Kesehatan

7 Penyebab Kanker Payudara Seperti yang Dialami Komedian Nunung

Penyebab kanker payudara bisa terjadi karena beberapa faktor. Satu diantaranya menyangkut faktor reproduksi dan penggunaan hormon.

Editor: Array A Argus
Shutterstock
Ilustrasi: Seorang wanita yang mengidap kanker payudara 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Akhir-akhir ini masyarakat tengah ramai membicarakan kondisi komedian Tri Retno Prayudanti atau biasa dipanggil Nunung.

Diketahui, Nunung mengalami berbagai penyakit, seperti kanker payudara.

Meski saat ini kanker payudara yang dialami Nunung sudah selesai, tapi dia masih melakukan kontrol.

Ia juga menjalani kontrol atas penyakit asam lambung yang diidapnya.

Baca juga: Apa Penyebab Kematian Presiden Soekarno, Kondisi Bung Karno Mengharukan saat Dikunjungi Bung Hatta

“Terus karena harus kontrol tiap bulan kan, dokter ku di Jakarta semua. Ada beberapa dokter di Jakarta semua, dokter psikiater, asam lambung, semua, jadi harus bolak balik Jakarta Solo” ujar Nunung di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2025), dikutip dari Kompas.com.

Meski begitu, Nunung sempat lama terpuruk akibat kanker payudara yang ia alami.

Lantas, apa sih penyebab kanker payudara?

Dikutip dari Tribunnews.com, faktor-faktor penyebab kanker payudara bermacam-macam. 

Bisa karena faktor reproduksi, penggunaan hormon bahkan bisa karena keturunan, genetika.

Menurut peneliti Moningkey dan Kodim seperti dilansir dari Tribunnews.com, penyebab spesifik kanker payudara masih belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara. 

Baca juga: Apa Itu Durian Tewel yang Lagi Viral di Pasar Wisata Masjid Cheng Ho? Simak Penjelasannya

Faktor penyebab kanker payudara itu antara lain:

1. Faktor reproduksi

Karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua.

Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. Diperkirakan, periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initiation perkembangan kanker payudara.

Secara anatomi dan fungsional, payudara akan mengalami atrofi dengan bertambahnya umur. Kurang dari 25 persen kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya perubahan klinis.

2. Penggunaan hormon

Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement.

Suatu metaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral, wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause.

Sel-sel yang sensitive terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved