Berita Viral

Kecam Aksi Ngemis THR ke Perusahaan, Dedi Mulyadi Soroti Sikap Satpam, Minta Suhada Ditindak Tegas

Apabila oknum ormas dan LSM tersebut melakukan intimidasi, pihak pengusaha dianjurkan untuk segera melapor ke Polisi.

|
KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA
PREMAN MINTA THR - Suhada alias Jagoan Cikiwul ditetapkan sebagai tersangka pemgancaman saat meminta THR Lebaran ke perusahaan plastik di Bekasi. Suhada sempat kabur setelah videonya viral di medsos, namun akhirnya berhasil ditangkap di Sukabumi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Dedi Mulyadi kecam aksi preman ngemis THR ke perusahaan.

Ia menyoroti sikap satpam yang berani menghadapi Suhada.

Dedi juga meminta agar Suhada ditindak tegas.

Baca juga: PESAN Bupati Franc Tumanggor Dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2025 di Pakpak Bharat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menanggapi soal pria bernama Suhada yang mengaku sebagai Jagoan Cikiwul.

Suhada sebelumnya viral karena meminta tunjangan hari raya (THR) ke sebuah perusahaan plastik di Bantargebang, Kota Bekasi pada Senin (17/3/2025), sekitar pukul 11.00 WIB.

Dalam video yang viral bang Jago berbadan gempal tersebut terlihat mendatangi pabrik dan berdebat dengan sekuriti. 

Baca juga: SOSOK Eny Soedarwati, Anggota DPRD Bojonegoro Jadi Korban Kecelakaan Bus Umrah di Jeddah, Kader PKB

Di awal video petugas satpam pabrik berinisiatif memberikan uang ke Suhada, tetapi karena nilainya tak seberapa langsung ditolak mentah-mentah. 

"Gua enggak mau itu duit lu, gua mau pimpinan lu sini," kata Suhada.

Sekuriti pabrik berusaha bersikap tenang, dia tetap meladeni preman yang mengaku Jagoan Cikiwul itu meski diancam akan membawa massa. 

Pelaku lalu berusaha mengajukan surat diduga berisi proposal permintaan uang. 

BANG JAGO: Seorang pria mengaku jagoan Cikiwul diduga meminta uang ke pabrik, aksi tersebut viral di media sosial setelah diunggah sejumlah akun Instagram. (Tangkapan layar Instagram @bandunghariini dan @infobekasi_raya).
BANG JAGO: Seorang pria mengaku jagoan Cikiwul diduga meminta uang ke pabrik, aksi tersebut viral di media sosial setelah diunggah sejumlah akun Instagram. (Tangkapan layar Instagram @bandunghariini dan @infobekasi_raya). (Instagram @bandunghariini dan @infobekasi_raya)

"Lu makan berak di sini enggak ngehargain gua, lu kalau pengen tahu gua jagoan yang megang Cikiwul, massa gua banyak, kalau gua tutup jalan di depan pada kaga bisa gerak," jelas dia. 

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi berpesan untuk seluruh pengusaha atau pemilik perusahaan tak usah memberikan THR kepada ormas dan LSM.

Apabila oknum ormas dan LSM tersebut melakukan intimidasi, pihak pengusaha dianjurkan untuk segera melapor ke Polisi.

Baca juga: TRAGEDI Bus Rombongan Umrah Asal RI Terbakar, 6 Meninggal Termasuk Anggota DPRD Eny Soedarwati

"Saya paham saat ini banyak sekali surat-surat dari ormas atau LSM yang meminta tunjangan hari raya (THR), saya sampaikan abaikan saja, tidak usah diberi," ucap Dedi Mulyadi, dikutip TribunJakarta.com dari Instagramnya, pada Jumat (21/3/2025).

"Apabila mereka melakukan intimidasi, dilaporkan saja," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved