PSMS Medan
Mestinya Suporter PSMS Medan Bersuara
Jika mereka berkeinginan PSMS Medan bisa bersaing di kancah sepak bola Indonesia, maka suporter juga harus bisa bersuara kepada pemerintah.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan sebuah gairah yang mengalir dalam darah para suporter.
Bagi mereka, mendukung tim kesayangan bukan hanya tentang bersorak di tribun, tetapi juga tentang menjaga dan mengawal klub agar terus berkembang ke arah yang lebih baik.
Dalam beberapa tahun terakhir, peran suporter dalam mengawal klub-klub sepakbola di Indonesia semakin terlihat jelas. Salah satu contohnya, suporter PSMS Medan.
Beberapa musim terakhir, kelompok suporter Ayam Kinantan-julukan PSMS Medan itu mulai berani menyuarakan pendapat mereka demi kemajuan tim.
Dari kritik terhadap manajemen yang kurang transparan dan beberapa hal lainnya.
Namun, hal itu dirasa masih kurang cukup.
Jika mereka berkeinginan PSMS Medan bisa bersaing di kancah sepak bola Indonesia, maka suporter juga harus bisa bersuara kepada pemerintah.
Mengingat, saat ini PSMS Medan belum memiliki fasilitas yang memadai, terutama stadion yang menjadi markas atau homebase mereka.
Stadion Teladan yang selama ini identik menjadi rumah PSMS Medan,masih dalam tahap revitalisasi.
Proyek revitalisasi yang dimulai sejak November 2023 ini tak kunjung selesai hingga saat ini. Padahal, sejak awal pemerintah memberikan target proyek tersebut harus rampung pada tahun 2024 lalu.
Oleh sebab itu, seharusnya suporter PSMS Medan bisa bersuara mendesak pemerintah, agar secepatnya menyelesaikan proyek tersebut.
Demi klub kebanggaan warga Medan, khususnya Sumut ini kembali mampu bersaing di kancah sepak bola Indonesia.
''Harus didesak pemerintah segera menyelesaikan pembanguan Stadion Teladan Medan. Karena di stadion inilah PSMS Medan tidak pernah turun kasta,'' ujar Rahmad Nur Lubis, mantan Ketua Fans PSMS Medan pada Talkshow Quo Vadis PSMS Medan yang diselenggarakan Komunitas sepakbolakita di Wong Solo, Senin (23/5/2025).
Dikatakan Rahmad, jika PSMS Medan masih mengandalkan Stadion Baharuddin Lubukpakam sebagai homebase, maka dipastikan tidak akan memberikan dampak apapun bagi PSMS Medan.
"PSMS Medan akan jalan di tempat," kata mantan wartawan ini.
| PSMS Medan U-19 Kalah 2-3 Kontra Kendal Tornado FC, Terbenam di Dasar Grup C EPA Championship |
|
|---|
| Jelang Lawan Sriwijaya FC, Sejumlah Pemain Inti PSMS Medan Kembali Perkuat Skuat |
|
|---|
| SMeCK Hooligan Tantang Pelatih PSMS Medan Eko Purdjianto Menang 5 Gol Kontra Sriwijaya FC |
|
|---|
| PSMS Medan Terpuruk di Peringkat 7, Gagal Promosi dan Butuh 4 Poin untuk Hindari Play Off Degradasi |
|
|---|
| PSMS Medan U-19 Tumbang 1-2 atas Persekat Tegal, Tren Buruk Berlanjut di EPA Championship |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Talkshow-Quo-Vadis-PSMS-Medan-yang.jpg)