TRIBUN WIKI

Profil Irene Sukandar, Master Internasional Catur Duduki Peringkat 9 Pecatur Wanita Tercepat Dunia

Irene Sukandar merupakan Master Internasional catur wanita asal Indonesia. Ia lahir di Jakarta, 7 April 1992. Desember 2024 juara catur cepat dunia.

Editor: Array A Argus
Instagram @irene_sukandar
Irene Sukandar, Master Internasional catur wanita asal Indonesia 

Irene Sukandar lahir di Jakarta 7 April 1992.

Baca juga: Profil Connie Rahakundini, Istri Eks Pangkostrad yang Pegang Bukti Dugaan Korupsi Elite Indonesia

Dikutip dari Kompas.com, ketertarikannya akan catur bermula ketika Irene melihat ayahnya mengajari sang kakak, Kaisar Jenius Hakiki bermain catur.

Irene yang masih berusia 8 tahun juga sering mengantar kakaknya ke sekolah catur tanpa tahu bahwa ia punya bakat dalam bermain catur.

Mulai dari situ, dirinya mulai tertarik melihat jalannya bidak catur. Lalu, sang ayah pun memasukkan dia ke sekolah catur.

Wanita penggemar cerita wayang dan pelajaran sejarah ini mulai berlatih di Sekolah Catur Utut Adianto, Bekasi, sejak 1999.

Irene lalu tumbuh menjadi pecatur putri yang patut diperhitungkan sejak mulai bersekolah catur.

Baca juga: Profil Ramai Rumakiek, Pemain Persipura Jayapura yang Kini Jadi Incaran PSBS Biak

Maklum, karena pecatur yang akan menginjak usia 29 tahun itu selalu berlatih serius dari Senin-Jumat selama tiga hingga empat jam.

Begitu tekun dan giat saat berlatih, membuat Irene meraih gelar juara pertama kali ketika masih kelas IV SD.

Demi meningkatkan level permainan dan memperdalam pengalaman, Irene ikut bertarung di sektor putra.

Hasilnya pun berbuah manis, dia meraih beragam prestasi dan penghargaan, baik di dalam maupun luar negeri.

Hebatnya, Irene sukses mendapatkan gelar Master Nasional Wanita Termuda Indonesia dan menduduki peringkat 10 besar.

Ketika masih SMP, Irene dianugerahi gelar Master dari Federasi Catur Dunia (FIDE).

Baca juga: Profil Chico Aura Dwi Wardoyo, Pebulu Tangkis Profesional yang Ditarik dari Malaysia Open 2025

Kemudian, dia menjadi orang Indonesia pertama yang meraih gelar Grand Master Internasional Wanita (GMIW), mulai Desember 2008.

Kegemilangannya dalam memainkan bidak catur membuat dirinya dipanggil PERSACI (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) ke timnas catur Indonesia.

Dia pernah menjadi atlet termuda dari semua cabang ketika terpilih menjadi anggota kontingen Indonesia pada SEA Games Vietnam 2003.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved