Berita Medan
Sidang Penggelapan Purn Kolonel Igit Eks Ketua Puskopkar, 6 Saksi Beri Keterangan
Sidang yang berlangsung di Pengadilan Tinggi Militer I Medan, Rabu (14/5/2025) beragendakan mendengarkan keterangan saksi.
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Pengadilan Tinggi Militer I Medan kembali menggelar sidang penggelapan dengan terdakwa Purnawirawan Kolonel Igit Donolego mantan ketua Pusat Koperasi Kartika (Puskopkar) A Komando Daerah Militer (Kodam) 1 Bukit Barisan.
Sidang yang berlangsung di Pengadilan Tinggi Militer I Medan, Rabu (14/5/2025) beragendakan mendengarkan keterangan saksi.
Ada pun 6 saksi tidak hadir, namun memberikan keterangan tertulis yang dibacakan Oditur.
Antara lain saksi adalah Lindawati bagian keuangan PT. PKS, Rudi selaku konsultan,
Ranto Simamora selalu manager PT. SJMS yang menerima hasil sawit Puskopkar. Kemudian Adi Putra Wibowo selaku agen supplier TBS Kebun Sei Tuan ke PT. SJMS dan Aspin Tanadi selaku yang menerima kuasa jual TBS hasil Kebun Sei Tuan dari terdakwa dan Nurhalima karyawan Keuangan Aspin Tanadi.
Dalam keterangan tertulis Rudi yang dibacakan Oditur Kolonel M Alhadi menyampaikan, bahwa dia diminta untuk mengelola kebun yang dikelola Puskopkar.
"Pihak Puskopkar saat itu belum mendapatkan apa pun karena masih menggunakan dana pribadi saya. Bertemu dengan Pangdam dan diminta untuk mengelola Puskopkar yang saat itu sedang bermasalah dengan pelapor," kata Rudi dalam keterangannya.
"Diminta sebagai konsultan dari Puskopkar seluas 714 tanpa ada batas waktu. Untuk merawat kebun, pemupukan, panen memperbaiki, replanting dan lain lain," lanjut dia.
Rudi menyampaikan, usai pemutusan kerjasama tersebut, pihaknya sebagai pengelola kemudian menjual hasil perkebunan sawit kepada PT Jaya Sentosa.
"Hasilnya dibawa ke Pabrik Jaya Sentosa namun hasil panen belum bisa diberikan ke Puskopkar karena penghasilannya masih kurang," ujarnya.
Sementara itu, Nurhalima menyampaikan bila sejak tahun 2021 hingga 2022 lahan sawit mencatatkan kerugian.
"Sebab pendapatan dengan penghasilan yang dicatatkan tidak sebanding," kata dia.
Dalam catatan keuangan, sejak 2021 hingga 2022, tercatat Puskopkar mengalami kerugian dibandingkan keuntungan.
"Januari 2021 penghasilan sawit Rp 156 juta sementara pengeluaran mencapai 314 juta kerugian Rp 185 juta," ujarnya.
Terdakwa Igit Akui Akhiri Kerjasama
Pengakhiran kerjasama antara Puskopkar dan PT PKS terjadi pada September 2020. Igit mengatakan, sejak dia ditunjuk sebagai ketua Puskopkar, masalah sudah terjadi dengan PT PKS.
| Kondisi Mantan Wakapolda Metro Jaya yang Kecelakaan di Medan, Kepala Belakang Keluarkan Darah |
|
|---|
| Kabur ke Aceh, Polisi Tangkap 2 Jambret Sadis Penjual Pecal di Marelan, Pincang Usai Kaki Ditembak |
|
|---|
| Patroli Gabungan 3 Pilar Polsek Medan Area Antisipasi Geng Motor dan 3C |
|
|---|
| Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Tangkap 2 Pelaku Curas Terhadap Sopir Truk |
|
|---|
| Seorang Marbot Masjid di Sunggal Dianiaya Tiga Pria, Diduga karena Tegur Adik Salah Satu Pelaku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/SIDANG-EKS-KETUA-PUSKOPKAR-DI.jpg)