Berita Nasional

Pantas Polisi Mudah Dapat Keterangan Kasus Vina, Sudirman Jadi Objek yang Paling Lemah

Maka, polisi kemudian menggali banyak keterangan dari Sudirman. Meskipun pengakuan tersebut hanya berupaya perkataan iya saja yang keluar dari mulut S

Tayang:
istimewa via Tribun Jabar
Wajah Sudirman salah satu terpidana kasus Vina Cirebon 

TRIBUN-MEDAN.com - Sejatinya bukan Sudirman yang pertamakali mengaku pada saat interogasi oleh polisi tahun 2016 silam.

Jaya adalah terpidana pertama yang mengaku terlibat kasus kematian Vina dan Eky. 

Pengakuan yang dibuat setelah ia dalam tekanan oknum polisi kala itu.

Namun, justru Sudirman yang kemudian jadi bulan-bulanan karena ia memang orang yang paling lemah.

Maka, polisi kemudian menggali banyak keterangan dari Sudirman. Meskipun pengakuan tersebut hanya berupaya perkataan iya saja yang keluar dari mulut Sudirman.

Itulah yang menjadikan polisi makin mudah menyusun BAP terkait dengan kematian Vina dan Eky.

Pengakuan Sudirman Usai Akhirnya Ditemukan, Tidak di Hotel, Disiksa Polda Jabar Saat Pegi Ditangkap
Pengakuan Sudirman Usai Akhirnya Ditemukan, Tidak di Hotel, Disiksa Polda Jabar Saat Pegi Ditangkap (KOLASE/TRIBUN MEDAN)

Menurut pengacaranya, Titin Prialianti, sebenarnya terpidana kasus Vina yang pertama mengaku bukanlah Sudirman.

"Sebetulnya kalau di fakta persidangan yang mengakui dahulu kan Jaya, " kata Titin Prialianti.

Namun karena posisi Sudirman yang paling lemah, penyidik lantas menyebut bahwa dialah yang mengakui.

"Tetapi karena Sudirman paling lemah oleh penyidik dikatakan Sudirman yang mengakui," kata Titin Prialianti.

Sudirman disebut sebagai berkebutuhan khusus.

Dilihat dari jenjang pendidikannya saja, Sudirman harus duduk di bangku SD lebih dari 6 tahun.

Kata Titin Prialianti, akibat pengakuannya itu Sudirman sampai disiksa agar mengakui terlibat kasus Vina Cirebon.

Menurut Titin, Sudirman juga disiksa penyidik kasus Vina Cirebon di Polresta Cirebon Kota.

Sudirman pun mengaku memukul Eky dan Vina sebanyak 6 kali.

Dia juga mengaku hanya meraba tubuh Vina saat yang lain memperkosa.

Akibatnya Sudirman juga mendapat penyiksaan dari terpidana kasus Vina Cirebon yang lain.

"Selain mendapat penyiksaan dari penyidik di 2016 di Polres Cirebon Kota Sudirman juga dipukuli sama teman-temannya," kata Titin Prialianti.

Dipukul Hingga Pingsan

Sudirman pernah dipukuli terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon lainnya.

Hal tersebut diungkap Saka Tatal.

Sudirman pun mengalami penyiksaan 'ganda'. Mendapat siksaan dari penyidik, Sudirman pun harus merasakan sakitnya disiksa terpidana kasus Vina Cirebon lainnya.

Bahkan, Sudirman sampai pingsan saat dipukuli terpidana kasus Vina Cirebon.

Rupanya, para terpidana menganiaya Sudirman bukan tanpa sebab.

Pasalnya, mereka semua, Saka Tatal, Eko Ramdani, Hadi Saputra, Jaya, Rifaldy, dan Supriyanto, dipenjara karena kesaksian Sudirman.

Diketahui, dari 8 terpidana yang ditangkap polisi, hanya Sudirman yang mengaku terlibat kasus Vina Cirebon.

Pesan Saka Tatal 

Setelah bebas dari penjara, Saka Tatal menemui Sudirman di Lapas Banceuy.

Kata Titin Prialianti, Saka Tatal meminta maaf ke Sudirman karena telah memukulinya.

"Tadi Saka juga ke sini juga meminta maaf karena pernah Sudirman itu dipukuli sama yang lain sampai pingsan-pingsan, Saka sendiri yang cerita," kata Titin Prialianti.

Sementara Saka Tatal berpesan agar Sudirman berkata apa adanya tanpa mengikuti arahan oknum di kasus Vina Cirebon.

"Kalau emang Sudirman merasa gak bersalah, buktikan. Jangan ngedengerin kata oknum lah harus diarahkan seperti apa," kata Saka Tatal.

Menurutnya ada tiga hari penting yang menjadi kunci kebebasan Sudirman.

Pertama hari kejadian kasus Vina Cirebon pada Sabtu 27 Agustus 2016.

"Jadi Sudirman harus ngomong apa adanya waktu 27 Agustus tuh ada dimana, sama siapa sedang apa," kata Saka Tatal.

Kedua lanjut Saka Tatal, Sudirman harus bisa menjelaskan dan membuktikan keberadaannya saat tanggal 28 Agutus 2016.

"28 Agustus sama siapa, lagi ngapaian. Cerita apa adanya," kata Saka Tatal.

Terakhir pada hari saat ditangkap oleh Iptu Rudiana dan anak buahnya pada 31 Agustus 2016.

"Sama 31 Agustus dimana itu posisi dimana, lagi ngapain sedang apa sama siapa aja. Suruh cerita apa adanya aja," kata Saka Tatal.

Saka menekankan agar Sudirman tidak lagi mengikuti arahan orang lain.

"Gak usah harus ngikutin arah-arahan orang lain, kan sekarang sudah ada pengacara," kata Saka Tatal.

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram Twitter dan WA Channel

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved