Futsal Sumut Vs Papua Barat Ricuh

DETIK-DETIK Keributan di Pertandingan Sumut Vs Papua Barat, Pemain Pukul Wasit!

Pertandingan perebutan medali perunggu di cabang olahraga futsal putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, di warnai keributan.

Tayang:
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: M.Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pertandingan perebutan medali perunggu di cabang olahraga (cabor) futsal putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, di warnai keributan. 

Keributan terjadi pada pertandingan Sumut menghadapi Papua Barat yang di gelar di Gedung Olahraga (GOR) Mini Futsal Sumut, Minggu (8/9/2034). 

"Insiden tersebut hal yang lumrah dengan tensi yang tinggi dari kedua belah pihak. Di mana masing-masing tim ingin menang. Ada satu benturan yang berdampak kepada suatu insiden antara tim Papua Barat dan Sumatera Utara," kata Ketua Panitia Pelaksana (panpel) pertandingan, Indra Feriadi, Minggu (8/9/2024). 

Pasca kejadian itu, kata Indra pihaknya sudah menyerahkan permasalahan tersebut ke pihak komisi disiplin pertandingan. 

"Ya kalau terkait hal tersebut, seperti dilihat di dalam lapangan saja. Tetapi kita sudah melakukan pencegahan-pencegahan dan semuanya sudah kita serahkan ke pihak komdis untuk lebih lanjut," katanya. 

Disinggung, adanya official tim yang turut masuk ke dalam lapangan, kata Indra hal itu terjadi ketika pihaknya tengah fokus mengamankan keributan.

Sehingga saat itu pihaknya sempat kecolongan dengan masuknya official tim yang tidak bertugas. 

"Kita sudah melakukan parameter-parameter, kita sudah bekerjasama dengan instansi keamanan seperti dari kepolisian, TNI maupun Satpol PP. Cuman memang kita akui tadi ada kecolongan gara-gara kita fokus pengamanan keributan pemain," jelas Indra. 

Lebih lanjut, katanya, ada beberapa upaya yang sudah di lakukan guna mengantisipasi hal yang serupa di laga selanjutnya. 

"Kita sudah membuka komunikasi dengan seluruh koordinator-koordinator suporter, termasuk kekuatan suporternya ada berapa semuanya sudah kita data. Termasuk Jawa Timur sudah ada pendataan dan Kalimantan juga sudah ada pendataanm. Jadi kalau untuk final kita sudah siap," ujarnya. 

Untuk itu dirinya berharap kepada seluruh warga dan supporter yang hadir di dalam GOR agat bisa menjaga ketertiban, terutama di laga selanjutnya (final). 

"Untuk semua komponen tidak hanya suporter saja, official, panitia, baik tamu-tamu yang lain, kita harus lebih dewasa dan lebih bijak menyikapi semuanya. Tujuan permainan ini adalah kekeluargaan. Menang dan kalah itu adalah sesuatu yang pasti harus ada juara. Tapi Apapun ceritanya persahabatan dan kesatuan adalah semangat kita dalam pelaksanaan pohon kali ini," ujarnya. 

Sementara itu, kata Indra, para oknum yang terlibat insiden tersebut sudah ditangani dengan baik. Di mana kedua belah pihak sudah dilakukan mediasi. 

"Ya intinya tidak ada yang benar tidak ada yang salah. Kita sudah mediasi dan semua sudah aman," katanya. 

Kemudian Indra juga membantah dugaan pemukulan yang dilakukan official tim kepada wasit yang bertugas.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved