Liga Champions

PREDIKSI Bayer Leverkusen Vs Bayern Munchen Leg 2, Kebobolan 3 Gol, Misi Sulit Alonso Buat Comeback

Duel Bayer Leverkusen vs Bayern Munchen akan tersaji di BayArena pada Rabu (12/3/2025) pukul 03.00 WIB.

(Twitter/Bayern Munchen)
AKSI SANE - Gelandang Bayern Munchen, Leroy Sane saat berusaha melewati pemain Bayer Leverkusen di leg pertama 16 besar Liga Champions 2024-2025, Kamis (6/3/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com - Bayer Leverkusen diprediksi sulit buat comeback atas Bayern Munchen pada leg kedua 16 besar Liga Champions 2024-2025.

Duel Bayer Leverkusen vs Bayern Munchen akan tersaji di BayArena pada Rabu (12/3/2025) pukul 03.00 WIB.

Pada leg pertama pekan lalu berakhir dengan skor 0-3 untuk kemenangan Bayern Munchen, dengan begitu leg kedua ini akan menjadi pekerjaan yang cukup berat bagi tim Xabi Alonso untuk membalikkan keadaan.

Sejarah pertemuan kedua tim memang didominasi oleh Bayern Munchen. Dari 103 pertandingan yang telah dimainkan, Bayern menang 60 kali, sedangkan Leverkusen hanya menang 22 kali. 

Namun, di BayArena, Leverkusen memiliki catatan yang cukup baik dalam tiga pertemuan terakhir dengan Bayern, mencatatkan dua kemenangan dan satu hasil imbang sejak Xabi Alonso menjadi pelatih.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Nyekor Lagi, Kini Top Skor di Dua Kompetisi, Rekor Penalti Nyaris Sempurna

Dengan begitu, meski Bayern Munchen yang datang dengan keunggulan besar, mereka tetap harus waspada agar tidak tergelincir di BayArena.

Kedua tim sejatinya datang ke pertandingan ini dengan kondisi kurang ideal karena sama-sama kalah di Bundesliga.

Leverkusen mengalami kekalahan 0-2 dari Werder Bremen di Bundesliga. Pun halnya Bayern Munchen, mereka juga kalah 2-3 dari VfL Bochum.

Bayer Leverkusen: Misi Mustahil di BayArena?
 
Meski memiliki lini serang yang tajam, terutama dengan kehadiran Florian Wirtz dan Victor Boniface, Leverkusen masih kesulitan dalam menyelesaikan peluang di momen-momen penting.

Salah satu kekuatan utama Leverkusen adalah kecepatan dan kreativitas dalam menyerang.

Xabi Alonso telah mengembangkan gaya permainan yang berbasis penguasaan bola dengan transisi cepat, yang terbukti efektif di banyak laga.

Baca juga: Jauh Beda dengan Timnas Indonesia, Fans Malaysia Marah Disuruh Beli Tiket Tapi Pemainnya Belum Jelas

Namun, ketika menghadapi tim sekelas Bayern, efektivitas di lini depan menjadi sangat krusial. 

Jika mereka ingin membalikkan keadaan, mereka harus lebih klinis dalam memanfaatkan peluang.

Di sisi lain, pertahanan Leverkusen masih menjadi titik lemah yang bisa dieksploitasi lawan. 

Kekalahan dari Werder Bremen menjadi contoh bahwa mereka masih bisa kebobolan dengan mudah jika tidak disiplin dalam bertahan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved