Ramadan 2025
Mengenal Tradisi Nyorog yang Biasa Dilakoni untuk Menyambut Bulan Ramadan
Nyorog adalah kegiatan berbagi makanan dengan tetangga dan kerabat menjelang berbuka puasa.
Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com – Di Jakarta, khususnya di daerah Betawi, tradisi nyorog merupakan bagian tak terpisahkan dalam menyambut Ramadan.
Nyorog adalah kegiatan berbagi makanan dengan tetangga dan kerabat menjelang berbuka puasa.
Makanan yang disajikan biasanya berupa makanan khas Betawi yang lezat dan menggugah selera.
Kegiatan nyorog ini dilakukan sebagai simbol penghormatan dan meminta restu dari orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua. Nyorog tidak hanya mempererat hubungan tetapi juga menunjukkan nilai persatuan dan saling menghormati antar anggota masyarakat.
Makna nyorog terletak pada kesederhanaan dan ketulusan berbagi, yang menunjukkan pentingnya kepedulian satu sama lain dan kebersamaan selama bulan Ramadan. Tradisi ini merupakan cerminan nilai-nilai luhur masyarakat Betawi yang patut dijaga dan dilestarikan.
Mengenal Tradisi Nyorog
Dikutip dari laman unismabekasi.ac.id, Nyorog merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kekayaan budaya masyarakat Betawi yang dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
Tradisi ini melibatkan pemberian bingkisan kepada keluarga, kerabat atau tetangga dekat berupa berbagai macam kebutuhan seperti makanan mentah, gula, susu, kopi, ikan bandeng dan daging kerbau.
Dalam beberapa kasus, bingkisan juga bisa berupa makanan khas Betawi yang dikemas dalam wadah tradisional seperti lantang, seperti Sayur Gabus Pukung, yang merupakan makanan khas tradisi nyolog.
Makanan-makanan ini bukan hanya sekedar hadiah, tetapi memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan rasa syukur dan persatuan.
Tujuan utama dari tradisi nyorog adalah untuk mengingatkan masyarakat bahwa bulan suci Ramadan akan segera tiba dan ini adalah waktu yang tepat untuk mempererat hubungan antara keluarga dan kerabat.
Tradisi ini juga menjadi ajang berbagi kebahagiaan dan menjaga silaturahmi. Dalam konteks yang lebih luas, nyorog merupakan cara masyarakat Betawi untuk mengekspresikan kepedulian dan kasih sayang kepada orang-orang terdekat.
Berbagi makanan dan bingkisan menjelang Ramadan dipandang sebagai tanda syukur dan tradisi yang memperkuat ikatan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Sejarah tradisi nyorog lebih dari sekadar tradisi berbagi, namun juga mencerminkan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis dalam keluarga dan masyarakat.
(cr30/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Daftar Link Twibbon Idul Fitri 2025 Gratis, Cocok untuk Diunggah di Medsosmu |
![]() |
---|
Menjelang Lebaran 2025, Mall di Medan Alami Peningkatan Pengunjung hingga 25 Persen |
![]() |
---|
Sudah Akhir Ramadan 2025, Inilah Tanda-tanda Puasa Kita Diterima, Termasuk Menjadi Lebih Ikhlas |
![]() |
---|
Bacaan Doa Akhir Ramadan 2025 dan 1 Syawal 1446 H, Semoga Ramadan Tahun Depan Dipertemukan Lagi |
![]() |
---|
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini 29 Maret di Medan dan 10 Daerah Lainnya di Sumatera Utara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.