Berita Viral

Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Kans Periksa Ahok Usai Koar-koar Kasus Pertamax Oplosan

Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah buka kans untuk memeriksa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam perkara dugaan korupsi pertamax oplosan.

Editor: Juang Naibaho
Kolase Tribun Medan
KASUS PERTAMAX OPLOSAN - Eks Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, dan 4 petinggi PT Pertamina Patra Niaga menjadi tersangka dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada periode 2018-2023. Jampidus buka kans periksa Ahok dalam kasus pertamax oplosan ini. 

TRIBUN-MEDAN.com - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI (Jampidsus Kejagung) Febrie Adriansyah buka kans untuk memeriksa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam perkara dugaan korupsi pertamax oplosan.

Febrie menekankan bahwa penyidikan kasus pertelite dioplos jadi pertamax masih berlangsung.

Ahok diketahui pernah menjabat sebagai Komisioner Utama PT Pertamina pada 2019-2024. Sedangkan kasus korupsi pertamax oplosan tersebut terjadi pada 2018-2023.

"Proses penyidikan masih berjalan, ya," kata Febrie saat ditemui awak media di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/3/2025). 

Febrie bilang, beberapa pihak yang dianggap perlu untuk pembuktian dalam kasus ini pasti akan dilakukan pemeriksaan, termasuk terhadap Ahok. 

"Nanti pihak-pihak yang kita anggap perlu untuk pembuktian, pasti kita periksa," ujar dia.

Terlebih, kata Febrie, perkara tersebut ditangani Kejagung dengan tujuan untuk membersihkan Pertamina dari orang-orang korup. 

Dia harap perusahaan pelat merah itu makin kuat tanpa korupsi.

"Kita berharap Pertamina ke depan tata kelola bisnisnya lebih baik dan akan menjadi lebih kuat. Kita berharap banyak Pertamina kiprahnya jangan kalah dengan negara-negara lain, terutama negara tetangga," tandas Febrie.

Sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok koar-koar siap membongkar kasus korupsi di Pertamina, yang saat ini diusut Kejagung. 

Hal ini disampaikan Ahok setelah Kejagung membuka peluang akan memanggil Ahok untuk dimintai keterangan mengenai kasus itu. 

Mengenai hal ini, Ahok justru mengaku senang jika memang benar akan dipanggil Kejagung.

Ahok bahkan mengaku punya bukti rekaman dan notulen setiap rapat saat menjabat di Pertamina.

Ahok bilang, ada elite yang ikut bermain dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) 2018–2023.

"Ini ada tangan yang berkuasa ikut main menurut saya gitu lho. Ini bisa jadi lebar ke mana-mana kasusnya kalau dibongkar. Saya senang banget ini," tegas Ahok dalam sebuah seminar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved