Berita Viral

DAFTAR Kandidat Pemimpin Baru Katolik, Kardinal Filipina Terfavorit, Sosoknya Mirip Paus Fransiskus

Kepergian Paus Fransiskus menimbulkan duka cita mendalam bagi umat Katolik dunia, Senin (21/4/2025). 

Tayang:
Vaticannews
KARDINAL FILIPINA - Uskup agung asal Filipina, Luis Antonio Tagle disebut-sebut akan menjadi paus berikutnya menggantikan Paus Fransiskus. Tagle adalah Uskup Agung Manila pada 2011 hingga 2020. Saat ini dia berperan sebagai pro-prefect evangelisasi pertama dan gereja-gereja khusus baru Dicastery. Lahir pada 21 Juni 1957 di Manila, Filipina, Tagle telah lama dikenal karena wawasan teologisnya yang mendalam, kepedulian pastoralnya, dan komitmennya terhadap misi sosial Gereja. Dilansir dari Asian Journal, ia pertama kali menjadi pendeta pada 1982. Karier gerejawi Tagle dimulai dengan pengangkatannya sebagai Uskup Imus pada 2001. Sejak 2011, ia menjadi Uskup Agung Manila. Pengaruhnya tumbuh secara signifikan. Ia amat peduli pada keadilan sosial, martabat manusia, dan pengentasan kemiskinan yang membuatnya dikagumi secara luas baik di Filipina maupun di seluruh dunia 

TRIBUN-MEDAN.com - Kepergian Paus Fransiskus menimbulkan duka cita mendalam bagi umat Katolik dunia, Senin (21/4/2025). 

Tak cuma umat Katolik, seluruh dunia ikut menyampaikan rasa sedih atas kepergian Paus Fransiskus, pemimpin yang dikenal sederhana itu. 

Paus Fransiskus juga sudah menyampaikan wasiat bahwa prosesi pemakaman hanya perlu dilakukan secara sederhana dan tidak perlu menggunakan peti mati yang terbuat dari emas atau pun baja.  

Ia juga meminta untuk dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma. 

Wafatnya Paus Fransiskus membuat kursi pimpinan tertinggi umat Katolik kosong. 

Namun, Vatikan menyatakan pemilihan pengganti Paus Fransiskus bakal segera dilaksanakan dan ada sejumlah nama yang memenuhi syarat untuk maju dalam  konklaf. 

Sosok pastor atau romo yang juga ahli Islamologi, Markus Solo Kewuta SVD, mendampingi Paus Fransiskus dalam kunjungannya ke Indonesia pada Selasa (3/9/2024) hingga Jumat (6/9/2024). (Tangkapan Layar Video)
Sosok pastor atau romo yang juga ahli Islamologi, Markus Solo Kewuta SVD, mendampingi Paus Fransiskus dalam kunjungannya ke Indonesia pada Selasa (3/9/2024) hingga Jumat (6/9/2024). (Tangkapan Layar Video) (Istimewa)

15 Hari Lagi

Pergantian Paus Fransiskus bakal digelar 15 hari lagi. Hal ini diungkap oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Kardinal Ignatius Suharyo. 

Uskup Ignatius mengatakan pemimpin umat Katolik se-dunia yang telah wafat tersebut baru akan dimakamkan setelah hari ke-9 usai dia meninggal.

Lalu, Paus yang baru akan dipilih setelah 15 hari kematian Paus Fransiskus.

"Pemilihan Paus yang baru itu mesti dilaksanakan 15 hari sesudah Paus meninggal. Jadi bisa dihitung kira-kira 9 hari dari 10 itu yang mana, hari apa, lalu conclave (konklaf) itu akan diadakan dalam waktu 15 hari sesudah wafat. Berapa lama conclave itu akan berlangsung tergantung dari keadaan," ujar Suharyo dalam jumpa pers di Gereja Katedral, Jakarta, Senin (21/4/2025).

Convlave atau konklaf dalam bahasa Indonesia adalah pertemuan para kardinal gereja Katolik yang diadakan untuk memilih Paus yang baru.

Suharyo menjelaskan, Kedutaan Besar Vatikan di Indonesia akan membuka gerbangnya mulai Selasa (22/4/2025) pagi besok.

Semua orang yang ingin berbelasungkawa atas kepergian Paus Fransiskus dipersilakan datang ke Kedubes Vatikan.

"Dan besok pagi juga Kedutaan Besar Vatikan untuk Indonesia baru akan menyampaikan pernyataan resmi berkaitan dengan ini," ucapnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved