Berita Viral

PAKISTAN Klaim Tembak Jatuh 3 Jet Tempur Rafale Super Canggih, Tapi Prabowo Sudah Pesan 42 Unit

Kabar tiga jet tempur Rafale milik India ditembak jatuh Pakistan menjadi sorotan media sosial Indonesia. 

KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA A
Jet tempur Rafale dilihat dari jendela pesawat kargo A400M Angkatan Udara dan Antariksa Perancis dalam Misi Pegase 2024, di atas langit Jawa Barat, Rabu (24/7/2024). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kabar tiga jet tempur Rafale milik India ditembak jatuh Pakistan menjadi sorotan media sosial Indonesia. 

Pakistan mengklaim menembak jatuh pesawat jet tempur buatan Rusia dan Prancis itu. Padahal jet tempur itu sempat disebut-sebut memiliki kecepatan dan kekuatan yang maksimal. 

Yang menjadi perbincangan di media sosial yakni, Indonesia telah memesan 42 pesawat tempur Rafale dari Prancis. 

Sebelumnya diberitakan Indonesia sudah memesan 42 unit pesawat tempur Rafale yang bakal hadir pada 2026. 

Prabowo gencar belanja alutsista untuk menambah pertahanan NKRI. 

Pesawat tempur Rafale yakni Jet tempur generasi 4.5, Rafale.

Jet tempur buatan Dassault Aviation, Perancis, akan memperkuat jajaran jet tempur TNI AU yang selama ini ditopang oleh F-16, Sukhoi Su-27 dan Su-30, dan Hawk 209.

Perjalanan menuju langit Indonesia Kesepakatan pembelian Rafale diumumkan saat Presiden Prabowo Subianto yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) berkunjung ke Paris, Perancis pada Februari 2022.

Total 42 unit Rafale dipesan secara bertahap dengan kontrak awal mencakup 6 unit pertama.

"Kita rencananya akan mengakuisisi 42 pesawat Rafale. Kita mulai hari ini dengan tanda tangan kontrak pertama untuk enam pesawat," kata Prabowo, Kamis (10/2/2022).

Nilai total kesepakatan disebut mencapai sekitar 8,1 miliar dollar Amerika Serika (AS) yang mencakup pesawat, persenjataan, pelatihan, serta dukungan logistik.

Kontrak pengadaan 42 jet tempur Rafale ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama pengadaan Rafale dilakukan pada September 2022 untuk enam unit pesawat. Kemudian, pada Agustus 2023, kontrak tahap kedua aktif dengan jumlah 18 unit Rafale.

Lalu kontrak ketiga dilakukan pada 8 Januari 2024 untuk pengadaan 18 unit Rafale. Rencananya, enam unit Rafale akan tiba di Indonesia secara bertahap pada Februari atau Maret 2026 .  

"Di tahun depan, sekitar bulan Februari atau Maret, kita sudah mulai datang pesawat Rafale, tiga pesawat, dan tiga bulan kemudian itu tiga pesawat lagi," kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Tonny Harjono, usai memimpin Rapim TNI AU di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (3/2/2025).

Rumah baru Rafale TNI AU telah melakukan sejumlah persiapan strategis untuk menyambut kedatangan jet tempur Rafale.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved