Sumut Terkini
Pasar Murah di Deli Serdang, Warga Miskin Belum Datang dan Stok Masih Banyak
Padahal waktu pelaksanaan pasar murah subsidi ini sudah dilakukan selama tiga hari berturut-turut mulai dari 18 hingga 20 Maret.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM- Pasar murah subsidi yang dibuat oleh Pemkab Deli Serdang di 20 Kecamatan dilaporkan banyak belum laku dibeli.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebagai pihak pelaksana mencatat masih ada 30 persen lagi sisa stok yang tersedia di Kecamatan.
Padahal waktu pelaksanaan pasar murah subsidi ini sudah dilakukan selama tiga hari berturut-turut mulai dari 18 hingga 20 Maret.
Meski 2 produk yang dijual cukup jauh rendah dari harga pasaran namun pada saat ini masih banyak stok di Kantor Camat.
2 produk tersebut yakni beras premium ukuran 5 kilogram yang dijual 55 ribu perkarung dan telur ayam yang dijual Rp 24 ribu perpapan.
Ada dugaan banyak warga miskin yang belum mengetahui program pasar murah ini karena tidak mendapat kabar dari Pemerintah Desanya.
Kemudian karena persoalan jarak tempuh mengingat pelaksanaannya dilakukan di kantor-kantor Camat membuat warga miskin yang tinggal jauh dari lokasi enggan untuk datang karena juga akan mengeluarkan tambahan dana lagi untuk akomodasi.
Kadis Perindag Deli Serdang, Putra Jaya Manalu membenarkan masih banyak stok yang tersedia di Kecamatan-Kecamatan.
Disebut belum ada yang dilaporkan habis 100 persen sampai hari terakhir.
"Karena belum habis makanya kita tambah satu hari lagi waktunya hari ini, ya diperpanjang lah. Masih ada kurang lebih 30 persen lagi stok. Kupon yang kembali masih 60 persen ke kami hingga hari terakhir kemarin," ujar Putra Jaya Manalu.
Terkait dugaan distribusi kupon yang mungkin tidak sampai ke warga miskin diakui bisa saja itu terjadi.
Dalam hal ini ia telah menghimbau kepada seluruh Camat agar memberitahukan seluruh Kades ada perpanjangan waktu satu hari.
Selain itu telah disampaikan apabila ada warga yang dianggap miskin tapi belum masuk data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sesuai SK Bupati tahun 2024 bisa dikeluarkan surat pernyataan dari desa.
"Pernyataan bahwa orang tersebut sudah terverifikasi tapi belum masuk DTKS. Tiap tahun DTKS ini kan memang selalu di upadate.
Kalau ada surat pernyataan desa bisa dilayani. Disemua Kecamatan kurang lebih kondisinya hampir sama. Ada yang memang stoknya habis 80 persen tapi yang 50 persen pun ada," kata Putra.
Putra mengatakan jauh hari sebenarnya pihaknya sudah menginfokan kepada para Camat untuk bisa segera menginfokan kepada warga miskin ada pasar murah subsidi khususnya yang sudah masuk DTKS.
Di hari-hari pelaksanaan terlihat daya beli masyarakat juga kurang.
Meski boleh membeli batas maksimal 4 karung beras atau 20 Kg dan telur 4 papan namun ada juga yang nggak sanggup untuk membelinya.
"Kalau soal jarak jadi pelajaran kami lah. Kemampuan kami untuk biaya pengirimannya satu titik (ke kantor Camat). Untuk tahun depan bisa juga kami ajukan ke semua titik (tiap desa). Supaya jaraknya lebih dekat sama masyarakat," kata Putra.
(dra/tribun-medan.com).
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Pemuda Diduga Pecandu Narkoba Rampok Kakek 89 Tahun di Padangsidimpuan |
|
|---|
| Pengedar Uang Palsu Diamankan Warga di Pasar Tradisional Diponegoro Kisaran |
|
|---|
| Disinyalir Tempat Peredaran Narkoba, Polisi Bakar Gubuk Disekitar Titi Cp Amal Langkat |
|
|---|
| Perkembangan ODGJ di Simalungun yang Hobi Gali Kuburan, Ini Keterangan Dinas Sosial |
|
|---|
| Oknum Ketua OKP di Langkat Divonis Bebas Hakim PN Stabat Kasus Dugaan Penganiayaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PASAR-MURAH-Warga-miskin-di-Deli-Serdang.jpg)