Berita Viral

PROFIL Hamad bin Isa Al Khalifa, Raja Bahrain Bangun Gereja Katedral Seluas 9 Ribu Meter Persegi

Sosok Hamad bin Isa Al Khalifa (75) yang merupakan Raja Bahrain sekaligus Kepala Negara dan Pemerintahan.

Editor: AbdiTumanggor
Istimewa
SOSOK Hamad bin Isa Al Khalifa di balik kemegahan Gereja katolik di Bahrain, yang disebut Cathedral of Our Lady of Arabia. Katedral Bahrain ini dibangun selama delapan tahun yang memiliki kapasitas 2.300 jamaah. (Istimewa) 

Profil Hamad bin Isa Al Khalifa, Raja Bahrain yang Bangun Gereja Katedral Seluas 9 Ribu Meter Persegi.

TRIBUN-MEDAN.COM - Sosok Hamad bin Isa Al Khalifa (75) yang merupakan Raja Bahrain sekaligus Kepala Negara dan Pemerintahan.

Penganut agama Islam Sunni ini lahir pada 20 Januari 1950. Saat ini usianya 75 tahun.

Ia resmi menduduki tahta sebagai Raja Bahrain Bahrain sekaligus Kepala Negara sejak 14 Februari 2002.

Sebelumnya, Hamad bin Isa Al Khalifa menjabat sebagai Emir negara itu sejak 6 Maret 1999.

Ia adalah anak emir negara sebelumnya yaitu Isa bin Salman Al Khalifa.

Gereja Katolik Bahraincathedral
KATEDRAL BAHRAIN: Sosok Hamad bin Isa Al Khalifa di balik kemegahan Gereja katolik di Bahrain, yang disebut Cathedral of Our Lady of Arabia. Katedral Bahrain ini dibangun selama delapan tahun yang memiliki kapasitas 2.300 jamaah. (Bahraincathedral)

Sosok Hamad bin Isa Al Khalifa di balik kemegahan Gereja katolik di Bahrain, yang disebut Cathedral of Our Lady of Arabia.

Katedral Bahrain ini terus mencuri perhatian publik. Sebab, gereja yang telah resmi dibuka sejak 2021 itu menggunakan tanah hibah dari Raja Bahrain, Hamad bin Isa al-Khalifah, seluas 9.000 meter persegi.

Katedral Bahrain ini dibangun selama delapan tahun yang memiliki kapasitas 2.300 jamaah.

Dilansir dari Vatikan News, Kamis (3/4/2025), tujuan pembangunan gereja ini bagi Hamad bin Isa al-Khalifah adalah sebagai simbol komitmen kerajaan terhadap toleransi dan keterbukaan beragama.

"Kerajaan al-Khalifa memiliki tradisi panjang toleransi beragama dan terbuka terhadap dialog antaragama,"ujarnya.

Setiap hari Katedral ini dikunjungi ribuan orang dari berbagai kebangsaan, budaya, dan bahasa.

Di Katedral Bahrain pelayanan pastoral dari ordo Kapusin atau OFM Cap yang menyelenggarakan banyak kegiatan spiritual, retret, hingga kursus pelatihan.

Setiap hari ratusan hingga ribuan orang menghadiri misa dalam berbagai ritus.

Pada dasarnya di Katedral Bahrain memiliki empat ritus: Latin, Maronit, Malabar Syro, dan Malankara Syro.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved