Berita Viral
MODUS Transfer Ilmu, Dosen Ilmu Agama di NTB Lecehkan 10 Mahasiswa, Bikin Ritual Aneh
Syarif meminta kepada para pihak yang merasa pernah menjadi korban untuk melaporkan kejadian tersebut di Polda NTB.
Pelaku berdalih memberikan 'transfer ilmu' dengan syarat korban harus menjalani ritual 'mandi suci' untuk pembersihan diri yang melibatkan tindakan tidak senonoh. Dia memegang dan memainkan kemaluan para korban laki-laki.
"Modus pelaku ini memakai dalil dan ayat-ayat suci. Jadi dia mendekati korban setelah diajak ngobrol dan diskusi tentang ayat," ujarnya.
Hingga saat ini, 10 korban telah teridentifikasi. Namun, jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah karena tim koalisi terus menerima pengakuan dari mahasiswa lain. Beberapa korban mengaku bahwa pelecehan terjadi di rumah pelaku dan dalam lingkungan komunitas yang pernah dipimpin oleh LR.
"Korbannya ada mahasiswa ada yang alumni. Ada mahasiswa di luar dua kampus tempat pelaku mengajar juga," katanya.
Bahkan ironisnya, Joko melanjutkan, salah satu korban yang pernah dilecehkan oleh LR merupakan anggota di salah satu komunitas yang pernah LR ikuti di Lombok Barat.
"Jadi dia datang ke komunitas itu karena dia dihormati sebagai orang berilmu atau semacam ustaz. Bahkan aksi pelaku sempat dilakukan di rumah pelaku," katanya.
Pelecehan seksual sesama jenis terjadi pada Agustus hingga September 2024. Dalam aksinya, pelaku tidak hanya berdalih ritual 'mandi suci', tetapi juga melakukan pelecehan fisik seperti memegang dan memainkan kemaluan korban.
LR diketahui merupakan dosen dengan konsentrasi keilmuan agama, bahkan memiliki gelar magister di bidang tersebut.
Meski demikian, ia diduga terlibat dalam jaringan komunitas tertentu. Isu mengenai keterlibatannya dalam jaringan gay juga mencuat, meskipun hal ini belum dapat dibuktikan secara hukum.
"Tapi isu ini belum ada bukti (konkret)," tambah Joko.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Kombes Syarif Hidayat, mengonfirmasi laporan dugaan pelecehan tersebut. Saat ini, penyidik masih menelaah laporan dari korban pertama yang telah resmi melapor ke kepolisian.
"Hari ini baru ada satu laporan dari satu korban. Yang lain belum ada," kata Syarif
"Laporan sudah kami terima, kasus ini masih penyelidikan" imbuh Syarif.
(*/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dir-Reskrimum-Polda-NTB-Kombes-Pol-Syarif-Hidayat.jpg)