Berita Viral
TERUNGKAP Fakta Baru Video Indehoi Guru dengan Siswinya Tersebar Luas, Ini Kata Polisi
Seorang pak guru terekam bersama seorang siswinya sedang berhubungan layaknya pasangan suami istri di Gorontalo.
Seorang pak guru terekam bersama seorang siswinya sedang berhubungan layaknya pasangan suami istri di Gorontalo. Video guru dan siswinya ini pun tersebar luas di media sosial. Kini telah ditangani polisi.
TRIBUN-MEDAN.COM - Video seorang guru dengan siswinya yang tengah melakukan hubungan intim layaknya pasangan suami istri tersebar luas di media sosial.
Sejumlah narasi yang beredar menyebutkan, jika pemeran laki-laki yang sudah tampak tua itu merupakan seorang guru.
Sedangkan pemeran wanitanya seorang siswi madrasah atau setara SMA yang diduga sebagai ketua organisasi siswa intra sekolah (OSIS) di tempat guru mengajar.
Ada juga narasi menyebut, bahwa guru dan siswi yang sedang berhubungan intim ini direkam secara diam-diam oleh siswa lain.
Hanya saja belum diketahui persis kapan perekaman video tersebut dilakukan.
Tapi lokasinya di sebuah ruangan yang diduga di salah satu tempat kos yang ada di seputaran wilayah Limboto, Gorontalo.
Video mesum guru dan siswi yang tersebar ini berdurasi 5 menit 48 detik.
Keduanya sedang melakukan tak senonoh layaknya pasangan suami istri.
Si perempuan masih memakai dinas sekolah dengan hijab putih, sedangkan pria tua itu tampak memakai jaket dan pakai topi.

Terkait kasus video viral ini, Kepala kantor Kemenag Kabupaten Gorontalo, Iswad Abdullah Pakaja mengungkapkan jika kasus tersebut sudah ditangani pihak kepolisian
"Sedang ditangani oleh Polres," ucapnya kepada wartawan, Rabu.
Terpisah, Wakapolres Gorontalo Kompol Ryan Hutagalung mengatakan pihaknya sudah menerima laporan terkait kasus kekerasan seksual terhadap anak tersebut.
Adapun laporan dilayangkan pihak dari keluarga siswi, yakni pamannya.
"Sementara dalam proses pemeriksaan saksi-saksi," kata Kompol Ryan Hutagalung dalam keterangannya dikutip, Rabu (25/9/2024).
Adapun pemeriksaan terlapor telah dilakukan hari ini, Rabu (25/9/2024).
Terungkap Sudah Melakukan Hubungan Seksual Berkali-kali Sejak 2022 hingga 2024
Dikutip dari TribunGorontalo.com, Penyidik PPA Polres Gorontalo, Brigadir Jabal Nur mengatakan guru dan siswi tersebut sudah melakukan hubungan terlarang sejak September 2022.
"Sampai pada tahun 2023, oknum gurunya lebih ekstrem menyentuh siswa," katanya.
Tak cukup sampai di situ, kejadian serupa kembali terulang pada Januari 2024 di ruang terduga pelaku.
Terduga pelaku dan korban di bawah umur itu diduga menjalin hubungan asmara.
Korban yatim piatu
Diketahui korban tidak memiliki kedua orang tua atau yatim piatu.
Hal tersebut yang dimanfaatkan pelaku hingga korban diduga terbuai dengan kasih sayang oknum guru tersebut.
"Akhirnya dia merasakan perhatian lebih seperti seorang bapak," ucap Jabal Nur.
Sang Guru Dinonaktifkan
Terkait kasus tersebut, oknum guru tersebut kini dinonaktifkan mengajar di sekolah.
Diketahui oknum guru tersebut mengajar di sebuah sekolah madrasah setingkat SMA.
"Oknum guru tadi saya sudah mengeluarkan Surat Keterangan (SK) jadwal mengajar saya nonaktifkan, jadi dia sudah tidak ada jadwal mengajar," kata Rommy Bau, Kepala Sekolah tempat oknum guru tersebut mengajar.
Menurut dia terkait dengan mutasi guru bukan ranahnya. Selaku Kepala Sekolah dirinya hanya bisa menonaktifkan jam mengajar di sekolah terkait.
"Terkait dengan mutasi bukan ranah Kepsek itu ranah Kemenag," ucapnya.
Rommy pun mengatakan soal siswa dirinya telah mengundang pihak keluarga dan akan membantu untuk menyekolahkan di tempat lain.
"Kemudian untuk siswa, saya sudah undang (perwakilan) orang tuanya, saya tanya kalau masih mau sekolah atau tidak kalau masih mau saya akan bantu di tempat lain," ucapnya.
Siswa sendiri sesuai dengan prosedur sekolah telah dikeluarkan karena melanggar tata tertib sekolah yang pernah dirapatkan dengan orang tua siswa.
Ke depan dirinya akan berusaha akan memperketat pengawasan dan birokrasi sekolah agar hal-hal serupa tidak akan terjadi lagi.
"Saya juga ini akan melakukan rapat dengan orang tua, kemudian nanti dengan guru untuk nanti membicarakan soal kejadian baru-baru ini," katanya.
Diketahui kejadian itu terjadi di luar sekolah dan sudah jam pulang sekolah tapi siswa tersebut masih menggunakan seragam sekolah.
Video Jangan Disebar
Terpisah, aktivis perempuan Gorontalo Asri Nadjmudin, kecam penyebaran video syur di media sosial, terlebih pemerannya anak di bawah umur.
menurut dia, video anak di bawah umur tidak pantas disebarluaskan, apalagi wajahnya terlihat jelas.
"Ini sudah beredar banyak sekali, dan hingga sampai hari ini yang berwewenang belum ada rilis apa-apa. Orang melihat ini kasus asusila biasa," kata Asri dilansir dari TribunGorontalo.com, Selasa (24/9/2024).
Ia pun mengajak semua pihak berempati terhadap anak di bawah umur. "Ini siswa padahal masuk kategori anak, jadi ini bukan lagi kasus biasa," tuturnya.
Asri menekankan lembaga pendidikan wajib melakukan perlindungan terhadap anak. Karena itu, ia mengaku tidak setuju jika pihak sekolah mengeluarkan siswa yang tersandung kasus asusila.
Menurutnya, keputusan mengeluarkan siswa bukanlah solusi. Justru membuat sang anak makin tertekan. Terlebih pelaku lainnya merupakan guru sekolah.
"Memang sekolah punya wewenang mengeluarkan tapi jangan dulu mengeluarkan siswa. Ini yang akan dijaga apa, nama baik sekolah atau apa?" ungkapnya.
Ia juga meminta masyarakat bijak menggunakan media sosial. Begitu pun orang tua wajib perhatian terhadap anak.
"Anak harus diajarkan tentang batasan dalam bersosialisasi dengan orang lain. Sampaikan padanya bahwa tidak boleh ada orang lain yang menyentuh tubuh dan alat kelaminnya. Bila ia mengalami hal tidak menyenangkan dari orang dewasa, seperti mendengar lelucon seksual atau dipaksa menonton pornografi, dorong ia untuk memberitahukannya pada Anda," paparnya.
Dewasa ini, kata Asri, banyak anak di bawah umur tidak menyadari tanda-tanda kekerasan seksual (child grooming).
Jika anak-anak diajarkan berbicara terbuka kepada orang tua, pergaulan mereka bisa lebih mudah dijaga.
"Banyak anak yang tidak sadar kalau mereka telah menjadi korban child grooming. Jadi, bila ia berani menceritakan kejadian yang menimpanya, dan hal tersebut mengarah ke child grooming, hadapilah dengan tenang dan bijak," pungkasnya.
(*/Tribun-medan.com/TribunGorontalo.com)
Pak Guru
video mesum
video mesum guru dan siswi madrasah
Gorontalo
video mesum guru dan siswi di Gorontalo
guru dan siswi mesum
NASIB Bripda MA Polisi Lempar Helm ke Pelajar Sampai Jatuh dan Koma, Ngaku Refleks |
![]() |
---|
PROFIL Salsa Hutagalung Influencer yang Tantang Ahmad Sahroni, Sentil Manusia Maruk Tak Tahu Diri |
![]() |
---|
PROFIL Evie Effendi Ustaz Gaul Diduga Aniaya Anak Perempuannya, Korban Ngaku Dipukul dan Diludahi |
![]() |
---|
ALASAN Bripda MA Lempar Helm ke Pelajar SMK Sampai Jatuh Koma dan Kepala Pecah, Sebut Refleks |
![]() |
---|
NASIB Siswandi Keluarga Pasien Arogan yang Paksa Dokter Syahpri Buka Masker, Dijerat Pasal Berlapis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.