TRIBUN WIKI

Keutamaan Salat Duha dan Tata Cara Pelaksanaannya

Salat duha adalah salat sunnah yang dikerjakan saat fajar. Waktu yang paling baik adalah setelah satu setengah jam usai salat subuh

Editor: Array A Argus
Istockphoto
Ilustrasi salat duha 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Salat duha merupakan ibadah sunnah yang memiliki banyak manfaat dan keistimewaan bagi mereka yang melaksanakannya.

Menurut Ustaz Adi Hidayat (UAH), bagi mereka yang mengerjakan salat duha, dapat dipastikan menerima ganjaran pahala yang sangat luar biasa.

UAH bilang, bahwa salat duha dibagi menjadi tiga waktu dengan masing-masing ganjaran pahala yang berbeda.

Waktu pertama yang paling banyak pahalanya adalah ketika kita melaksanakan salat duha 1,5 setelah salat subuh.

Baca juga: Tips Agar Salat Anda Khusyuk Menurut Ustaz Adi Hidayat

Ketika kita mengerjakan salat duha 1,5 jam usai salat subuh, pahalanya seperti orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Kemudian, lanjut UAH, waktu kedua yang baik untuk mengerjakan salat duha yakni diantara pukul 09.00 hingga pukul 10.00.

Di waktu ini, orang yang mengerjakan salat duha akan dihindarkan dari musibah. 

Hal ini telah disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim no.1704

 يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى 

“Pada pagi hari diwajibkan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Begitu juga amar ma’ruf (memerintahkan kepada ketaatan) dan nahi munkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 rakaat.” (HR. Muslim no. 1704).

Baca juga: Lupa Rakaat saat Salat, Lakukan Sujud Sahwi, Begini Cara Melaksanakannya

Selanjutnya, waktu ketiga melaksanakan salat duha yakni diantara pukul 10.00 hingga pukul 11.00.

Di waktu ini, Allah S.W.T akan mempermudah rezeki Anda.

Dalam Islam, melaksanakan salat duha termasuk sunnah muakkad.

Artinya, adalah sunnah yang dianjurkan pelaksanaannya.

Hal ini telah diwasiatkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Abu Hurairah, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari

 عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه قال : " أوصاني خليلي بثلاثٍ : صيامِ ثلاثةِ أيامٍ من كل شهر ، وركعتي الضحى ، وأن أوتر قبل أن أنام " ( رواه البخاري 

“Rasulullah S.A.W, kekasihku itu berwasiat padaku tiga hal, pertama puasa tiga hari setiap bulan, kedua, dua rakaat duha (setiap hari), ketiga salat witir sebelum tidur.” (H.R Bukhari).

Baca juga: Keutamaan Salat Tahajud dan Tata Cara Pelaksanaannya

Jumlah rakaat untuk salat duha adalah paling sedikit dua rakaat, dan paling banyak adalah delapan rakaat.

Tata cara pelaksanaan salat duha tidak berbeda jauh dengan salat sunnah lain, berikut cara pelaksanaannya ;

Niat Salat Duha

 أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: Saya niat shalat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala.

Membaca Alfatihah

Sebagai rukun dalam salat, Alfatihah wajib dibaca dalam salat, baik salat wajib maupun salat sunnah.

Membaca Surah dalam Alquran

Baca juga: Catat! Inilah Hal-hal yang Bisa Membatalkan Salat, Jangan Sampai Terjadi

Dianjurkan membaca Surah As-Syams (wasy-syamsi wa dluḫâhâ) pada rakaat pertama, dan membaca surah Ad-Dhuha untuk rakaat kedua.

Namun bisa diganti dengan surah-surah yang lain seperti Al-Kafirun atau Al-Ikhlas.

Untuk pelaksanaan rukun-rukun lainnya, sama seperti salat pada biasanya.

Setelah salam, Anda dianjurkan untuk membaca doa khusus salat duha sebagai berikut;

للّٰهُمَّ إِنَّ الضَّحَآءَ ضَحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَــالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسَرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضَحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِيْ مَآ أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Artinya: Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rejekiku berada di atas langit, maka turunkanlah; jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika dipersulit, mudahkanlah; jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah; dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang salih.

Dilansir Dari jabar.nu.or.id setelah membaca doa di atas, maka dilanjutkan untuk membaca zikir ini sebanyak 40 atau 100 kali

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Artinya: Tuhanku, ampunilah aku. Kasihanilah aku. Terimalah tobatku. Sungguh, Engkau Maha penerima tobat dan Maha Penyayang. (Ad-Dimyathi, Hâsyiyyah I’ânatut Thâlibîn, juz I, halaman: 255).(tribun-medan.com)

Ditulis oleh mahasiswi magang Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Lhokseumawe Khayranil Ula

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved