Sumut Terkini

5 Tahun Jadi Rumah Hantu, Wali Kota Tebingtinggi yang Baru Akan Aktifkan Kolam Renang Sakura

Pasalnya, sudah lima tahun kolam renang yang dibangun memakai uang rakyat itu berakhir menjadi rumah hantu. 

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
DOKUMENTASI
Kolam Renang Sakura Tebingtinggi yang terbengkalai direncanakan akan diaktifkan kembali setelah dilakukan perbaikan oleh Wali Kota Tebingtinggi yang baru, Iman Irdian Saragih 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Wali Kota Tebingtinggi Terpilih, Iman Irdian Saragih menaruh perhatian pada Kolam Renang Sakura yang merupakan aset bangunan milik Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi.

Pasalnya, sudah lima tahun kolam renang yang dibangun memakai uang rakyat itu berakhir menjadi rumah hantu. 

Menjelang pelantikannya sebagai Wali Kota Tebingtinggi, Ketua DPC PDI-P Iman Irdian Saragih pun mengunjungi beberapa tempat yang dianggap butuh perhatian, terutama Kolam Renang Sakura. 

"Kita melaksanakan olahraga dan gowes dengan meninjau langsung kolam renang Tebingtinggi yang menjadi aset pemerintah kota Kota Tebingtinggi. Ini merupakan aset milik Pemko Tebingtinggi. Kolam renang ini kurang lebih sudah 5 tahun terbengkalai," kata Dian Saragih. 

Dalam kunjungan itu, Dian pun berinteraksi dengan penjaga kolam renang bernama M Suyetno. Keduanya pun mengecek beberapa bagian dari areal kolam yang sudah rusak. 

"Kita melihatnya sangat miris dan prihatin. InsyaAllah dengan kebersamaan kita, kita akan hidupkan kembali olahraga ini. Artinya bisa menjadi tempat olahraga dan hiburan di Kota Tebingtinggi," kata pria yang sebelumnya duduk di kursi Wakil Ketua DPRD Tebingtinggi Periode 2019-2024 ini. 

Kolam renang Sakura milik Pemko Tebingtinggi sudah sejak Oktober 2018 lalu diresmikan.

Namun, sejak saat itu, kolam renang yang berada di Jalan Mayjend Sutoyo, Kelurahan Rambung, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kota Tebingtinggi tersebut tidak beroperasi lagi.

Tak ayal, kondisi kolam renang sudah seperti "rumah hantu" karena terlalu lama dibiarkan. Bagian dalam bangunan sudah retak-retak.

Tidak hanya itu, rumput-rumput liar mulai tumbuh di sela lantai yang tak terurus.
Air kolam juga menghijau karena banyaknya lumut.

"Pembangunan kolam ini memakan empat tahun anggaran dan menimbulkan kerugian total loss," kata Pengamat Kebijakan Publik dan Anggaran, Ratama Saragih.

Ia mengatakan, adapun biaya yang dihabiskan untuk pembangunan kolam renang mencapai Rp 1,2 miliar.

(alj/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter   dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan  

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved