TRIBUN WIKI

Profil dan Biodata Gregoria Mariska Tunjung, Pebulu Tangkis Peraih Medali Olimpiade Paris 2024

Gregoria Mariska Tunjung adalah pebulu tangkis asal Indonesia yang berhasil meraih medali di Olimpiade Paris 2024. Mariska lahir 11 Agustus 1999

Tayang:
Editor: Array A Argus
PBSI
Gregoria Mariska Tunjung Cahyaningsih 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Gregoria Mariska Tunjung adalah pebulu tangkis asal Indonesia.

Ia lahir di Wonogiri, Jawa Tengah pada 11 Agustus 1999.

Saat mengikuti Olimipade Paris 2024, Gregoria Mariska Tunjung berhasil meraih medali perunggu.

Dengan keberhasilannya itu, Jorji, sapaan akrabnya, menambah deretan atlet yang pernah meraih medali di ajang bergengsi internasional.

Dilansir dari Wikipedia, pemilik nama lengkap Gregoria Mariska Tunjung Cahyaningsih ini adalah pemain Pelatnas Cipayung sejak 2013 bersama Hana Ramadhini dan Fitriani.

Baca juga: Sosok Nur, Bapak Kost Makan Kucing Sebanyak 10 Ekor di Semarang Alasan Obat Diabetes

Jorji mencetak sejarah sebagai juara tunggal putri Kejuaraan Dunia Junior BWF 2017 di Yogyakarta setelah terakhir kali Indonesia menjadi juara pada seri pertama Kejuaraan Dunia Junior BWF di Jakarta tahun 1992 silam atas nama Kristin Yunita.

Selain itu, JOrji juga meraih medali perak di Kejuaraan Asia Junior 2016 di Bangkok, Thailand.

Ia berasal dari PB. Mutiara Cardinal Bandung, dan merupakan peraih medali perunggu SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia serta Sea Games 2022 di Bac Giang, Vietnam.

Anak Pedagang Baju

Gregoria Mariska Tunjung Cahyaningsih adalah anak dari Maryanto, seorang pedagang baju di Pasar Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Saat diwawancarai, Maryanto mengaku bangga dengan anaknya itu.

Baca juga: Sosok Saiful Arif Maslikhan atau Haji Ipong, Ayah Mawaddah Ilona, Pengusaha Tajir Asal Gresik

Meski anaknya kini dikenal luas masyarakat, Maryanto tetap rendah hati.

Ia bahkan tetap memilih berjualan baju di pasar ketika Jorji bertanding melawan An Se-young, atlet dari Korea Selatan. 

"Saya besok (Minggu, 4 Agustus 2024) berjualan di Pasar Purwantoro, ini pasaran Pon. Saya memang berjualan baju di pasar," ujarnya, dikutip dari Tribun Jabar.

Selama putrinya berada di Paris, kata Maryanto, Jorji masih terus menghubunginya.

"Komunikasi itu tetap. Setiap mau main selalu pamitan. Setelah main mengabarkan menang atau kalah begitu," katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved