Berita Viral
INI 3 Alasan Megawati Ogah Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran, Pengamat Singgung Isu 3 Periode
PDIP tampaknya mulai digoda untuk masuk dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. PDIP yang diharapkan tinggal satu-satunya yang oposisi
TRIBUN-MEDAN.com - PDIP tampaknya mulai digoda untuk masuk dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. PDIP yang diharapkan tinggal satu-satunya yang oposisi, mungkinkah ikut arus bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus?
Keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri paling dinantikan oleh sejumlah pihak.
Mungkinkah tak ada oposisi di pemerintahan Prabowo-Gibran?
Ini sebuah sejarah baru dalam perpolitikan di Indonesia.
Apalagi, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri segera menjamu presiden terpilih Prabowo Subianto.
Sudah pasti, dalam pertemuan itu bakal membahas soal politik.
Namun, Pengamat Politik Ray Rangkuti tidak yakin Megawati akan membawa partainya bergabung ke koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurut Ray, ada tiga alasan utama yang membuat Megawati menolak.
Pertama, kata dia, secara politik dan elektoral akan merugikan PDIP jika gabung koalisi Prabowo-Gibran.
"Akan jauh lebih strategis jika tetap mereka di luar (koalisi)," ujarnya, Kamis (19/9/2024).
Baca juga: Taruna Akmil Berjaya di Akpol pada Pekan Integrasi dan Kejuangan Taruna ke-27
Baca juga: Cabor Sambo PON XXI, Sumut Raih 5 Medali Emas Tempel Jawa Barat yang Raih 6 Medali Emas
Faktor kedua, Ray mengatakan Megawati bukan tipe politisi gila jabatan seperti politisi Indonesia pada umumnya.
"Sejauh pengenalan saya terhadap ibu Mega, beliau bukanlah politisi dengan gaya politisi Indonesia umumnya.
Ada karakter, sportifitas dan idealitas dalam jejak politik ibu Mega.
Dan saya kira, jalan ini akan tetap ditempuh oleh ibu Mega," ujarnya.
Faktor ketiga, bukan soal kekuasaan.
| Sosok Zahra Lantong, Ibu Hamil yang Dihabisi Suaminya karena Cemburu, Gelagat Korban Dicurigai Kakek |
|
|---|
| Hari Ketiga Pencarian Christoper yang Tenggelam di Danau Toba, Belum Ditemukan |
|
|---|
| SOSOK Pemilik Showroom Nekat Gelapkan Rp5 Miliar dari Leasing Demi Judol, Tiga Tahun Beraksi |
|
|---|
| Kepala BGN Benarkan Ada Pengadaan Alat Makan dan Laptop, Tapi Bantah Dananya Capai Rp 4 Triliun |
|
|---|
| SOSOK Habib Aboe Bakar Alhabsyi Dipanggil MKD DPR RI Terkait Pernyataannya soal Pusaran Narkoba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ketua-Umum-PDIP-Megawati-Soekarnoputri-ssss.jpg)