TRIBUN WIKI

Doa Berbuka Puasa Ramadhan, Mana Lebih Dulu Minum atau Baca Doa? Simak Penjelasannya

Doa berbuka puasa Ramadhan menurut Ustaz Adi Hidayat ada dua. Pertama Allaahummalakasumtu wabika amantu wa'aa rizkika aftortu birohmatika yaa arhamara

Tayang:
Editor: Array A Argus
Pinterest
BUKA PUASA- Ilustrasi buka puasa bersama keluarga di rumah saat bulan Ramadhan. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Selama Ramadhan, hal yang selalu diucapkan umat Islam adalah doa berbuka puasa Ramadhan.

Adapun doa berbuka puasa Ramadhan ini diucapkan sesaat setelah azan maghrib berkumandag.

Namun, doa berbuka puasa Ramadhan ini setidaknya ada dua jenis.

Ustaz Adi Hidayat pernah menjelaskannya seperti dalam video yang berjudul 'DOA BERBUKA PUASA YANG BENAR !!'.

Baca juga: Ternyata Inilah Waktu Terbaik Makan Sahur saat Puasa Ramadan Sesuai Anjuran Rasulullah

BUKA PUASA- Ilustrasi ini dibuat menggunakan aplikasi kecerdasan buatan atau AI, Senin (3/3/2025). Satu keluarga tengah berbuka puasa bersama dalam suasana yang begitu hangat.
BUKA PUASA- Ilustrasi ini dibuat menggunakan aplikasi kecerdasan buatan atau AI, Senin (3/3/2025). Satu keluarga tengah berbuka puasa bersama dalam suasana yang begitu hangat. (bing ai image creator)

Video itu diunggah di akun YouTube HR Azhar.

Dalam video tersebut, Ustaz Adi Hidayat membeberkan bahwa doa buka puasa Ramadhan yang pertama seperti yang sudah kita ketahui selama ini.

Namun, doa kedua memang belum begitu familiar di telinga masyarakat.

Nah, untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah doa berbuka puasa Ramadhan yang bisa kita amalkan. 

1. Doa buka puasa pertama

Doa buka puasa pertama yang dijelaskan oleh Ustad Adi Hidayat, merujuk pada pernyataan Abu Daud nomor hadist 2357 berikut.

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allaahummalakasumtu wabika amantu wa'aa rizkika aftortu birohmatika yaa arhamarra himiin"

Artinya :

"Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa) dengan rahmat-Mu Ya Allah Tuhan Maha Pengasih".

Baca juga: Batas Waktu Terakhir Menyikat Gigi saat Puasa? Ini Hukumnya Kata UAS

2. Doa buka puasa kedua

Doa buka puasa kedua yang dijelaskan Ustad Adi Hidayat yaitu merujuk pada pernyataan Abu Daud nomor hadist 2358.

Berikut doanya.

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

'Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah'

Artinya:

"Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah (jika Allah menghendaki)."

BUKA PUASA- Ilustrasi ketika satu keluarga melaksanakan buka puasa bersama Ramadhan.
BUKA PUASA- Ilustrasi ketika satu keluarga melaksanakan buka puasa bersama Ramadhan. (pinterest)

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan jika doa buka puasa pertama diperselisihkan oleh sebagian ulama, ada yang menilai hadist tersebut adalah dhaif, ada juga yang menyatakan sahih.

Sedangkan doa buka puasa yang kedua adalah sahih dan tidak ada yang diperselisihkan.

Baca juga: Puasa Tapi Pakai Lipstik, Apakah Membatalkan Puasa? Berikut Hukumnya Kata UAS

Menurut Ustaz Adi Hidayat, dari kedua doa tersebut, ia menyarankan untuk lebih mengutamakan doa puasa yang kedua.

Meski demikian, Ustad Adi Hidayat tidak menyalahkan doa buka puasa yang pertama, lantaran memang ada sandaran hadist meskipun statusnya lebih lemah dari doa buka puasa kedua.

Sementara itu, Ustad Abdul Somad juga pernah menjelaskan, bahwa boleh menggunakan kedua doa tersebut.

"Kedua-duanya boleh dipakai. Yang ngomong bukan Ustadz Somad, tapi Syaikh Ibn 'Utsaimin, ulama Saudi Arabia" ujar Ustad Somad dalam ceramahnya yang diunggah di Facebook Tanya Jawab Ustadz Abdul Somad 19 Mei 2018, seperti dikutip dari Serambinews.com (17/4/2021).

"Tapi status hadisnya? Hadist Dhaif tetap bisa dipakai, kalau cukup 5 syarat. Pertama Bukan masalah aqidah tauhid, kedua bukan masalah halal haram, ketiga tidak terkait riwayat pendusta, keempat masih bernaung di bawah hadist sahih, kelima untuk motivasi beramal," lanjutnya.

Simak mana lebih dulu minum atau baca doa buka puasa

Saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan, sering muncul pertanyaan tentang mana lebih dulu minum atau baca doa buka puasa.

Nah, pertanyaan ini muncul karena ada anjuran tentang untuk segera membatalkan puasa begitu waktu maghrib tiba.

Artinya, umat Islam yang menjalankan ibadah puasa diminta segera berbuka ketika waktunya sudah tiba.

Mengenai hal tersebut, Pimpinan Dayah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ma’hadal Ulum Diniyyah Islamiyyah Mesjid Raya (MUDI Mesra) Samalanga, Kabupaten Bireuen, Abu Syekh H Hasanoel Basri H atau yang akrab disapa Abu Mudi pernah memberikan pendapatnya.

Dalam tayangan di akun Youtube Mudi TV seperti dilansir dari Serambinews.com, Abu Mudi menegaskan bahwa meneguk segelas air dan memakan sebiji kurma adalah hal yang harus didahulukan dalam berbuka puasa.

Ini karena dalam doa berbuka puasa, ada kalimat ‘Wa’ala rizqika afthartu’ yang memiliki arti ‘Atas rezeki pemberian-Mu aku telah berbuka’.

“Kalau duluan kita baca doa (berbuka puasa), maka sudah berbohong di situ,” jelas Abu Mudi.

"Karena dalam doa berbuka puasa yang berbunyi ‘Wa’ala rizqika afthartu’, memiliki arti ‘Atas rezeki pemberian-Mu aku telah berbuka’.

“Kenyataannya kan belum (meneguk segelas air),” kata Abu Mudi.

Oleh karena itu, lanjutnya, dalam hal berbuka puasa, meminum dulu sedikit air dan memakan beberapa biji kurma barulah kemudian membaca doa berbuka puasa.

“Jadi, dalam berbuka puasa didahulukan berbuka baru kemudian berdoa. Setelah itu langsung mendirikan shalat, apakah itu sendiri atau berjamaah,” jelas Abu Mudi.(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved