Sumut Terkini
Mahasiswa Pencinta Alam di Siantar Buat Workshop Seni Tanaman Asal Jepang Kokedama
Kokedama adalah teknik bercocok tanam dengan bola berisi tanah sebagai media tanaman hias tumbuh.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR -Mahasiswa Pecinta Alam Semesta (MPLAS) dari STIKOM Tunas Bangsa menggelar workshop kokedama.
Kokedama adalah teknik bercocok tanam dengan bola berisi tanah sebagai media tanaman hias tumbuh.
Ide dari kokedama berasal dari Jepang, yang merupakan kombinasi dari gaya menanam nearai, bonsai, dan kusamono.
Acara ini diadakan di gedung Aula kampus STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar, Jalan Sudirman, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar, pada Minggu (22/12/2024).
Workshop kokedama ini dipandu oleh Nico dari Syahdu Garden, seorang ahli dalam seni kokedama.
Dikatakan Nico, workshop ini bertujuan untuk mendongkrak industri kreatif di kota Pematangsiantar dan mendorong ekonomi kreatif khususnya pada bidang agricultur.
Ia mengajak Mapala STIKOM Tunas Bangsa terus berinovasi buat meningkatkan sumber daya manusia lewat berbagai kegiatan kreatif.
"Workshop kokedama ini menggabungkan seni dan keterampilan menanam tanaman tanpa pot dan menghasilkan mahakarya hidup," kata Nico.
Nico pun memberikan panduan langkah demi langkah kepada para peserta, mulai dari persiapan media tanam, pembentukan bola tanah, hingga teknik membungkus dengan lumut dan mengikatnya dengan benang atau tali.
Para peserta sangat antusias mengikuti setiap tahap workshop ini, menunjukkan minat yang besar dalam mempelajari teknik baru yang dapat mereka terapkan di rumah.
Dengan adanya workshop ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan keterampilan mereka dan menciptakan produk-produk kreatif yang dapat dipasarkan.
"Ini tidak hanya akan meningkatkan ekonomi kreatif di Pematangsiantar tetapi juga memberikan peluang usaha baru bagi mahasiswa dan masyarakat setempat. Kokedama, yang berasal dari Jepang, adalah teknik menanam tanaman dalam bola lumut yang tidak hanya estetis tetapi juga ramah lingkungan," katanya.
"Produk kokedama yang dihasilkan dapat menjadi dekorasi rumah yang unik dan menarik, serta memiliki nilai jual yang tinggi," terang Nico.
Para peserta workshop memberikan testimoni positif mengenai pengalaman mereka. Selain menambah wawasan, saya juga mendapatkan keterampilan baru yang bisa saya kembangkan menjadi usaha.
Workshop ini sangat bermanfaat. Saya belajar banyak tentang cara membuat kokedama dan bagaimana merawatnya. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga.”
| Daftar 29 Kapolres di Sumatera Utara, Dibawah Kepemimpinan Irjen Whisnu Hermawan, April 2026 |
|
|---|
| Program Tanoto Foundation Fellowship 2026 Kembali Dibuka, Berikut Kriteria Pendaftarannya |
|
|---|
| Kasat Narkoba Polres Asahan Dimutasi Jadi Panit I Unit 3 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Sumut |
|
|---|
| Polres Tebingtinggi Buru Pelaku Penganiayaan yang Menyebabkan Seorang IRT Tewas |
|
|---|
| Wakil Ketua DPRD Sumut Ikhwan Ritonga Benarkan Ketua Erni Sitorus Ikut Retret di Magelang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Mahasiswa-Pencinta-Alam-di-Siantar-Buat-bersam-Syahdu.jpg)