Berita Viral

PENGAKUAN Pelaku yang Bunuh dan Setubuhi Siswi MTs, Niat Buang Jasad ke Sungai Tapi Kehabisan Bensin

Pelaku pembunuhan disertai pemerkosaan terhadap siswi CNS megaku hendak membuang jasad korban ke sungai.

|
Tribun Batam
PELAKU PEMBUNUHAN CINTA - Dua Orang Pelaku Pembunuh Siswi MTSN di Tanah Datar Ditangkap Polisi. Keji! Itulah gambaran yang cocok disematkan kepada pelaku yang menggauli mayat siswi MTsN di Tanah Datar dan memasukan mayatnya ke dalam karung. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pelaku pembunuhan disertai pemerkosaan terhadap siswi CNS megaku hendak membuang jasad korban ke sungai. 

Noval Julianto (25) dan Bima Dwi Putra alias B (27) memang sudah niat membuang jasad CNS ke sungai tetapi batal lantaran kehabisan bensin. 

Akhirnya mereka membuang jasad CNS ke pinggir jalan di Kecamatan Sungai Tarab, Tanah Datar, Sumatera Barat.

Diketahui, jasad korban ditemukan tewas terbungkus karung di pinggir jalan kawasan Tabek Bunta, Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, pada Rabu (19/2/2025). 

Polisi berhasil mengungkap kasus ini setelah melakukan serangkaian penyelidikan yang dimulai dari bukti rekaman CCTV yang menangkap momen seseorang menjemput korban menggunakan sepeda motor.

Dalam rekaman tersebut, terlihat dengan jelas seorang pria yang menjemput korban menggunakan sepeda motor sebelum membawa korban ke lokasi pembunuhan.

Polisi pun berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan, yaitu Bima (27) dan Noval (25), di dua lokasi berbeda, yaitu di Tanah Datar dan Langsa, Aceh. 

Kepada polisi, Noval menyebutkan bahwa rencana awalnya hendak membuang korban ke sebuah jurang yang tidak jauh dari TKP.

"Dari keterangan pelaku, ia awalnya hendak membuang korban ke jurang yang tidak jauh dari TKP. Namun ternyata saat berada di TKP, minyak sepeda motornya habis, kemudian meletakan korban begitu saja di TKP penemuan," kata Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, AKP Surya Wahyudi, Rabu (26/2/2025).

Baca juga: Misteri di Balik Pintu Terkunci di Palas, Pria Muda Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kontrakan

Baca juga: Lirik Lagu Karo Ciri-ciri Khusus Dipopulerkan oleh Giba Ginting

Kemudian, lanjut Surya, setelah pelaku Noval meletakan jasad korban di TKP, ia kembali menelepon pelaku Bima untuk membantunya mendorong sepeda motor.

"Ia kembali menelepon pelaku Bima untuk membantu mendorong sepeda motornya yang habis minyak ke tempat pengisian BBM terdekat, setelah itu mereka kemudian berpisah kembali ke rumah masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun TribunPadang.com, jurang yang dimaksud oleh pelaku Noval berada sekitar satu kilo dari jarak penemuan jasad korban.

Hingga pada Rabu (19/2/2025) pagi jasad korban ditemukan warga. 

Korban ditemukan dalam kondisi terbungkus karung putih. 

Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan CNS (15) di Tanah Datar. Pelaku tidak hanya membunuh korban, tetapi juga memperkosanya sebelum memasukkan jasadnya ke dalam karung dan membuangnya di pinggir jalan.

Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, AKP Surya Wahyudi, mengatakan bahwa pembunuhan dan pemerkosaan terjadi di sebuah sekolah di daerah Malintang, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar.

"Pelaku N menghabisi nyawa korban di sekolah itu, lalu melakukan pemerkosaan setelah korban meninggal dunia," ujar Surya, Rabu (26/2/2025).

Selanjutnya, kata Surya, setelah pelaku N membunuh dan memperkosa koban, N kemudian menghubungi pelaku B untuk memintanya membawakan sesuatu untuk menutupi korban. Pelaku B datang kembali dengan membawa sebuah karung.

"Kemudian mereka berdua memasukan korban ke dalam karung dan menaikannya ke motor pelaku N," ujarnya.

Setelah itu, pelaku Noval dan pelaku Bima berpisah. Pelaku Noval kemudian membawa korban ke lokasi tempat pertama kali korban ditemukan.

Saat ini Polres Tanah Datar juga mengamankan dua unit sepeda motor. Dimana sepeda motor yang digunakan untuk menjemput korban menggunakan milik pelaku Bima.

Sedangkan, sepeda motor yang digunakan untuk membuang mayat korban menggunakan milik pelaku Noval. Informasi sementara, untuk yang menjemput korban adalah inisial N menggunakan sepeda motor milik B.

"Diduga akibat adanya unsur sakit hati. Berdasarkan keterangan sementara dari inisial B yang sudah diamankan di Polres Tanah Datar, korban meninggal dunia akibat dicekik lehernya oleh inisial N," kata AKP Wahyudi.

AKP Surya Wahyudi, mengatakan dari hasil otopsi menunjukan bahwa di leher korban ada bekas cekikan. Selain itu, di bagian rahim dan kemaluan korban ditemukan sel sperma.

Menurut Surya, berdasarkan pengakuan sementara dari pelaku N, bahwa ia melakukan pemerkosaan setelah membunuh.

"Berdasarkan pengakuan awalnya bahwa pelaku N ini melakukan pemerkosaan setelah membunuh korban, ia mengatakan bahwa melakukan tindakan itu sendiri saja, pelaku B tidak ikut," ujar Surya.

"Namun kita nantinya akan mencoba melakukan tes DNA untuk memastikan apakah sperma yang ada ini milik satu orang saja atau keduanya," sambungnya.

Ia menjelaskan, pelaku Bima mengaku kepada kepolisian tidak ikut dalam mengeksekusi korban. Akan tetapi, ia hadir dan melihat pelaku inisial N mencekik korbannya yang merupakan seorang pelajar MTsN.

"Dimana pada saat kejadian, inisial B mengaku tidak ikut, akan tetapi melihat kejadian tersebut," jelasnya.

AKP Surya Wahyudi menyebutkan, Bima mengakui bahwa rekannya Noval menghabisi nyawa korbannya berinisial CNS di salah sekolah yang berada di daerah Malintang, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar.

Atas perbuatannya Noval dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Noval pun dijerat dengan pasal 285 tentang perkosaan. 

Sementara Bima dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP tentang pelaku dan pembantu tindak pidana kejahatan.

Sakit Hati Diprank Korban

Peristiwa pembunuhan siswi MTs berinisial CNS dipicu rasa sakit Noval terhadap korban.

Pelaku Noval mengaku dirinya sempat di prank korban.  

Menurut pengakuan Noval kepada polisi, korban sempat menghubunginya menggunakan nomor lain dan mengaku sebagai wanita lain. 

Setelah percakapan tersebut, Noval pun berniat menemui wanita yang mengaku asal Lubuk Buaya, Kota Padang. 

Ketika pelaku Noval hendak berangkat menemui wanita tersebut, CNS pun kemudian mengaku bila itu dirinya. 

Dari kejadian tersebut, pelaku Noval pun kesal.

"Diduga akibat adanya unsur sakit hati. Berdasarkan keterangan sementara dari inisial B yang sudah diamankan di Polres Tanah Datar, korban meninggal dunia akibat dicekik lehernya oleh inisial N," kata AKP Wahyudi.

Sakit hati pelaku Noval semakin memuncak saat nomornya ternyata diblokir CNS.

Karena sakit hati, muncul niat pelaku untuk membunuh korban. 

Kronologis Pembunuhan Siswi MTs 

Peristiwa pembunuhan terhadap CNS bermula saat Noval mengajak pelaku Bima bertemu pada Selasa (18/2/2025) sekira pukul 20.00 WIB. 

Saat itu, Noval berjanji kepada Bima akan mempertemukannya dengan CNS. 

Noval yang merupakan kenalan lama CNS memberikan nomor telepon korban kepada Bima untuk menjebak CNS. 

Bima tanpa curiga lantas menghubungi CNS dan keduanya pun sepakat bertemu. 

Bima kemudian menjemput CNS dari kediamannya pada Selasa (18/2/2025) pukul 21.00 WIB menggunakan sepeda motor. 

“Korban dijemput pelaku B menggunakan sepeda motor menuju lapangan Cindua Mato dan pelaku N membuntuti mereka dari belakang,” kata Kapolres Tanah Datar AKBP Simon Yana Putra saat Press Release di Polres Tanah Datar, Kamis (27/2/2025).

Pembuntutan yang dilakukan Noval tanpa sepengetahuan Bima dan CNS. 

Sesampainya di Lapangan Cindua Mato, Bima dan CNS pun bertemu pelaku Noval. 

Mereka bertiga pun sempat berdialog di sana.

Dalam pertemuan tersebut, Noval merampas handphone milik NCS. 

Hal tersebut yang membuat CNS terpaksa ikut pelaku Bima untuk menyusul Noval ke Salimpaung guna mengambil handphonenya. 

Mereka bertiga pun kembali bertemu di sebuah tempat nongkrong di Salimpaung. 

Tanpa sepengetahuan CNS, pelaku Noval sempat mengutarakan niatnya akan menghabisi korban kepada Bima di tempat pertemuan tersebut. 

Kemudian mereka bertiga pun kembali bergerak ke sekolah TK yang berada di daerah Malintang, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang menjadi lokasi pembunuhan.

Sesampainya di lokasi, Noval turun dari motornya dan langsung mencekik CNS yang berada di atas motor Bima. 

Namun, upaya pembunuhan tersebut sempat gagal karena Bima sempat menepis tangan Noval dan CNS pun terjatuh. 

Dari sana Bima pun meninggalkan Noval dan CNS untuk menyelesaikan masalahnya. 

Noval yang sudah terlanjur sakit hati kembali melanjutkan niatnya membunuh CNS dengan cara dicekik. 

Setelah korban tak bernyawa, Noval pun merudapaksa jasad CNS. 

Setelah membunuh dan merudapaksa korban, pelaku Noval kemudian memasukkan jasad korban ke dalam sarung. 

Karena tidak muat, Noval meminta Bima membawa sesuatu yang mampu menutupi jasad korban secara menyeluruh. 

Bima pun datang membawa sebuah karung putih yang didapat di dekat lokasi pembunuhan. 

"Kemudian mereka berdua memasukan korban ke dalam karung dan menaikkannya ke motor pelaku N," ucapnya. 

Korban Curhat Ngaku Diancam Dibunuh

Ibunda korban, Delka Liza yang begitu terkejut putrinya meregang nyawa di tangan pria kenalan korban, Noval Julianto alias N warga Salimpaung dan Bima Dwi Putra alis B (27), warga Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar. 

Sebelum ditemukan tewas,  korban sempat curhat kepada ibunya bahwa dirinya menerima pesan ancaman akan dibunuh pelaku.

 Akan tetapi, ibu siswi MTs tidak menghiraukan karena mengira pesan ancaman pembunuhan itu iseng. 

Ancaman tersebut didapati melalui tangkapan layar pesan dari anaknya sendiri. 

Tidak lama dari itu, ibu kaget putrinya sudah ditemukan meninggal dunia di dalam karung 

Hal tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, AKP Surya Wahyudi. 

Menurut AKP Surya Wahyudi, ibu korban menerima tangkapan layar ancaman tersebut beberapa hari sebelum kejadian. 

"Korban sempat mengirimkan tangkapan layar ancaman tersebut kepada ibunya. Namun ibu korban menganggap hal tersebut adalah sebuah keisengan sehingga tidak terlalu menghiraukan," kata AKP Surya Wahyudi, Kamis (27/2/2025). 

Sementara itu, ibu korban tak kuasa menangis anaknya dibunuh dua pria. 

Liza Delka saat ditemui dirumahnya di Nagari Sumanik, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar, Rabu (26/2/2025) mengaku tidak mengenal para pelaku. 

"Saya tidak mengenal mereka, sebanyak ini teman-teman anak saya tapi saya tidak ada mengenal satupun dari mereka," ujarnya. 

"Melihatnya pun lewat di sekitar sini juga tidak pernah, mungkin karena bukan orang sekitar makanya saya tidak pernah lihat," sambungnya. 

Liza mengaku belum sepenuhnya lega atas tertangkapnya para pelaku, ia seolah tak menyangka para pelaku tega menghabisi nyawa anak kesayangannya itu. 

"Dengan tertangkapnya para pelaku tentunya saya cukup lega. Tapi seperti masih ada yang mengganjal di hati saya, kenapa mereka tega menghabisi nyawa anak saya yang masih sekecil itu," ungkapnya sambil menahan tangis. 

"Ibu mana yang rela melihat anak gadisnya mati dalam keadaan terbunuh," sambungnya. 

Liza berharap agar para pelaku bisa dihukum dengan seberat-beratnya.
"Kalau bisa mereka itu dihukum seberat-beratnya, kalau bisa nyawa dibalas nyawa," tegasnya. 

Liza juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh jajaran Kepolisian serta yang turut serta dalam membantu menangkap pelaku pembunuhan anaknya. 

"Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh polisi yang telah membantu dan semua orang yang telah membantu menangkap pelaku, semoga ini bisa menjadi amal ibadah bagi semuanya," pungkasnya.

(*/tribun-medan.com)

artikel sudah tayang di tribun-sumsel.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved