Asahan Terkini

Dua Titik Longsor Bikin Jalan Penghubung Dua Desa di Kabupaten Asahan Putus

Jalan utama di Desa Perkebunan Aek Tarum, Bandar Pulau, Kabupaten Asahan terputus akibat longsor.

TRIBUN MEDAN/HO
Jalan penghubung dua desa di Desa Perkebunan Aek Tarum alami longsor, Kamis (9/1/2025). Kini bertambah menjadi dua titik di dusun 6 dan dusun 10 Desa Perkebunan Aek Tarum, Bandar Pulau, Kabupaten Asahan. 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Jalan utama di Desa Perkebunan Aek Tarum, Bandar Pulau, Kabupaten Asahan terputus akibat longsor.

Jalan penghubung antara Desa Aek Nagali dan Desa Perkebunan Aek Tarum ini mengalami longsor akibat adanya curah hujan yang tinggi di Kecamatan Bandar Pulau.

Longsoran tersebut tidak hanya terjadi di Dusun 6, Desa Perkebunan Aek Tarum, melainkan jalan utama di dusun 10 Desa Perkebunan Aek Tarum turut mengalami ambles akibat longsor.

Menurut Camat Bandar Pulau, Samsul, saat ini pemerintah kecamatan dan perusahaan telah menurunkan alat berat untuk membuat jalan alternatif sementara.

Sedangkan longsor saat ini sedang dilakukan perbaikan dengan dilakukan penimbunan.

"Rencananya akan dilakukan peralihan sementara, jadi jalan dibuka ke akses kebun sembari menunggu jalan utama diperbaiki," kata Samsul, Sabtu (11/1/2025).

Lanjutnya, untuk longsor di Dusun 10 Desa Perkebunan Aek Tarum, dirinya masih mencari informasi terkait kebenaran tersebut.

"Kalau yang di dusun 6 itu sudah direncanakan akan dibuat dinding penahan sementara dengan batang kelapa, dan nanti tanahnya dikeruk dari bukit-bukit sekitar. Sedangkan yang di dusun 10 itu saya baru dengar," katanya.

Sementara, Sudirman Marpaung, Tokoh Masyarakat Kecamatan Bandar Pulau, meminta kepada pemerintah maupun perusahaan agar mempercepat pembangunan jalan longsor.

"Saya melihat di dusun 10 itu terjadi longsor. Parahnya, disana dekat dari pemukiman warga," kata Sudirman.

Ia mengkhawatirkan anak-anak yang sedang bermain masuk ke dalam lubang longsor dan terjadi cidera.

"Kalau bisa, dikerjakan sekaligus dua-duanya. Karena, khawatirnya, anak-anak di dusun 10 menjadi korban. Kalau terjatuh ke bawah apa yang terjadi," ujar Dirman.

Ia berharap, pemerintah segera dapat menjadikan longsor tersebut sebagai atensi pembangunan dan perbaikan.

Kabid Kedaruratan BPBD Asahan, Zulfahri Harahap mengaku timnya sudah turun langsung ke lokasi longsor. Menurutnya, longsor tersebut diduga terjadi akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi.

"Untuk saat ini masih diupayahkan dibuat jalur air agar air tidak menggenangi jalan. Selanjutnya, dilakukan pengerjaan pembangunan kembali jalan-jalan tersebut," ungkap Fahri.

(cr2/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved