Berita Viral
Tren Finding Safno Viral di TikTok, Singgung Isu Perselingkuhan Hingga Soal Budaya Pop Digital
Trend finding Safno viral di TikTok beberapa hari terakhir. Ternyata ini ada hubungannya dengan kasus perselingkuhan Safnoviar, suami Dilan Janiyar.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,- Warganet dan pengguna media sosial di Indonesia tengah ramai membahas tren finding Safno.
Mereka membahas tren finding Safno ini di TikTok dan beberapa platform digital lainnya.
Usut punya usut, tren finding Safno ini ada kaitannya dengan masalah rumah tangga Dilan Janiyar.
Dilan Janiyar adalah konten kreator asal Yogyakarta.
Baca juga: Apa Itu Haji Furoda? Berbeda dengan Haji Plus, Ini Biaya dan Masa Tunggu Keberangkatannya
Ia baru saja bercerai dengan suaminya yang bernama Safnoviar alias Safno.
Alasan perceraian diantara keduanya, karena Safno ini dituding tukang selingkuh.
Selain itu, Safno selama ini dituding kerap memanfaatkan Dilan Janiyar.
Safno dituding sosok lelaki mukondo alias tidak bermodal.
Sudah lah tidak bermodal, malah disebut kerap selingkuh dengan banyak wanita.
Baca juga: Apa Itu Satelit Kosmos 482 Milik Uni Soviet yang Jatuh di Sebelah Barat Jakarta
Kisah dugaan perselingkuhan Safno ini kemudian viral, dan menciptakan sebuah tren baru di TikTok.
Adapun tren tersebut yakni tren finding Safno.
Apa Itu Trend Finding Safno
Finding Safno adalah plesetan dari judul film animasi "Finding Nemo", yang berarti "mencari Safno".
Tren ini diwujudkan lewat video-video di TikTok, di mana pengguna berpura-pura atau benar-benar mencari Safno di berbagai tempat di Jogja, seperti angkringan atau kafe.
Mereka akan mengunjungi angkringan atau kafe, lalu berpura-pura, atau benar-benar mencari Safno dengan nada bercanda atau sindiran.
Baca juga: Apa Itu Egg Freezing yang Dilakukan Luna Maya, Untuk Apa, dan Ini Risikonya
Banyak yang menggunakan caption seperti "Ke Jogja cuma buat nyari Safno" atau "Lagi di Malioboro, Safno mana ya?" sebagai bentuk partisipasi tren ini.
Alasan Viral dan Dampak Sosial
Viralitas tren ini didorong oleh rasa penasaran dan keinginan netizen untuk "mengadili" Safno secara sosial atas perilakunya yang dianggap tidak bertanggung jawab dalam rumah tangga.
Tren ini menjadi simbol sanksi sosial digital, di mana masyarakat menggunakan media sosial untuk mengekspresikan kekecewaan dan kritik terhadap Safno.
Meskipun banyak yang mengikuti tren ini untuk hiburan, ada pula sisi sindiran dan kritik sosial terkait isu perselingkuhan dan pengkhianatan dalam hubungan.
Baca juga: Apa Itu Obat Keras Etomide? Aktor Ijonk Simanjuntak Ditangkap Gegara Vape Mengandung Etomide
Para pengguna media sosial ingin menunjukkan, bahwa sanksi sosial itu sebenarnya sangat tidak mengenakkan.
Orang yang mendapat sanksi sosial akan sulit bergerak kemana pun.
Bahkan, karakter dan kariernya bisa hancur seketika begitu wajah dan watak pribadinya viral.
Orang-orang akan terus membicarakan mereka yang terkena sanksi sosial, hingga benar-benar mendapat hukuman yang setimpal karena perbuatannya.
Fenomena Budaya Pop Digital
"Finding Safno" mencerminkan bagaimana media sosial kini menjadi ruang publik untuk membahas, menghakimi, bahkan memburu seseorang secara kolektif, terutama setelah informasi viral tersebar.
Banyak netizen yang juga merasa FOMO (fear of missing out) dan ikut-ikutan membuat konten serupa agar tidak ketinggalan tren.
Baca juga: Apa Itu Overdosis Anestesi yang Dialami Seleb TikTok Hingga Kejang? Ini Penjelasannya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.