Medan Terkini
Medan Esport Academy Hadir di Sumatera Utara, Jadi Tempat Pencetak Bibit Proplayer
Medan Esport Academy merupakan sekolah esport pertama di Kota Medan yang diinisiasi oleh para gamer.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Medan Esport Academy merupakan sekolah esport pertama di Kota Medan yang diinisiasi oleh para gamer.
Didirikan sejak awal tahun 2025, oleh Robin Ling selaku founder bersama co-founder Erzan Albar dan T. M Aulia Akbar, Medan Esport Academy ini dibimbing langsung oleh para pelatih profesional yang sudah berkecimpung di kompetisi resmi esport.
Saat ini, Medan Esport Academy sudah memiliki Gaming House (GH) di Jalan Abadi, Perumahan Villa Setia Budi, Kota Medan. GH ini pun memiliki fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari ruangan teori, praktik, dan diskusi. Selain itu, GH Medan Esport Academy juga dilengkapi Wi-Fi, serta komputer.
Co-founder Medan Esport Academy, Erzan Albar mengatakan bahwa berdirinya Medan Esport Academy ini didasarkan pada keresahan mereka terhadap banyaknya anak-anak yang bermain game. Sehingga,pihaknya ingin memberikan panduan bagi para anak muda untuk mengetahui dunia eSport secara mendalam.
Mengingat ekosistem eSport di Indonesia saat ini, sudah sangat besar. Terlihat dari banyaknya kompetisi resmi yang sudah terselenggara, baik tingkat daerah hingga nasional.
"Kita sudah sama-sama tau dari sebelum PON, ekosistem eSport ini kan sudah besar. Jadi kita punya pemikiran, kenapa kita tidak membuat bimbingan belajarnya, terutama khusus yang masih anak di umur 13 tahun ke atas," kata Erzan Albar.
Dikatakannya, poin utama berdirinya Academy tersebut, yakni untuk memperbaiki mental para gamer muda yang ada di Kota Medan.
"Jadi kita di sini untuk memperbaiki mental. Karena anak-anak ini tidak tahu arah eSport itu ke mana, cuman taunya main game saja, belum lagi nanti dilarang orang tuanya. Jadi kita mau memperbaiki mental anaknya, karena kebanyakan anak-anak hanya main game, tapi tidak tahu arahnya ke mana," tuturnya.
Lebih lanjut, katanya, melalui Academy tersebut pihaknya juga ingin menyampaikan bahwa ekosistem eSport saat ini sudah semakin menjanjikan. Karena eSport tidak sekadar permainan game semata, namun bisa menjadi profesi yang menjanjikan
"Bahwasanya game itu tidak hanya sekadar bermain. Pada arahnya bisa belajar, kan bisa ke profesional, bisa mendapat uang dan bisa menjadi salah satu profesi untuk menjadi masa depan," terang mantan pelatih PUBG mobil PON Sumut tersebut.
Tak hanya itu, Erzan juga menuturkan bahwa melalui Academy ini pihaknya ingin mengedukasi para orangtua, bahwa dunai eSport saat ini sudah bisa menjadi salah satu pilihan masa depan. Mengingat, selama ini para orangtua memiliki stigma bahwa dunia eSport merupakan hanya buang-buang waktu saja
"Jadi orang tuanya juga kita edukasi, bahwasanya game ini tidak hanya bermain game saja," ujarnya.
Di sisi lain, Erzan juga menyampaikan bahwa saat ini sudah ada 3 kategori game yang ada di Medan Esport Academy. Seperti Mobile Legend: Bang Bang (MLBB),
PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG), dan Free Fire (FF).
"Kenapa 3 game ini, karena di Indonesia dari hasil yang kita kaji, dan yang diakui oleh PB ESI masih ada lima game. Nah tiga diantaranya ini yang kita ambil. Karena memang selain dari pasar, peminatnya juga tinggi di tiga game ini, terutama di mobile Legend," katanya.
Diketahui, Medan Esport Academy ini juga sudah memiliki izin resmi dari Pengprov ESI Sumut, dan Pengkot ESI Medan, serta surat izin mendirikan usaha dari Pemerintah.
Dengan begitu, Erzan berharap Medan Esport Academy di Kota Medan ini, kedepannya bisa melahirkan gamer-gamer berbakat yang dapat mengharumkan nama Sumut di kancah nasional maupun internasional, melalui kompetisi eSport.
"Saya berharap kedepannya akademi ini bisa berjalan, karena ini kan hal baru di ranah olahraga, bahkan orang tua juga masih awam. Jadi kita berharap bimbel eSport yang pertama di Medan ini, selain kita bisa memperbaiki mental dan pemikiran anak-anak yang masih baru terjun di dunia game, kita pengen juga orang tua paham bahwasanya game ini tidak sekadar bermain saja, bahwasanya game ini bisa menjadi suatu profesi, karena ada Liga pronya dan bisa menjadi atlet. Nah kita ingin mengarahkan dan memperkenalkan eSport ini jauh lagi secara luas dan orang tua bisa paham," pungkasnya.
(Cr29/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Lagi, Pom AL Gerebek Barak Narkoba di Belawan yang Dilengkapi CCTV hingga Dipantau Pakai HT |
|
|---|
| Dirlantas Polda Sumut Dimutasi Jadi Dirlantas Polda Metro Jaya, Penggantinya Masih Kosong |
|
|---|
| Dijadikan Tempat Konsumsi Sabu Bandit Jalanan, Gubuk Sarang Narkoba di Belawan Dimusnahkan Pom AL |
|
|---|
| Cerita Warga Medan Tuntungan yang Bikin Surat Terbuka untuk Maling, Seisi Rumah Ludes Dicuri |
|
|---|
| Pesan Pemilik kepada Maling yang Bobol Isi Rumahnya Sampai Habis di Medan, Kerugian Capai 500 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Foto-bersama-Co-founder-Medan-Esport-Academy-Erzan-Albar-dua-kiri.jpg)