TRIBUN WIKI
Profil Hanindhito Himawan Pramono, Anak Pramono Anung Jadi Bupati Kediri, Kini Maju Lagi di Pilkada
Hanindhito Himawan Pramono merupakan putra Pramono Anung. Ia lahir di Yogyakarta pada 31 Juli 1992. Ia kini mencalonkan kembali jadi Bupati Kediri.
Pramono mendoakan anaknya dapat menjadi pemimpin yang mampu membuat Kabupaten Kediri menjadi semakin baik.
Ribuan Warga Kediri Antar Dhito-Dewi Ke KPU
Dikutip dari Tribunnews.com, ribuan warga Kediri berbondong-bondong menjemput dan mengantarkan bakal calon bupati-wakil bupati Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pilkada 2024.
Keduanya menaiki vespa didampingi ketua dan anggota parpol pengusung ke KPU.
Baca juga: Profil Rizky Ridho, Pemain Timnas Indonesia yang Tengah Bersinar dan Jadi Andalan
Setidaknya lebih dari dua ribu orang yang turun ke jalan untuk mengantarkan bakal calon petahana ini ke KPU di hari pertama pendaftaran pada Selasa (27/8/2024).
Mereka berasal dari tujuh elemen yakni relawan, ada pula warga sekitar Sungai Brantas yang merasakan dampak pembangunan Jembatan Jongbiru, petani, pendidik, pelaku UMKM/PKL, tenaga kesehatan, dan seniman.
Pukul 08.37 WIB, rombongan tiba di kantor KPU Kabupaten Kediri dan langsung disambut dengan antusias oleh para pendukung. Seluruh proses pendaftaran berlangsung lancar.
"Kami merasa sangat terhormat dengan sambutan yang kami terima hari ini. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kediri memiliki harapan besar terhadap kami untuk melanjutkan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup di daerah ini," kata Mas Dhito usai penyerahan.
Baca juga: Profil Letkol Inf Lizardo Gumay, Eks Dandim Makassar Diduga Selingkuh Pernah Tugas di Kodam I/BB
Setelah melakukan pendaftaran, Mas Dhito langsung kembali ke kantor Pemkab Kediri untuk melanjutkan aktivitasnya. Ia tetap berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin sampai hari pemilihan tiba.
Marga, perwakilan masyarakat yang ikut terjun ke jalan menyebut, selama 3 tahun terakhir kepemimpinan Mas Dhito dan Mbak Dewi telah terbukti membawa perubahan positif di Kabupaten Kediri.
Sebagai bagian elemen pendidik, ia mengaku kepemimpinannya Mas Dhito sangat memberikan perhatian bagi kesejahteraan tenaga pendidik non ASN.
“Teman-teman tenaga pendidik non ASN menerima insentif, termasuk bisyaroh bagi guru madin dan ini terjadi di masa kepemimpinan Mas Dhito dan Mbak Dewi,” katanya.
Tidak hanya itu, pembangunan yang dilakukan pasangan Mas Dhito dan Mbak Dewi di periode pertama sangat terlihat jelas.
Di antaranya dengan adanya bandara di Kabupaten Kediri, pembangunan stadion, termasuk Pasar Wates yang akan dilanjutkan ke pasar tradisional lain.
Kemudian, bidang pelayanan publik pun saat ini dirasakan semakin mudah diakses.(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.