TRIBUN WIKI
14 Februari Hari Kasih Sayang, Begini Hukum Islam Menurut Buya Yahya
14 Februari dikenal sebagai Hari Kasih Sayang atau Valentine Day. Lantas, bagaimana Hukum Islam memandang ini? Simak penjelasan Buya Yahya berikut ini
TRIBUN-MEDAN.COM,- Tanggal 14 Februari selalu diperingati sebagai Hari Kasih Sayang sedunia atau Valentine Day.
Di negara barat, orang-orang memperingati Hari Kasih Sayang dengan beragam aktivitas.
Ada yang memberikan sekuntum bunga bagi pasangan, ada juga yang kemudian memberikan cokelat pada kekasih.
Lantas, bagaimana di Indonesia.
Di Indonesia ada juga yang merayakannya.
Baca juga: dr Richard Lee Mualaf, Lalu Bagaimana Status Pernikahannya Menurut Hukum Islam?
Bahkan, kalangan pelajar hingga mahasiswa seringkali terdengar ikut merayakan Hari Kasih Sayang ini.
Meski demikian, nyatanya Hari Kasih Sayang ini sangat bertentangan dengan Islam.
Prof. KH.Yahya Zainul Ma'arif, Lc., M.A., Ph.D, pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon pernah menjelaskan tentang masalah ini.
Ulama yang dikenal dengan panggilan Buya Yahya ini pernah menjelaskan tentang Hukum Islam mengenai Hari Kasih Sayang tersebut.
Bahkan, Buya Yahya sempat menyinggung soal kekafiran dalam masalah ini.
Baca juga: 4 Cara Ikhtiar yang Benar agar Mendapat Rezeki Kata Buya Yahya, Istri Wajib Tahu
Sebab, Buya Yahya menegaskan, bahwa Islam tidak pernah mengajarkan tentang adanya Hari Kasih Sayang.
Kapan saja sebenarnya bisa mengungkapkan rasa kasih sayang kepada sesama manusia.
Bagi siapa saja yang melakukan sebuah kegiatan yang tak pernah diajarkan Rasulullah, maka bisa-bisa terjerumus dalam kekafiran.
Buya Yahya menerangkan, Valentine Day adalah bukan budaya orang beriman, di mana dalam perayaannya mengagungkan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan Islam.
"Maka mengagungkan seorang tokoh yang tidak pernah kenal Nabi Muhammad SAW, tokoh kafir, kalau diceritakan asal-usul mengenai Valentine Day semuanya mengarah pada kekafiran," jelas Buya Yahya dilansir dari Banjarmasinpost.co.id dari kanal Youtube Al-Bahjah TV.
Jikalau umat muslim yang beriman akan berhati-hati tidak akan ikut atau terjerumus dalam perayaan Valentine Day.
Baca juga: Buya Yahya: Dosa Besar Apabila Berhubungan Intim saat Menstruasi
Meskipun awalnya hanya ingin ikut-ikutan saja, Buya Yahya mengingatkan pentingnya kewaspadaan diri, sebab bermula dari ikut-ikutan dan mendekatkan diri dengan orang-orang kafir, maka bisa jadi diam-diam juga akan menjadi kafir.
Kendati demikian, orang-orang yang merayakan Valentine Day bukan berarti langsung kafir, namun sebab mendekat kepada kekafiran boleh jadi suatu saat akan terbawa arus.
"Akan tetapi mengagungkan syiarnya orang kafir, perlahan menggeser nilai-nilai keimanan dan keislaman, dan bisa saja tiba-tiba futur bahkan tidak beriman," ucap Buya Yahya.
Apabila umat Islam menyadari keimanan penting dan kekafiran mengerikan maka akan menjauhi perayaan Valentine Day.
Baca juga: Cara Orangtua Bayar Zakat Fitrah Anak yang Merantau, Simak Penjelasan Buya Yahya
Kalaupun ada yang ingin membuat acara Hari Kasih Sayang diisi dengan dzikir dan doa-doa, Buya Yahya menyarankan tidak usah melabeli acara itu dengan Valentine Day.
Perihal warna baju, yakni merah muda atau pink tidak masalah dipakai namun jika di tanggal 14 Februari hendaknya baju tersebut disimpan karena identik dengan Valentine Day.
"Selain mengagungkan syiar non Islam dan tokoh kafir, hal-hal yang dilakukan pada hari Valentine umumnya menjurus melegalkan perzinahan," terang Buya Yahya.
Tak hanya itu, bentuk-bentuk kemaksiatan lainnya juga bisa saja terjadi pada hari Valentine kepada para perkumpulan atau sepasang kekasih yang sedang dilanda asmara.
Baca juga: Doa Qunut Lengkap Artinya, Buya Yahya Jelaskan Doa Pendek yang Dibaca Bila Tidak Hafal
Buya Yahya pun mengimbau kepada para orangtua agar dapat membentengi anak-anaknya dari terjerumus perayaan Valentine Day.
Sebab apabila mengikut acara Valentine Day lalu bangga dengan acara itu, maka dikhawatirkan kebanggaannya tidak lagi pada Agama Islam.
"Dikhawatirkan apabila nyawa dicabut saat itu, maka akan dijebloskan ke neraka jahannam, sebab hatinya munafik dan ada kafir tersembunyi dalam dirinya, meskipun sebelumnya mengerjakan ibadah misalnya sholat," ujar Buya Yahya.
Buya Yahya menambahkan kasih sayang yang sesungguhnya adalah kasih sayang yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, mulai dari berkasih sayang di medan perang hingga kasih sayang dengan hewan.(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Buya-Yahya-soal-Hari-Kasih-Sayang.jpg)