Berita Viral
GURU Supriyani Ternyata Sudah 5 Kali Minta Maaf ke Aipda WH Tapi tak Digubris, Kini Tentang Bupati
Lima kali permintaan maaf guru Supriyani itu diucapkan saat proses hukum yang dilaporkan istri Aipda WH itu masih dalam proses di kepolisian.
Disinggung tentang adanya surat pencabutan damai yang dibuatnya sehari setelah perdamaian di rumah jabatan Bupati Konawe Selatan, Supriyani mengakuinya.
Hal itu atas dorongan ingin membuktikan di persidangan bahwa dia akan bebas dan tidak bersalah.
Dia berharap ke depan persidangan tetap berlangsung.
"Saya terbukti tidak bersalah, dan bisa bebas," katanya optimis.
Sebelumnya, dalam surat pencabutan damai, Supriyani mengaku terpaksa berdamai dengan Aipda WH dan istri, FN karena tertekan.
Selain itu, guru SD ini juga terpaksa dan tidak mengetahui isi dan maksud dari surat kesepakatan tersebut.
"Dengan ini menyatakan mencabut tanda tangan dan persetujuan saya dalam surat kesepakatan damai yang ditandatangani di Rujab Bupati Konsel tanggal 05 November 2024 karena saya dalam kondisi tertekan dan terpaksa dan tidak mengetahui isi dan maksud dari surat kesepakatan tersebut," tulis Supriyani dalam surat pernyataannya.
Surat pernyataan Supriyani tersebut ditanda tangani di atas meterai 10.000 dan ditembuskan ke Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum Perkara Nomor 104/Pid.Sus/2024/PN Andoolo; Bupati dan Kapolres Konawe Selatan.
Kuasa hukum Supriyani, Andri Darmawan saat dikonfirmasi membenarkan Supriyani mencabut kesepakatan damai.
"Benar," katanya saat dikonfirmasi, TribunnewsSultra.com, Rabu (6/11/2024).
Ia menjelaskan alasan pencabutan kesepakatan damai itu, karena kliennya merasa tertekan dan terpaksa saat menandatangani surat kesepakatan damai yang dilakukan di Rumah Jabatan Bupati Konawe Selatan tersebut.
Dibantah Pihak Aipda WH
Pernyataan berbeda disampaikan kuasa hukum keluarga Aipda WH, La Ode Muhram.
La Ode awalnya menyinggung soal keputusan guru Supriyani mencabut kesepakatan damai dalam pertemuan yang diprakarsai oleh Surunuddin.
Ia menyebut, bahwa pihaknya menghargai keputusan guru Supriyani.
| RUMAH Kades Dilempar Bom Molotov, Mobil Sempat Terbakar, Pelaku Kabur Pakai Sepeda Listrik |
|
|---|
| Alibi Emak-emak Santai Masak Mi di Kereta Api Karena Tak Tahu Aturan Soal Colokan |
|
|---|
| Walikota Bekasi Bikin Aturan Satu Hari Wajib Bahasa Jepang Bagi Siswa: Persiapan Kerja ke Sana |
|
|---|
| Alasan Raffi Ahmad Dipilih Jadi Duta BPJS Kesehatan, Ini Tugasnya, Sasar Anak Muda Peduli Kesehatan |
|
|---|
| TAK Cuma Rumah Rp25 M, Gubernur Rudy Ngaku Butuh Kursi Pijat Rp125 Juta Usai Capek Nyetir Mobil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Guru-Supriyani-mengungkapkan-perkataan-penyidik-Polsek-Baito.jpg)