Sumut Terkini

AMAN Tano Batak Bakal Luncurkan Buku Sebuah Refleksi Perjalanan

Disebutkan, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peluncuran Catatan Akhir Tahun (Catahu).

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
Humas AMAN Tano Batak
Peluncuran buku yang menarasikan perjuangan masyarakat adat di Tanah Batak. Buku ini berisi refleksi perjalanan masyarakat adat di kawasan Danau Toba. 

“Ketika tanah adat dirampas, Masyarakat Adat dipaksa bersalah di hadapan hukum,” katanya.

Judianto Simanjuntak dari PPMAN menegaskan bahwa solidaritas terhadap Masyarakat Adat semakin meluas, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Ia mencontohkan dukungan dari 321 lembaga dan individu untuk pembebasan Sorbatua Siallagan, yang menjadi bukti kekuatan jaringan masyarakat sipil.

Tomson Hutasoit, seorang budayawan, menekankan pentingnya pendidikan adat melalui sekolah-sekolah adat di Tano Batak. Ia juga mengajak generasi muda menjaga ritual adat sebagai bukti keberlanjutan budaya dan perjuangan.

Sorbatua Siallagan, yang hadir sebagai perwakilan komunitas adat menyatakan, masyarakat adat bukan perampas tanah negara.

“Masyarakat Adat bukanlah perampas tanah negara. Tanah yang kami pertahankan adalah warisan leluhur yang telah dikelola turun-temurun," ujarnya.

"Namun, negara sering kali berpihak kepada perusahaan dan kebijakan yang merugikan kami," sambungnya.

Dalam sesi acara, penyelenggara memberikan apresiasi  berupa ulos kepada Sorbatua Siallagan sebagai simbol penghormatan atas dedikasi dan keberaniannya dalam memperjuangkan hak nya sebagai Masyarakat Adat.

Penyerahan ulos ini menjadi momen haru yang mencerminkan solidaritas dan penghargaan terhadap perjuangan komunitas adat.

Acara ini dimeriahkan dengan pertunjukan seni  dari berbagai komunitas adat dan kelompok seni, termasuk: Sekolah Adat Sihaporas, Lontung, dan Sigala-gala, Sanggar Nabasa dan penampilan seniman lokal seperti; Mitudo, Pondok Kreatif, Beni Tambak dan Guido Huta Galung.

Penyelenggara acara ini adalah kelompok AMAN Tano Batak, KSPPM, BAKUMSU, dan Aliansi Gerak Tutup TPL, dengan dukungan berbagai pihak yang peduli terhadap pelestarian budaya dan hak-hak Masyarakat Adat di Tano Batak.

(cr3/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter   dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan  

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved