Deli Serdang ini.

SIMFONI PPA merupakan sistem  informasi yang dikembangkan oleh Kementerian PPA yang digunakan untuk melakukan pencatatan dan pelaporan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di wilayah Indonesia, baik untuk warga negara indonesia maupun warga negara asing.

SIMFONI PPA bekerja sama dengan instansi pemerintahan di setiap Provinsi/Kabupaten/Kota sehingga aplikasi dapat diakses oleh semua unit layanan penanganan korban kekerasan perempuan dan anak pada tingkat nasional secara up to date. 

"Miris sekali dihari anak ke 40 tahun 2024 ini di disela sela peringatan sangat spektakuler dilaksanakan oleh Pemkab, tetapi ini juga dibarengi status sebagai peringkat pertama se Sumatera Ytara dengan Kabupaten yang sangat tinggi tingkat kekerasan terhadap perempuan dan dengan anak.

Dari data SIMFONI PPA itu ada 122 kasus yang terlaporkan mulai dari Januari hingga Juli 2024. Tertinggi itu kasus kejahatan seksual," ujar Junaidi Malik ketika diwawancarai www.tribun-medan.com ketika hadir pada acara peringatan hari anak nasional Kabupaten Deli Serdang tahun 2024 di Taman Buah Lubuk Pakam Senin, (5/8/2024).

Junaidi mengatakan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak paling sering terjadi di lingkungan keluarga. 

Di hari anak nasional 2024 ini ia pun berharap agar anak-anak Deli Serdang kedepannya bisa semakin terlindungi dan terpenuhi hak-haknya serta bisa mendapatkan perlindungan.

Meski acara peringatan yang dibuat Pemerintah berbanding terbalik dengan kondisi saat ini namun dinilai upaya pemerintah dalam memberikan pemenuhan hak dan perlindungan anak sebetulnya sudah cukup maksimal.

"Meski sudah maksimal namun kita perlu sadari ini belum ada gerakan bersama. Belum ada kesadaran bersama antara masyarakat pemerintah dan aparat penegak hukum. Hari ini masih banyak kejahatan-kejahatan terhadap anak yang justru belum maksimal dalam penegakan hukumnya," kata Junaidi. 

Junaidi juga mengaku merasakan ada oknum-oknum yang saat ini belum selaras dalam implementasi UU yang sudah sangat kokoh.

Ia mengajak dan menyadari semua pihak bisa bersama-sama mulai untuk mengimplementasikan UU perlindungan anak secara benar sesuai peraturannya. Dipastikannya jika penerapannya benar maka tidak akan ada lagi predator-predator yang akan memangsa anak-anak sehingga anak-anak akan tumbuh berkembang secara aman, nyaman dan bahagia. 

"Di Deli Serdang yang paling tinggi kasusnya itu di Kecamatan Tanjung Morawa. Intinya kita Deli Serdang paling tertinggi saat ini baru kemudian Medan dan Asahan. Kasusnya bervariasi dominan kekerasan seksual baru kekerasan fisik dan KDRT," ucap Junaidi. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved