Berita Viral

GARA-gara Gedung Disegel Ahli Waris, Murid Terpaksa Numpang SD Lain, Ortu Demo Disdik: Mogok Belajar

Gara-gara gedung disegel ahli waris, murid SD terpaksa menumpang SD lain. Mereka menjalaninya sudah selama kurang lebih tiga bulan.

Tayang:
Editor: Liska Rahayu
Kompas.com
Puluhan orangtua murid SD Inpres Pajjaiang Makassar melakukan unjuk rasa di bilangan Jalan Pajjaiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulsel, Selasa (15/10/2024). 

TRIBUN-MEDAN.com - Gara-gara gedung disegel ahli waris, murid SD terpaksa menumpang SD lain.

Mereka menjalaninya sudah selama kurang lebih tiga bulan.

Para orangtua pun protes tak terima anak-anaknya belajar namun numpang sekolah lain.

Orangtua akhirnya berinisiasi melakukan demo sebagai bentuk protes.

Adapun kasus ini menimpa murid SD Inpres Pajjaiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel),

Puluhan ibu-ibu itu demo minta pemerintah segera selesaikan polemik penyegelan sekolah oleh ahli waris, Selasa (15/10/2024) sore.

Sambil menyampaikan aspirasi, mereka juga membawa spanduk yang berisi berbagai tulisan protes agar para murid diberikan tempat layak dan nyaman untuk belajar. 

Salah satu orangtua murid, Hamdiani (48) mengatakan, para orangtua melakukan unjuk rasa karena sudah merasa tidak nyaman.

Lantaran kurun waktu hampir tiga bulan proses belajar murid dialihkan di beberapa sekolah. 

Hamdiani mengaku, beberapa murid SD Inpres Pajjaiang kerap mendapatkan intimidasi atau bullying oleh murid lain karena dianggap hanya menumpang. 

"Karena anak-anak kami sudah mendapatkan perundungan, istilahnya ada intimidasi. Bentuk intimidasinya, mereka dipalak sama anak SD yang ditempati numpang," ungkap Hamdiani kepada Kompas.com, ditemui usai unjuk rasa. 

Selain dipalak, para guru SD Inpres Pajjaiang juga kerap mendapatkan teror oleh orang tidak dikenal, dalam bentuk surat yang bertuliskan bahasa kotor. 

"Terutama ada juga laporan guru-guru bahwa terlalu banyak surat kaleng yang masuk, terlalu banyak bahasa kotor di dalam surat itu. Ada juga surat yang disimpan di meja guru dengan bahasa yang kotor," ucap dia. 

Hal senada juga disampaikan orangtua murid lainnya yakni Fitri (35).

Dia mengatakan, aksi unjuk rasa yang mereka lakukan guna meminta perhatian pemerintah khususnya Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved